Produksi Hyundai Ioniq 5 Ambruk, Diskonnya Ratusan Juta
13 Maret 2026, 19:00 WIB
Pebalap Hayden Paddon turut terlibat dalam proyek mengubah Hyundai Kona EV jadi mobil untuk balap reli
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Hyundai Kona EV merupakan salah satu kendaraan listrik mungil dari pabrikan asal Korea Selatan. Meski dibuat untuk penggunaan harian, sebuah proyek melibatkan pebalap asal New Zealand, Hayden Paddon menyulap Kona EV jadi mobil reli.
Rakitannya dibuat menyesuaikan kebutuhan WRC (World Rally Championship), dipamerkan pada Adelaide Motorsport Festival 2023 di Australia. Untuk diketahui, proyek tersebut bermula di 2019 dan masih terus dikembangkan hingga saat ini.
“Mobil ini dirakit karena kami mencari proyek yang dapat memberikan kami sebuah faktor pembeda sebagai salah satu tim motorsport di New Zealand. Merakit mobil reli berbasis baterai belum pernah dilakukan sebelumnya,” ucap Hayden dikutip dari N Australia, Selasa (28/03).
Ia juga menyebut rakitannya masih menggunakan basis Kona EV versi produksi massal yang saat ini masih dipasarkan oleh Hyundai. Timnya kemudian memodifikasi keseluruhan mobil baik eksterior maupun interior, disesuaikan dengan kebutuhan balap reli.
“Yang Anda lihat saat ini menggunakan bodi Kona EV dan fitur-fitur orisinil mobil tersebut,” lanjutnya.
Masih menggunakan baterai prototipe, kapasitasnya adalah 23 kWh. Pihaknya tengah menyiapkan baterai berkapasitas lebih besar di 54 kWh untuk mempersenjatai sistem penggerak 4WD (Four Wheel Drive) Kona versi balapan ini.
Dipasangkan tiga motor listrik, Kona EV rakitan ini diklaim dapat menghasilkan tenaga hingga 805 hp. Namun dalam spesifikasi reli ada sedikit ubahan menggunakan dual-motor bertenaga 537 hp.
Tenaganya kemudian disalurkan ke seluruh roda melalui satu set transmisi.
Hayden mengatakan hasil rakitan tersebut merupakan salah satu mobil reli yang pernah ia coba pacu di gravel. Hanya ada satu kekurangan yakni absennya suara mesin seperti pada mobil konvensional, membuatnya terasa agak aneh dan kurang menyenangkan untuk balapan.
Bodykit-nya merupakan desain khusus hasil kerja sama dengan salah satu universitas di New Zealand. Fokus karakter desainnya adalah menciptakan downforce cukup agar mobil tidak limbung, namun juga tanpa membuat kendaraan jadi terlalu berat agar tenaga yang digunakan bisa lebih efisien.
EV ini telah berpartisipasi dalam lima balapan hillclimb dan sprint melawan mobil balap konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) dan memenangkan seluruh lomba. Ke depannya mereka berharap bisa mengikuti balap reli secara layak.
Hayden dan timnya percaya bahwa mobil balap reli bertenaga listrik akan menjadi suatu era baru di dunia motorsport.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Maret 2026, 19:00 WIB
13 Maret 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 07:00 WIB
19 Februari 2026, 13:00 WIB
18 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
21 Maret 2026, 11:56 WIB
Kontrak antara Fermin Aldeguer dengan VR46 Racing Team disebut lebih menguntungkan, berlaku musim depan
20 Maret 2026, 17:21 WIB
Bezzecchi akan kembali bertarung dengan Acosta dan Marquez dalam ajang MotoGP Brasil 2026 akhir pekan nanti
20 Maret 2026, 13:31 WIB
Versi terbaru dari Xpeng P7 disematkan sistem ADAS yang lebih mumpuni, diproyeksikan segera masuk Indonesia
20 Maret 2026, 11:00 WIB
Dishub telah sediakan 21 kantong parkir buat acara Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 Hijriah
20 Maret 2026, 09:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat penyelenggaraan Jakarta Bedug Kolosal yang dilangsungkan hari ini
19 Maret 2026, 21:30 WIB
Tidak hanya menggelar mudik gratis, Federal Oil layani pemotor yang ingin beristirahat di sejumlah posko
19 Maret 2026, 15:00 WIB
Harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, cocok bagi Anda yang ingin memanfaatkan THR setelah Lebaran.
19 Maret 2026, 13:17 WIB
Jalur fungsional Tol Japek II Selatan resmi dibuka untuk masyarakat yang ingin berpergian ke Jabodetabek