Honda dan Nissan Mau Bikin SUV Penantang Toyota Land Cruiser

Honda berminat pakai Nissan Armada sebagai basis untuk SUV baru mereka, sasar segmen Toyora Land Cruiser

Honda dan Nissan Mau Bikin SUV Penantang Toyota Land Cruiser

KatadataOTO – Belum lama ini Honda dan Nissan berdiskusi soal peluang merger untuk difinalisasi pada Juni 2025. Rencana itu turut melibatkan satu lagi raksasa otomotif asal Jepang yakni Mitsubishi, yang memang sudah beraliansi dengan Nissan.

Jika keputusan merging itu sukses maka per 2026 ketiga entitas itu bakal menjadi manufaktur bernilai 50 miliar USD, merek ketiga terbesar setelah Toyota dan VW Group.

Rencana merging itu juga dilakukan pasca rumor beredar bahwa Nissan berada dalam kondisi tidak baik.

Meskipun belum ada keputusan akhir, pihak Honda sudah memikirkan langkah buat memanfaatkan merging itu. Salah satunya adalah pengembangan SUV baru di segmen Land Cruiser menggunakan basis model terdahulu seperti Nissan Armada.

Honda dan Nissan Mau Bikin SUV Pesaing Toyota Land Cruiser
Photo : Nissan

Hal ini diungkapkan oleh seorang pihak eksekutif Honda yang tidak disebutkan namanya. Di masa mendatang ada peluang Honda dan Nissan mengembangkan full size SUV bersama.

Armada sendiri dikenal sebagai Nissan Pathfinder Armada, SUV berukuran besar pakai mesin berkapasitas 5.600 cc dengan klaim tenaga 317 hp dan torsi puncak 523,6 Nm.

“Buat jangka waktu pendek khususnya di pasar Amerika Serikat, Nissan punya banyak jenis kendaraan di kelas yang tidak kita miliki,” kata Noriya Kaihara, Direktur dan Executive Vice President Honda Motor Company dikutip dar Caranddriver, Kamis (9/1).

Melihat hal tersebut sepertinya SUV bongsor yang bakal dikembangkan bersama itu bakal lebih dulu dipasarkan di AS buat melawan produk Jepang lain seperti Toyota Land Cruiser.

Selain potensi pengembangan, bukan tidak mungkin juga Honda akan melakukan rebadge model Nissan terdahulu guna melawan pesaing seperti Jeep Wagoneer dan Toyota Sequoia di AS.

Honda dan Nissan Mau Bikin SUV Pesaing Toyota Land Cruiser
Photo : Nissan

Model itu juga dapat dihadirkan sebagai kendaraan premium di bawah merek Acura. Nantinya akan melawan Cadillac Escalade sampai Lexus LX.

Jika hadir di Indonesia, maka harganya bisa tembus miliaran rupiah. Mengingat saat ini Lexus LX dijual mulai Rp 3 miliar sampai Rp 3,5 miliaran sementara Toyota Land Cruiser mulai Rp 2,6 miliar OTR (On The Road) Jakarta

Sayangnya sampai sekarang belum ada penjelasan lebih lanjut apa dampak merger Honda, Nissan dan Mitsubishi buat pasar Indonesia.


Terkini

mobil
Kendaraan Niaga Sumbang 55 Persen Penjualan Daihatsu di November

Upaya Daihatsu Gairahkan Kembali Penjualan LCGC di Tanah Air

Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi

mobil
Jetour T2 PHEV

Peluncuran Jetour T2 PHEV Tak Akan Terganggu Insiden di Jagorawi

Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 16 Februari

Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung saat Cuti Bersama Tahun Baru Imlek

Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Pada 16 Hingga 17 Februari 2026

Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.

news
Ipone

Booth Ipone di IIMS 2026 Jadi Magnet Para Bikers

Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung

news
Motul

Ramaikan IIMS 2026, Motul Hadirkan Sejumlah Inovasi

Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air

mobil
Denza D9

Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9

Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain