Fenomena DP Rendah LCGC di Pameran Picu SPK Semu
13 Februari 2026, 07:00 WIB
Meski pemerintah mengizinkan kenaikan, harga Toyota Agya LCGC diklaim tidak akan mencapai Rp200 juta
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemerintah resmi mengizinkan produsen otomotif untuk menaikkan harga mobil LCGC (low cost green car), dengan besaran 5 persen.
Sebelumnya Kemenperin (Kementerian Perindustrian) kenaikan ini dinilai telah mempertimbangkan daya beli masyarakat, dan telah mendapatkan persetujuan.
Sebagai salah satu pabrikan yang terpengaruh kebijakan tersebut, Toyota mengatakan beredar pembicaraan bahwa kenaikan tersebut bisa membuat banderol LCGC-nya tembus Rp200 juta.
Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM (Toyota Astra Motor) menegaskan bahwa meski belum ada proyeksi detail terkait kenaikan, harga Toyota Agya tetap tidak akan melebihi Rp200 juta.
“Ada produk baru dengan perubahan dari platform, mesin hingga transmisi kita menaikkan harga ini masih di bawah selling price,” ucapnya saat GJAW 2023 di JCC Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan pihaknya menghargai keputusan pemerintah yang memberi kesempatan pada pabrikan untuk menaikkan harga LCGC. Namun Toyota juga tetap akan memperhatikan kebutuhan konsumen dan tidak akan sembarang menaikkan harga.
“Kami lapor pak Menko dan pak Menteri bahwa harganya masih kompetitif, starting price Toyota Agya masih di Rp160 jutaan. Tidak seperti gosip di luar di atas Rp200 juta,” tegasnya.
Kalaupun nantinya ada kenaikkan, Anton mengatakan rentangnya adalah Rp10 juta. Namun dengan pergantian model hingga mesin ia yakin ada nilai lebih yang juga bisa dinikmati konsumen.
Dodiet Prasetyo, Koordinator Fungsi Industri Alat Transportasi Darat, Direktorat IMATAP (Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan) mengatakan bahwa Menperin telah menyetujui kenaikan harga batas atas LCGC tersebut.
Mengacu pada ketentuan tersebut, maka besaran kenaikannya kira-kira adal di kisaran Rp6 jutaan. Kenaikan diizinkan mempertimbangkan beragam faktor seperti harga bahan baku mobil dan kondisi perekonomian.
Meskipun begitu, penjualan LCGC diperkirakan masih akan tetap meningkat. Pemerintah juga masih mendorong jenis kendaraan ini untuk mendukung efisiensi bahan bakar guna mengurangi impor BBM.
“Prediksi kami bahwa produksi kendaraan KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau) tetap akan meningkat, mengingat akan terdapat refreshment full model change kendaraan KBH2 yang dapat meningkatkan keberterimaannya oleh masyarakat,” ucap Dodiet dikutip dari Antara, Minggu (12/03).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 07:00 WIB
09 Februari 2026, 07:32 WIB
19 Desember 2025, 12:00 WIB
29 November 2025, 08:00 WIB
28 Oktober 2025, 12:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan