Harga VinFast Tidak Turun Meski Sudah Diproduksi Lokal

VinFast ungkap harga mobil CKD tidak akan berbeda dengan CBU karena banderol saat ini sudah dibantu insentif

Harga VinFast Tidak Turun Meski Sudah Diproduksi Lokal
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 16 Desember 2025 | 08:00 WIB

KatadataOTO – Meski diproduksi langsung di Indonesia, VinFast mengungkap tidak serta merta membuat harga jual turun. Pasalnya saat ini mobil yang dijual di Tanah Air sudah mendapat beragam insentif.

Dengan demikian harga penawaran pun sudah sangat kompetitif. Sehingga banderol mobil buatan Tanah Air pun jadi tidak bisa menjadi lebih murah.

“Meski saat ini mobil yang kami jual masih CBU, semua unit sudah mendapat insentif dari pemerintah. Sehingga harganya kemungkinan tidak ada perbedaan,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia (15/12).

Jenis insentif mobil listrik CBU pun sangat beragam, seperti bebas bea impor kendaraan hingga PPnBM. Sehingga harganya jadi tidak berbeda jauh bila dibandingkan produksi lokal.

“Jadi harga VinFast CKD nantinya tidak akan berbeda bila dibandingkan produk CBU,” tambahnya kemudian.

Vinfast
Photo: Istimewa

Ia pun mengungkap bahwa produk CKD nantinya mulai didistribusikan mulai tahun depan. VF 3 akan menjadi model pertama yang diproduksi di Indonesia lalu menyusul produk-produk lain sesuai kebutuhan pasar.

“Untuk model yang akan diproduksi di sini mencakup VF 3, VF 5, VF 6, VF 7 dan nantinya MPV. Kami sadar potensi pada segmen tersebut masih sangat besar di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa VinFast resmi membuka pabrik mereka di Subang, Indonesia. Kehadirannya menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangan pasar mobil listrik di Tanah Air.

Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 171 hektar dan dibangun dalam beberapa tahap. Fase pertama telah selesai dibangun hanya dalam waktu 17 bulan serta menghabiskan dana pembangunan sebesar Rp 4,8 triliun.

Vinfast
Photo: KatadataOTO

VinFast mengklaim bahwa dengan ini mereka mampu memproduksi sedikitnya 50.000 unit kendaraan setiap tahunnya. Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk pasar Indonesia dan bahkan buat ekspor.

Sementara fase berikutnya akan dibangun secara bertahap, sesuai kebutuhan pasar. Bila seluruh tahap rampung maka investasi yang dikeluarkan bakal mencapai USD 1 miliar kapasitas produksi bisa meningkat hingga 350.000 unit pertahun.


Terkini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia

mobil
BYD Atto 1

BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR

Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru

mobil
Chery QQ

Belum Rilis, Chery QQ 3 EV Bisa Dipesan Dengan Modal Rp 5 Juta

Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta

mobil
Changan REEV

Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah

Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta

komunitas
Suzuki

Burgman Fun Rally 2026 Jadi Wadah Kumpul Komunitas Motor Suzuki

Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka

komunitas
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajah Pintu Gerbang Sumatera

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung