Eric Saputra Naik Podium Tertinggi di OMR Agya Mandalika
21 Juni 2026, 13:23 WIB
Meski pemerintah mengizinkan kenaikan, harga Toyota Agya LCGC diklaim tidak akan mencapai Rp200 juta
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemerintah resmi mengizinkan produsen otomotif untuk menaikkan harga mobil LCGC (low cost green car), dengan besaran 5 persen.
Sebelumnya Kemenperin (Kementerian Perindustrian) kenaikan ini dinilai telah mempertimbangkan daya beli masyarakat, dan telah mendapatkan persetujuan.
Sebagai salah satu pabrikan yang terpengaruh kebijakan tersebut, Toyota mengatakan beredar pembicaraan bahwa kenaikan tersebut bisa membuat banderol LCGC-nya tembus Rp200 juta.
Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM (Toyota Astra Motor) menegaskan bahwa meski belum ada proyeksi detail terkait kenaikan, harga Toyota Agya tetap tidak akan melebihi Rp200 juta.
“Ada produk baru dengan perubahan dari platform, mesin hingga transmisi kita menaikkan harga ini masih di bawah selling price,” ucapnya saat GJAW 2023 di JCC Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan pihaknya menghargai keputusan pemerintah yang memberi kesempatan pada pabrikan untuk menaikkan harga LCGC. Namun Toyota juga tetap akan memperhatikan kebutuhan konsumen dan tidak akan sembarang menaikkan harga.
“Kami lapor pak Menko dan pak Menteri bahwa harganya masih kompetitif, starting price Toyota Agya masih di Rp160 jutaan. Tidak seperti gosip di luar di atas Rp200 juta,” tegasnya.
Kalaupun nantinya ada kenaikkan, Anton mengatakan rentangnya adalah Rp10 juta. Namun dengan pergantian model hingga mesin ia yakin ada nilai lebih yang juga bisa dinikmati konsumen.
Dodiet Prasetyo, Koordinator Fungsi Industri Alat Transportasi Darat, Direktorat IMATAP (Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan) mengatakan bahwa Menperin telah menyetujui kenaikan harga batas atas LCGC tersebut.
Mengacu pada ketentuan tersebut, maka besaran kenaikannya kira-kira adal di kisaran Rp6 jutaan. Kenaikan diizinkan mempertimbangkan beragam faktor seperti harga bahan baku mobil dan kondisi perekonomian.
Meskipun begitu, penjualan LCGC diperkirakan masih akan tetap meningkat. Pemerintah juga masih mendorong jenis kendaraan ini untuk mendukung efisiensi bahan bakar guna mengurangi impor BBM.
“Prediksi kami bahwa produksi kendaraan KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau) tetap akan meningkat, mengingat akan terdapat refreshment full model change kendaraan KBH2 yang dapat meningkatkan keberterimaannya oleh masyarakat,” ucap Dodiet dikutip dari Antara, Minggu (12/03).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Juni 2026, 13:23 WIB
02 April 2026, 07:57 WIB
13 Februari 2026, 07:00 WIB
09 Februari 2026, 07:32 WIB
19 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota