BYD Racco Resmi Hadir di Sri Lanka, Harganya Setengah Miliar Lebih
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Perlu ada kenaikan harga bertahap, sebab mobil listrik impor dinilai bakal sulit bertahan tanpa insentif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Diberhentikannya insentif impor mobil listrik dinilai dapat membuat penjualan mobil listrik di Indonesia saat ini bisa turun drastis.
Apalagi jika manufaktur penerima insentif impor mobil listrik belum dapat merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai perjanjian.
Harga mobil listrik berpeluang melambung naik karena dibebankan biaya bea masuk dan berimbas pada penurunan penjualan.
Ekonom menilai perlu ada transisi kebijakan agar harga mobil listrik impor yang banyak berkontribusi terhadap penjualan bisa dipertahankan.
Pertama adalah penurunan benefit secara bertahap alih-alih secara langsung. Perlu diketahui, saat ini mobil listrik Completely Built Up (CBU) tidak dikenakan pajak impor.
“Tiered Incentives berbasis TKDN, CO2 atau performa efisiensi. Sehingga merek yang cepat produksi lokal dapat mempertahankan harga kompetitif,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Selanjutnya adalah pembebasan bea masuk komponen dan kemudahan investasi alat maupun baterai di dalam negeri.
Kemudian agar tetap punya daya tarik dari perspektif konsumen, Josua menyarankan adanya keringanan kebijakan lain.
“Misalnya insentif parkir, tol atau ganjil-genap untuk EV (buatan) lokal. Agar gap harga efektif tetap rasional, sambil mendorong learning curve manufaktur domestik,” tegas Josua.
Sebagai informasi, kenaikan harga mobil listrik impor tanpa insentif bisa bervariasi. Pada model dengan harga on the road Rp 190 jutaan, banderol itu dapat naik pesat ke Rp 300 jutaan.
Akibat kenaikan Rp 200 juta sampai Rp 300 jutaan pasca dibebankan biaya bea masuk, calon konsumen mobil listrik disebut bisa beralih ke opsi lain.
Tidak hanya mobil listrik, masih ada mobil hybrid dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang dilego kompetitif.
Jika pemerintah ingin menggencarkan penggunaan mobil listrik murni di dalam negeri, perlu ada transisi yang sesuai sebelum insentif impor disetop secara total.
Sehingga harga mobil listrik yang tadinya diminati masyarakat atau dapat menjangkau lebih banyak konsumen, tidak langsung naik secara tajam melainkan bertahap.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan