Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai alami penurunan laba di kuartal ketiga akibat banyaknya tekanan di beberapa negara termasuk Amerika
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai Motor Company mengalami perlambatan permintaan sekaligus peningkatan persaingan. Situasi tersebut menyebabkan laba kuartal ketiga mengalami penurunan sebesar 7 persen dan nilai saham turun lebih dari 5 persen.
Meski demikian perusahaan asal Korea Selatan tersebut masih tetap mempertahankan target pendapatan mereka.
“Situasi bisnis untuk industri otomotif memburuk,” ungkap Lee Seung-jo, CFO Hyundai Motor beberapa waktu lalu.
Dilansir Reuters, Hyundai Motor bersama Kia Corporation saat ini telah menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia dari sisi penjualan.
Sepanjang Juli hingga September 2024 mereka telah meraih laba operasional sebesar 3,6 triliun Won (Rp 40,7triliun) atau turun dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 3,8 triliun Won (Rp 43 triliun).
Angka tersebut pun bahkan lebih rendah dari perkiraan pendapatan rata-rata 3,9 triliun Won (Rp 44,1 triliun) yang sudah disusun pihak ketiga.
Terganggungnya laba perusahaan disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah biaya garansi sebesar 320 miliar Won untuk Hyundai Santa Fe di Amerka Serikat.
Selain itu perusahaan juga melakukan banyak insentif penjualan guna mengatasi perlambatan permintaan mobil global.
Situasi tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga beberapa waktu ke depan. Tidak stabilnya kondisi politik di beberapa negara termasuk Amerika Serikat serta pecahnya perang di beberapa lokasi menyebabkan tekanan industri otomotif semakin besar.
Meski demikian pabrikan asal Korea Selatan tersebut tetap optimis bisa mencapai target penjualan mereka di akhir tahun nanti. Pasalnya saat ini mereka telah melakukan beragam pengembangan produk agar tetap menarik perhatian.
Salah satunya adalah dengan mulai menghadirkan mobil Hybrid di beberapa negara, termasuk Indonesia. Langkah itu sangat penting mengingat permintaan terhadai Battery Elecric Vehicle mengalami pelambatan.
Di Indonesia, Hyundai sudah menghadirkan Santa Fe Hybrid yang sudah diproduksi secara lokal. Meski masih diproduksi untuk keperluan pasar lokal tetapi pabrikan sudah mulai mempertimbangkan mengirimnya ke beberapa negara tetangga.
Langkah tersebut dipercaya bisa meningkatkan penjualan Hyundai secara keseluruhan hingga akhir 2024.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan