Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Harga mobil listrik bekas disebut menyusut jika dibandingkan versi bensin atau konvensional di balai lelang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – JBA Indonesia mengungkap bahwa harga mobil listrik bekas lebih tinggi depresiasinya dibandingkan versi konvensional. Hal ini terungkap saat mereka menerima unit lelang beberapa waktu lalu.
Ketika itu mobil listrik masih berusia sekitar satu tahun namun depresiasinya sudah sekitar 35 persen dibanding harga baru. Padahal kondisinya dinilai masih sangat baik dan masuk ke grade B di semua bagian.
“Umumnya kendaraan konvensional depresiasinya adalah 25 persen di tahun pertama. Tetapi pada mobil listrik mencapai 35 persen meski usianya masih muda,” ungkap Willy Willim Head Fleet and Auction JBA Indonesia (28/11).
Menurutnya kondisi tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah mobil listrik masih menjadi unit tambahan berbeda dibandingkan kendaraan konvensional yang merupakan pilihan utama.
“Masih banyak juga kekhwatiran masyarakat terhadap mobil listrik seperti mengisi daya dan sebagainya. Situasi itu membuat depresiasi kendaraan lebih tinggi ketimbang konvensional,” tegasnya.
Ia pun menyoroti baterai kendaraan yang merupakan komponen termahal di mobil listrik. Pasalnya pelanggan harus benar-benar mempertimbangan bila ternyata terjadi kerusakan disana.
“Harga baterai itu sekitar setengah dari mobil ya dan garansinya cuma delapan tahun. Sehingga orang harus mengukur usia kendaraan dari sana,” tambahnya.
Namun ia menolak memprediksi pasar kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya sejauh ini pihaknya masih sangat jarang mendapatkan mobil listrik untuk dilelang.
“Berikutnya kami belum bisa bicara banyak karena sangat tergantung dari infrastruktur yang disediakan pemerintah,” tegasnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah memang cukup agresif dalam mengakselerasi penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya Electric Vehicle dianggap sebagai solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan.
Beragam insentif pun telah diberikan sehingga harga jual dari kendaraan pun menjadi lebih kompetitif. Penawaran tersebut pun dimanfaatkan oleh sejumlah pabrikan kendaraan seperti Wuling dan Hyundai untuk menghadirkan beragam mobil listrik.
Selain kedua perusahaan tersebut beberapa pabrikan lain pun sudah bersiap untuk membangun pabrik di Indonesia. Dengan ini diharapkan pilihan masyarakat di masa depan akan menjadi lebih beragam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan