Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Toyota Sienta tidak diproduksi lagi meski pada Desember 2023 lalu sempat dikirimkan pada sebuah rumah sakit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pada Desember 2023 Toyota menyerahkan Sienta Welcab Disability ke RS Soeharso, Surakarta. Penyerahan pun tampaknya menjadi tugas terakhir dari MPV yang diluncurkan pada 2016 tersebut di Indonesia.
Pasalnya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan bahwa Sienta tidak diproduksi lagi.
“Toyota Sienta tidak diproduksi lagi,” tegas Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN di Karawang beberapa waku lalu.
Hilangnya Toyota Sienta dari pasar otomotif Indonesia memang sebenarnya sudah bisa diprediksi. Pasalnya mobil itu telah hilang dari situs resmi pada April 2022.
Namun ketika itu Toyota Astra Motor selaku APM menegaskaan mobil masih bisa dibeli dengan status Spot Order. Pelanggan pun harus menunggu selama tiga bulan bila memang benar ingin mendapatkannya.
Sayangnya Bob Azzam tidak menyebut akan meluncurkan generasi baru dari Toyota Sienta sebagai penggantinya. Padahal model yang sudah dijual di Jepang sejak Agustus 2022 tersebut memiliki daya tarik tersendiri.
Selain sudah menggunakan platform baru Toyota New Global Architecture (TNGA), Sienta generasi ketiga juga mendapat ubahan total pada desain eksterior maupun interior.
Tampilan luarnya kini dibuat lebih mengkotak dibanding generasi sebelumnya dan tak memiliki garis aerodinamika yang rumit. Namun keunggulan utamanya yaitu Sliding Door tetap dipertahankan oleh pabrikan.
Masuk ke dalam kabin, dashboard tampil modern dengan beragam fitur. Mulai layar berukuran 10.2 inci, digital instrument cluster hingga konsol tengah yang posisinya tinggi.
Tetapi Toyota cuma menyematkan air circulator seperti Calya untuk penumpang baris kedua. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kebanyakan MPV di Indonesia karena memanfaatkan Double Blower.
Jantung mekanisnya menarik karena Toyota memberi dua pilihan yaitu mesin pembakaran konvensional dan hybrid. Untuk pilihan mesin bensin pelanggan mendapat Dynamic Force Engine berkapasitas 1.500 cc (M15A-FKS) yang sanggup mencapai efisiensi bahan bakar 18.3 km per liter.
Sementara varian hybrid diklaim mampu mencapai efisiensi bahan bakar lebih tinggi yaitu 28 km per liter. Hal ini dimungkinkan karena mesin Dynamic Force Engine (M15A-FXE) 1.500 cc telah dikawinkan dengan teknologi hybrid.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E