Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Kapal pengangkut mobil listrik bernama Morning Midas yang terbakar di laut Alaska dinyatakan tenggelam
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu terjadi kebakaran kapal pengangkut mobil listrik. Kini tersiar kabar terbaru dari tragedi satu itu.
Melansir laporan Carscoops pada Kamis (26/06), kapal Morning Midas akhirnya tenggelam di perairan internasional sekitar 724 km barat daya, Alaska.
“Penjaga pantai Amerika Serikat (AS) mengatakan kapal itu terbalik sekitar pukul 5.35 sore (waktu setempat),” tulis mereka.
Lebih jauh disebutkan kalau kapal yang terbakar pada awal Juni ini tenggelam hingga kedalam 4,9 meter.
Membuat sebagian orang khawatir atas insiden tersebut. Mengingat di dalam kapal Morning Midas ada sekitar 3.000 kendaraan roda empat.
681 unit di antaranya adalah mobil hybrid. Kemudian terdapat 70 Battery Electric Vehicle (BEV) asal Cina.
Otomatis dengan tenggelamnya kapal satu ini, maka limbah bekas kebakaran berpotensi bakal mencemari laut.
“Saat kapal tenggelam terdapat 350 metrik ton minyak dan 1.530 metrik ton Bahan Bakar Minyak (BBM),” lanjut mereka.
Meski begitu penjaga pantai mengatakan belum ada laporan mengenai pencemaran akibat tenggelamnya kapal pengangkut mobil listrik asal Tiongkok itu.
Namun mereka terus memantau keadaan di sekitar lokasi kejadian. Sehingga bisa melakukan respons cepat jika ditemukan pencemaran.
“Dua kapal penyelamat juga masih berada di lokasi. Lalu dilengkapi dengan peralatan tanggap pencemaran di dalamnya jika diperlukan,” pungkas mereka.
Sebagai informasi, kapal Morning Midas berlayar dari Cina sejak 26 Mei 2025. Mereka rencananya mau menuju ke Lazaro Cardenas, Meksiko.
Zodiac Maritim selaku pemilik kapal mengatakan bahwa api pertama kali berasal dari ruangan yang membawa mobil listrik.
“Awak kapal segera memulai prosedur pemadaman kebakaran darurat menggunakan sistem pemadaman di kapal,” bunyi pernyataan resmi Zodiac Maritime.
Berbagai upaya pun dilakukan oleh para awak kapal guna menjinakan api yang berasal dari ratusan mobil listrik.
Akan tetapi usaha itu tidak membuahkan hasil. Api terus membesar dan melalap seluruh bagian kapal Morning Midas.
“Meskipun mereka sudah berusaha, situasi tidak dapat dikendalikan,” lanjut perusahaan asal Inggris tersebut.
Seluruh awak kapal yang berjumlah 22 orang itu lantas menghubungi penjaga pantai Amerika Serikat (AS).
Mereka memutuskan untuk pergi memakai sekoci guna menyelamatkan diri. Kemudian ditolong oleh kapal yang kebetulan melintas.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta