Hyundai Beri Sinyal Kehadiran Stargazer Facelift Tahun Ini
01 April 2025, 11:00 WIB
Hyundai alami penurunan laba di kuartal ketiga akibat banyaknya tekanan di beberapa negara termasuk Amerika
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai Motor Company mengalami perlambatan permintaan sekaligus peningkatan persaingan. Situasi tersebut menyebabkan laba kuartal ketiga mengalami penurunan sebesar 7 persen dan nilai saham turun lebih dari 5 persen.
Meski demikian perusahaan asal Korea Selatan tersebut masih tetap mempertahankan target pendapatan mereka.
“Situasi bisnis untuk industri otomotif memburuk,” ungkap Lee Seung-jo, CFO Hyundai Motor beberapa waktu lalu.
Dilansir Reuters, Hyundai Motor bersama Kia Corporation saat ini telah menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia dari sisi penjualan.
Sepanjang Juli hingga September 2024 mereka telah meraih laba operasional sebesar 3,6 triliun Won (Rp 40,7triliun) atau turun dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 3,8 triliun Won (Rp 43 triliun).
Angka tersebut pun bahkan lebih rendah dari perkiraan pendapatan rata-rata 3,9 triliun Won (Rp 44,1 triliun) yang sudah disusun pihak ketiga.
Terganggungnya laba perusahaan disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah biaya garansi sebesar 320 miliar Won untuk Hyundai Santa Fe di Amerka Serikat.
Selain itu perusahaan juga melakukan banyak insentif penjualan guna mengatasi perlambatan permintaan mobil global.
Situasi tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga beberapa waktu ke depan. Tidak stabilnya kondisi politik di beberapa negara termasuk Amerika Serikat serta pecahnya perang di beberapa lokasi menyebabkan tekanan industri otomotif semakin besar.
Meski demikian pabrikan asal Korea Selatan tersebut tetap optimis bisa mencapai target penjualan mereka di akhir tahun nanti. Pasalnya saat ini mereka telah melakukan beragam pengembangan produk agar tetap menarik perhatian.
Salah satunya adalah dengan mulai menghadirkan mobil Hybrid di beberapa negara, termasuk Indonesia. Langkah itu sangat penting mengingat permintaan terhadai Battery Elecric Vehicle mengalami pelambatan.
Di Indonesia, Hyundai sudah menghadirkan Santa Fe Hybrid yang sudah diproduksi secara lokal. Meski masih diproduksi untuk keperluan pasar lokal tetapi pabrikan sudah mulai mempertimbangkan mengirimnya ke beberapa negara tetangga.
Langkah tersebut dipercaya bisa meningkatkan penjualan Hyundai secara keseluruhan hingga akhir 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2025, 11:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
30 Maret 2025, 07:00 WIB
27 Maret 2025, 18:02 WIB
26 Maret 2025, 18:28 WIB
Terkini
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada