Hyundai Staria Hybrid Terdaftar di RI, Incar Pasar MPV Premium
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Pebalap Hayden Paddon turut terlibat dalam proyek mengubah Hyundai Kona EV jadi mobil untuk balap reli
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Hyundai Kona EV merupakan salah satu kendaraan listrik mungil dari pabrikan asal Korea Selatan. Meski dibuat untuk penggunaan harian, sebuah proyek melibatkan pebalap asal New Zealand, Hayden Paddon menyulap Kona EV jadi mobil reli.
Rakitannya dibuat menyesuaikan kebutuhan WRC (World Rally Championship), dipamerkan pada Adelaide Motorsport Festival 2023 di Australia. Untuk diketahui, proyek tersebut bermula di 2019 dan masih terus dikembangkan hingga saat ini.
“Mobil ini dirakit karena kami mencari proyek yang dapat memberikan kami sebuah faktor pembeda sebagai salah satu tim motorsport di New Zealand. Merakit mobil reli berbasis baterai belum pernah dilakukan sebelumnya,” ucap Hayden dikutip dari N Australia, Selasa (28/03).
Ia juga menyebut rakitannya masih menggunakan basis Kona EV versi produksi massal yang saat ini masih dipasarkan oleh Hyundai. Timnya kemudian memodifikasi keseluruhan mobil baik eksterior maupun interior, disesuaikan dengan kebutuhan balap reli.
“Yang Anda lihat saat ini menggunakan bodi Kona EV dan fitur-fitur orisinil mobil tersebut,” lanjutnya.
Masih menggunakan baterai prototipe, kapasitasnya adalah 23 kWh. Pihaknya tengah menyiapkan baterai berkapasitas lebih besar di 54 kWh untuk mempersenjatai sistem penggerak 4WD (Four Wheel Drive) Kona versi balapan ini.
Dipasangkan tiga motor listrik, Kona EV rakitan ini diklaim dapat menghasilkan tenaga hingga 805 hp. Namun dalam spesifikasi reli ada sedikit ubahan menggunakan dual-motor bertenaga 537 hp.
Tenaganya kemudian disalurkan ke seluruh roda melalui satu set transmisi.
Hayden mengatakan hasil rakitan tersebut merupakan salah satu mobil reli yang pernah ia coba pacu di gravel. Hanya ada satu kekurangan yakni absennya suara mesin seperti pada mobil konvensional, membuatnya terasa agak aneh dan kurang menyenangkan untuk balapan.
Bodykit-nya merupakan desain khusus hasil kerja sama dengan salah satu universitas di New Zealand. Fokus karakter desainnya adalah menciptakan downforce cukup agar mobil tidak limbung, namun juga tanpa membuat kendaraan jadi terlalu berat agar tenaga yang digunakan bisa lebih efisien.
EV ini telah berpartisipasi dalam lima balapan hillclimb dan sprint melawan mobil balap konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) dan memenangkan seluruh lomba. Ke depannya mereka berharap bisa mengikuti balap reli secara layak.
Hayden dan timnya percaya bahwa mobil balap reli bertenaga listrik akan menjadi suatu era baru di dunia motorsport.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juni 2026, 20:27 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
14 Mei 2026, 20:18 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
Terkini
19 Juni 2026, 13:00 WIB
iCar V23 memiliki kemampuan segala medan berkat dukungan fitur seperti mode berkendara dan dimensi yang tinggi
19 Juni 2026, 11:00 WIB
Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 sudah resmi dibuka, tidak ada kenaikan banderol dari tahun sebelumnya
19 Juni 2026, 09:00 WIB
Ducati DesertX V2 hadir guna menjawab kebutuhan para konsumen di Indonesia dan pencinta motor adventure
19 Juni 2026, 07:00 WIB
DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya