Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Harga mobil listrik bekas disebut menyusut jika dibandingkan versi bensin atau konvensional di balai lelang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – JBA Indonesia mengungkap bahwa harga mobil listrik bekas lebih tinggi depresiasinya dibandingkan versi konvensional. Hal ini terungkap saat mereka menerima unit lelang beberapa waktu lalu.
Ketika itu mobil listrik masih berusia sekitar satu tahun namun depresiasinya sudah sekitar 35 persen dibanding harga baru. Padahal kondisinya dinilai masih sangat baik dan masuk ke grade B di semua bagian.
“Umumnya kendaraan konvensional depresiasinya adalah 25 persen di tahun pertama. Tetapi pada mobil listrik mencapai 35 persen meski usianya masih muda,” ungkap Willy Willim Head Fleet and Auction JBA Indonesia (28/11).
Menurutnya kondisi tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah mobil listrik masih menjadi unit tambahan berbeda dibandingkan kendaraan konvensional yang merupakan pilihan utama.
“Masih banyak juga kekhwatiran masyarakat terhadap mobil listrik seperti mengisi daya dan sebagainya. Situasi itu membuat depresiasi kendaraan lebih tinggi ketimbang konvensional,” tegasnya.
Ia pun menyoroti baterai kendaraan yang merupakan komponen termahal di mobil listrik. Pasalnya pelanggan harus benar-benar mempertimbangan bila ternyata terjadi kerusakan disana.
“Harga baterai itu sekitar setengah dari mobil ya dan garansinya cuma delapan tahun. Sehingga orang harus mengukur usia kendaraan dari sana,” tambahnya.
Namun ia menolak memprediksi pasar kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya sejauh ini pihaknya masih sangat jarang mendapatkan mobil listrik untuk dilelang.
“Berikutnya kami belum bisa bicara banyak karena sangat tergantung dari infrastruktur yang disediakan pemerintah,” tegasnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah memang cukup agresif dalam mengakselerasi penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya Electric Vehicle dianggap sebagai solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan.
Beragam insentif pun telah diberikan sehingga harga jual dari kendaraan pun menjadi lebih kompetitif. Penawaran tersebut pun dimanfaatkan oleh sejumlah pabrikan kendaraan seperti Wuling dan Hyundai untuk menghadirkan beragam mobil listrik.
Selain kedua perusahaan tersebut beberapa pabrikan lain pun sudah bersiap untuk membangun pabrik di Indonesia. Dengan ini diharapkan pilihan masyarakat di masa depan akan menjadi lebih beragam.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan salah satu fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
Setelah dievaluasi, kebijakan Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas di Ibu Kota
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta di akhir pekan beroperasi di lima lokasi terbatas, layani perpanjangan masa berlaku kartu
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi