Hyundai Ioniq 5 Ditawarkan Dengan Sistem Sewa Mulai Rp 15 Juta
12 Februari 2026, 11:00 WIB
Hyundai recall Palisade model tahun 2020-2021 dilakukan pada Agustus 2022, lalu diperluas ke model terbarunya
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Hyundai telah melakukan recall untuk sejumlah unit Palisade yang dijual di wilayah AS (Amerika Serikat) pada Agustus 2022. Namun saat ini nampaknya recall Palisade juga harus mencakup unit terbarunya 2022 – 2023.
Sebelumnya Hyundai melakukan recall akibat masalah wiper pada 126.081 unit Palisade keluaran 2020 – 2021. Hasilnya ditemukan bahwa wiper bisa berhenti berfungsi jika terhalang oleh salju atau es yang bertumpuk di area kaca depan.
Kemudian bagian gir internal penggerak wiper ternyata bisa rusak jika terkena tekanan atau hambatan eksternal saat sedang dioperasikan.
Dikutip dari Carscoops, Office of Defects Investigation sebagai bagian dari NHTYSA (National Highway Traffic Safety Administration) di AS. Disebutkan bahwa kondisi wiper gagal berfungsi juga terjadi pada model produksi 2022 – 2023.
Menyusul hal tersebut maka diperkirakan Hyundai Palisade recall kembali termasuk unit keluaran baru juga.
Sebelumnya Hyundai juga melakukan recall terpisah untuk Palisade dengan keluhan berbeda. Bersamaan recall Kia Telluride ini dilakukan akibat adanya benda asing yang dapat mengkontaminasi papan sirkuit dan meningkatkan risiko korsleting listrik hingga kebakaran.
New Hyundai Palisade di Indonesia meluncur pada 29 Juli 2022. Mengisi segmen SUV (Sport Utility Vehicle) mobil ini mendapatkan respon positif dari konsumen Tanah Air.
Pada hari pertama pemesanan Hyundai mengklaim telah mengantongi 700 permintaan. Unitnya juga akan didistribusikan kepada konsumen secara bertahap.
Dari antara 700 unit tipe Signature 2WD mendominasi pemesanan. Harganya adalah Rp977 juta, sedangkan tipe di atasnya Signature AWD dibanderol Rp1.1 miliar.
Hyundai Palisade milik konsumen di Indonesia mengalami masalah tidak lama serah terima unit. Disebutkan setelah dua hari serah terima unit menurut kesaksian pemilik akun @martinus1293.
“Saat mau masukin mobil ke garasi rumah, tidak bisa melakukan perpindahan gigi dan stuck di D saja. Setelah dimatikan mesinnya, tidak bisa dihidupkan kembali mesinnya,” cerita Martinus kepada TrenOto beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Ia menghubungi pihak Hyundai melalui fitur Bluelink pada kendaraan. Namun tidak ada solusi untuk masalah tersebut dan pihak Hyundai menyarankan untuk melakukan towing.
“Setelah beberapa minggu pakai masalah timbul lagi karena indikator pada panel meter menyala. Kemudian di bengkel mekanik menyebut adanya masalah pada control valve transmission,” jelasnya kemudian.
TrenOto mencoba menghubungi pihak Hyundai Motors Indonesia (HMID) namun tidak ada respon lebih lanjut. Sebelumnya kami juga mencoba mengkonfirmasi terkait masalah pada Hyundai Creta namun juga tidak ada jawaban.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 11:00 WIB
07 Februari 2026, 14:00 WIB
06 Februari 2026, 15:30 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan