Jokowi Minta Transisi Kendaraan Listrik Dipercepat

Jokowi minta transisi kendaraan listrik dipercepat untuk mengurangi polusi udara yang ada terjadi di Jakarta

Jokowi Minta Transisi Kendaraan Listrik Dipercepat
Adi Hidayat

TRENOTO – Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi minta transisi kendaraan listrik dipercepat pemerintah provinsi DKI. Dengan akselerasi tersebut diharapkan polusi udara yang kebanyakan berasal dari sektor transportasi bisa teratasi.

Permintaan disampaikan langsung oleh Jokowi pada Heru Budi Hartono, Penjabat Gubernur DKI saat rapat terbatas terkait pencemaran udara.

“Hari ini Presiden memimpin rapat tentang polusi, salah satu yang ditugaskan kepada kami supaya bisa mempercepat transisi kendaraan listrik khususnya Transjakarta. Tadi diminta ditambah unit di 2024 namun sedang dihitung kemampuan dari APBD DKI,” ungkap Heru pada medua (28/08).

Cek Tarif dan Rute LRT Jabodebek, Beroperasi Mulai Hari Ini
Photo : TrenOto

Dilansir Antara, ia juga sudah meminta pada pemerintah daerah seperti Bogor, Bekasi, Depok untuk turut serta membeli mobil atau motor listrik. Semakin banyak yang ikut dalam program maka kualitas udara bisa segera membaik.

Selain ramah lingkungan kendaraan listrik juga lebih efisien. Dalam studi Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) ditemukan bahwa energy loss (kehilangan energi) hanya 11 persen.

Dikutip Katadata, angkanya lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) yang memiliki potensi kerugian energi sekitar 54 persen.

Tak hanya itu, KPBB juga melihat bahwa emisi kendaraan bermotor mencapai 105 MtonCO2e. Jumlahnya meningkat jadi 255 MtonCO2e pada 2019 dan akan terus naik hingga 470 MtonCO2e di 2030.

Tapi bila ada peralihan ke maka emisi transportasi bisa hanya 190 MtonCO2e pada 2030. Inilah mengapa mobil dan motor listrik dianggap menjadi solusi atas masalah polusi dari sektor transportasi.

Selain transisi kendaraan elektrifikasi, pemda DKI Jakarta juga meminta pengelola gedung tinggi untuk menyemprotkan air dari atas secara serentak. Langkah tersebut diyakini dapat mengurangi pencemaran.

Mobil listrik murah tetap perlu perhatikan faktor keselamatan
Photo : TrenOto

“Tahapannya saya konsentrasi dulu ke gedung-gedung Pemda DKI, Balai Kota, Kantor Wali Kota dinas-dinas, sambil proses menyosialisasikan gedung-gedung milik swasta, pemerintah pusat dan BUMN. Itu tugas yang diberikan Presiden,” ujarnya.

Presiden juga telah meminta semua pihak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi untuk menambah jumlah pohon.


Terkini

otosport
Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Alex Marquez Solid Terdepan

Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona 

komunitas
JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung

mobil
BYD Atto 1

Spesifikasi BYD Atto 1 Terbaru, Harga Rp 199 Jutaan

BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta

mobil
BYD Atto 1

Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat

BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif

otosport
MotoGP Catalunya 2026

Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2026: Martin Siap Dominasi

Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia