10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Pebalap Hayden Paddon turut terlibat dalam proyek mengubah Hyundai Kona EV jadi mobil untuk balap reli
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Hyundai Kona EV merupakan salah satu kendaraan listrik mungil dari pabrikan asal Korea Selatan. Meski dibuat untuk penggunaan harian, sebuah proyek melibatkan pebalap asal New Zealand, Hayden Paddon menyulap Kona EV jadi mobil reli.
Rakitannya dibuat menyesuaikan kebutuhan WRC (World Rally Championship), dipamerkan pada Adelaide Motorsport Festival 2023 di Australia. Untuk diketahui, proyek tersebut bermula di 2019 dan masih terus dikembangkan hingga saat ini.
“Mobil ini dirakit karena kami mencari proyek yang dapat memberikan kami sebuah faktor pembeda sebagai salah satu tim motorsport di New Zealand. Merakit mobil reli berbasis baterai belum pernah dilakukan sebelumnya,” ucap Hayden dikutip dari N Australia, Selasa (28/03).
Ia juga menyebut rakitannya masih menggunakan basis Kona EV versi produksi massal yang saat ini masih dipasarkan oleh Hyundai. Timnya kemudian memodifikasi keseluruhan mobil baik eksterior maupun interior, disesuaikan dengan kebutuhan balap reli.
“Yang Anda lihat saat ini menggunakan bodi Kona EV dan fitur-fitur orisinil mobil tersebut,” lanjutnya.
Masih menggunakan baterai prototipe, kapasitasnya adalah 23 kWh. Pihaknya tengah menyiapkan baterai berkapasitas lebih besar di 54 kWh untuk mempersenjatai sistem penggerak 4WD (Four Wheel Drive) Kona versi balapan ini.
Dipasangkan tiga motor listrik, Kona EV rakitan ini diklaim dapat menghasilkan tenaga hingga 805 hp. Namun dalam spesifikasi reli ada sedikit ubahan menggunakan dual-motor bertenaga 537 hp.
Tenaganya kemudian disalurkan ke seluruh roda melalui satu set transmisi.
Hayden mengatakan hasil rakitan tersebut merupakan salah satu mobil reli yang pernah ia coba pacu di gravel. Hanya ada satu kekurangan yakni absennya suara mesin seperti pada mobil konvensional, membuatnya terasa agak aneh dan kurang menyenangkan untuk balapan.
Bodykit-nya merupakan desain khusus hasil kerja sama dengan salah satu universitas di New Zealand. Fokus karakter desainnya adalah menciptakan downforce cukup agar mobil tidak limbung, namun juga tanpa membuat kendaraan jadi terlalu berat agar tenaga yang digunakan bisa lebih efisien.
EV ini telah berpartisipasi dalam lima balapan hillclimb dan sprint melawan mobil balap konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) dan memenangkan seluruh lomba. Ke depannya mereka berharap bisa mengikuti balap reli secara layak.
Hayden dan timnya percaya bahwa mobil balap reli bertenaga listrik akan menjadi suatu era baru di dunia motorsport.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
Terkini
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez