Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Hyundai alami penurunan laba di kuartal ketiga akibat banyaknya tekanan di beberapa negara termasuk Amerika
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai Motor Company mengalami perlambatan permintaan sekaligus peningkatan persaingan. Situasi tersebut menyebabkan laba kuartal ketiga mengalami penurunan sebesar 7 persen dan nilai saham turun lebih dari 5 persen.
Meski demikian perusahaan asal Korea Selatan tersebut masih tetap mempertahankan target pendapatan mereka.
“Situasi bisnis untuk industri otomotif memburuk,” ungkap Lee Seung-jo, CFO Hyundai Motor beberapa waktu lalu.
Dilansir Reuters, Hyundai Motor bersama Kia Corporation saat ini telah menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia dari sisi penjualan.
Sepanjang Juli hingga September 2024 mereka telah meraih laba operasional sebesar 3,6 triliun Won (Rp 40,7triliun) atau turun dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 3,8 triliun Won (Rp 43 triliun).
Angka tersebut pun bahkan lebih rendah dari perkiraan pendapatan rata-rata 3,9 triliun Won (Rp 44,1 triliun) yang sudah disusun pihak ketiga.
Terganggungnya laba perusahaan disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah biaya garansi sebesar 320 miliar Won untuk Hyundai Santa Fe di Amerka Serikat.
Selain itu perusahaan juga melakukan banyak insentif penjualan guna mengatasi perlambatan permintaan mobil global.
Situasi tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga beberapa waktu ke depan. Tidak stabilnya kondisi politik di beberapa negara termasuk Amerika Serikat serta pecahnya perang di beberapa lokasi menyebabkan tekanan industri otomotif semakin besar.
Meski demikian pabrikan asal Korea Selatan tersebut tetap optimis bisa mencapai target penjualan mereka di akhir tahun nanti. Pasalnya saat ini mereka telah melakukan beragam pengembangan produk agar tetap menarik perhatian.
Salah satunya adalah dengan mulai menghadirkan mobil Hybrid di beberapa negara, termasuk Indonesia. Langkah itu sangat penting mengingat permintaan terhadai Battery Elecric Vehicle mengalami pelambatan.
Di Indonesia, Hyundai sudah menghadirkan Santa Fe Hybrid yang sudah diproduksi secara lokal. Meski masih diproduksi untuk keperluan pasar lokal tetapi pabrikan sudah mulai mempertimbangkan mengirimnya ke beberapa negara tetangga.
Langkah tersebut dipercaya bisa meningkatkan penjualan Hyundai secara keseluruhan hingga akhir 2024.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
03 Juli 2026, 07:58 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia