Jasa Marga Kembali Lakukan Perbaikan di 5 Titik Tol TransJawa
03 November 2025, 08:00 WIB
Jalan Tol Serang - Panimbang telah diresmikan dan beroperasi tanpa tarif. Sayangnya, pengelola belum relokasi 2 SD yang digusur
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jalan Tol Serang - Panimbang Seksi 1 (Serang - Rangkasbitung) telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu. Kehadiran jalan tol ini diharapkan bisa mempersingkat waktu tempuh masyarakat dari Serang ke Panimbang atau sebaliknya.
Presiden Jokowi memang masih terus fokus untuk melakukan pembangunan jalan tol di Indonesia. Bahkan pembangunan jalan tol masih terus dikerjakan meski sempat tertunda karena pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
Saat ini, jalan tol telah beroperasi tanpa tarif. Langkah ini dilakukan untuk melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat yang melintasi jalan tol tekait rambu-rambu lalu lintas, aturan serta tata tertib berkendara di jalan tol dan sebagainya.
Jalan Tol Serang - Panimbang sejatinya membentang sepanjang 83,7 km. Namun pembangunannya dibagi menjadi 3 Seksi, yakni Seksi 1 Ruas Serang – Rangkasbitung (26,50 Km), Seksi 2 Ruas Rangkasbitung - Cileles (24,17 Km) dan Seksi 3 Ruas Cileles - Panimbang (33 Km).
Sementara untuk seksi 2 kini dalam tahap konstruksi dengan progres mencapai 13,21 %. Pengerjaan Seksi 2 diharapkan dapat bersamaan dengan penyelesaian Seksi 3 ruas Cileles - Panimbang yang akan dimulai awal 2022 dan diperkirakan akan tuntas pada 2023.
"Melalui kehadiran Jalan Tol Serang - Panimbang ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan dapat memicu pertumbuhan perekonomian masyarakat di sekitar jalan tol," ungkap Ali Rachmadi, Kepala Bidang Operasi & Pemeliharaan.
Dalam sebuah pembangunan, tentu ada tantangan pada setiap prosesnya. Hal ini pun terjadi pada Jalan Tol Serang – Panimbang yang harus menggusur 4 sekolah dasar yaitu SDN Cilayang Guha, SD Seba, SDN Cikeusal dan SD Cipete.
Saat ini, pembangunan SD Seba sudah selesai dan segera dilakukan proses serah terima. Sementara untuk SDN Cilayang Guha, pembangunannya sudah rampung 68 persen. Untuk SDN Cikeusal dan SD Cipete hingga saat ini belum bisa dibangun karena lahan pengganti masih belum ada.
Kondisi ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Serang. Mereka meminta agar Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) selaku pelaksana pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang memenuhi janjinya untuk segera merelokasi SD yang telah digusur.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 November 2025, 08:00 WIB
27 September 2025, 11:00 WIB
22 September 2025, 07:00 WIB
19 Agustus 2025, 11:00 WIB
14 Juli 2025, 07:00 WIB
Terkini
07 Desember 2025, 19:00 WIB
Varian terbaru dari iCar V23 didukung teknologi swap baterai, harganya disebut bakal semakin kompetitif
07 Desember 2025, 17:10 WIB
Mahindra lebih pilih fokus bentuk pasar di Indonesia sebelum memutuskan untuk merakit mobil secara lokal
07 Desember 2025, 15:00 WIB
Bburago ungkap bahwa peminat diecast di Indonesia semakin tinggi dan mencari model yang memiliki nilai tambah
07 Desember 2025, 13:00 WIB
Vinfast menilai kesuksesan tujuh orang tersebut mampu menginspirasi banyak masyarakat yang ada di Tanah Air
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Pihak Kalista siap membantu Transjakarta mencapai target 10.000 unit armada elektrifikasi per 2030 mendatang
07 Desember 2025, 09:00 WIB
Aplikasi Digiroom Auto2000 mengalami pembaruan dengan fokus pada enam jenis fitur yang memudahkan pelanggan
07 Desember 2025, 07:00 WIB
Chery Sales Indonesia menjadi official mobility partner para atlet NPC yang akan berkompetisi di Dubai
06 Desember 2025, 21:00 WIB
Aplikasi Digiroom milik Auto2000 diklaim mendapat respon positif dari para pelanggan setianya di Tanah Air