Volvo EX90 Debut di Indonesia, Harga Bersaing Dengan BMW iX
19 Mei 2026, 21:00 WIB
Harga mobil listrik bekas disebut menyusut jika dibandingkan versi bensin atau konvensional di balai lelang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – JBA Indonesia mengungkap bahwa harga mobil listrik bekas lebih tinggi depresiasinya dibandingkan versi konvensional. Hal ini terungkap saat mereka menerima unit lelang beberapa waktu lalu.
Ketika itu mobil listrik masih berusia sekitar satu tahun namun depresiasinya sudah sekitar 35 persen dibanding harga baru. Padahal kondisinya dinilai masih sangat baik dan masuk ke grade B di semua bagian.
“Umumnya kendaraan konvensional depresiasinya adalah 25 persen di tahun pertama. Tetapi pada mobil listrik mencapai 35 persen meski usianya masih muda,” ungkap Willy Willim Head Fleet and Auction JBA Indonesia (28/11).
Menurutnya kondisi tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah mobil listrik masih menjadi unit tambahan berbeda dibandingkan kendaraan konvensional yang merupakan pilihan utama.
“Masih banyak juga kekhwatiran masyarakat terhadap mobil listrik seperti mengisi daya dan sebagainya. Situasi itu membuat depresiasi kendaraan lebih tinggi ketimbang konvensional,” tegasnya.
Ia pun menyoroti baterai kendaraan yang merupakan komponen termahal di mobil listrik. Pasalnya pelanggan harus benar-benar mempertimbangan bila ternyata terjadi kerusakan disana.
“Harga baterai itu sekitar setengah dari mobil ya dan garansinya cuma delapan tahun. Sehingga orang harus mengukur usia kendaraan dari sana,” tambahnya.
Namun ia menolak memprediksi pasar kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya sejauh ini pihaknya masih sangat jarang mendapatkan mobil listrik untuk dilelang.
“Berikutnya kami belum bisa bicara banyak karena sangat tergantung dari infrastruktur yang disediakan pemerintah,” tegasnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah memang cukup agresif dalam mengakselerasi penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya Electric Vehicle dianggap sebagai solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan.
Beragam insentif pun telah diberikan sehingga harga jual dari kendaraan pun menjadi lebih kompetitif. Penawaran tersebut pun dimanfaatkan oleh sejumlah pabrikan kendaraan seperti Wuling dan Hyundai untuk menghadirkan beragam mobil listrik.
Selain kedua perusahaan tersebut beberapa pabrikan lain pun sudah bersiap untuk membangun pabrik di Indonesia. Dengan ini diharapkan pilihan masyarakat di masa depan akan menjadi lebih beragam.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Mei 2026, 21:00 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Terkini
20 Mei 2026, 07:00 WIB
BlackAuto Battle 2026 kembali hadir dan mengusung konsep baru untuk bisa memenuhi kebutuhan para peserta
20 Mei 2026, 06:02 WIB
Melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C, simak syarat dan biaya yang dibutuhkan di SIM keliling Jakarta
20 Mei 2026, 06:00 WIB
Sedikit mengurangi kemacetan Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan para petugas di lapangan
20 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
19 Mei 2026, 21:00 WIB
Volvo EX90 meramaikan segmen SUV premium di Indonesia, jadi opsi di samping mobil listrik BMW iX dan Kia EV9
19 Mei 2026, 19:36 WIB
Jika Anda sedang berniat untuk membeli kendaraan roda dua, ada baiknya melihat harga motor matic murah dahulu
19 Mei 2026, 17:00 WIB
Varian PHEV dari BYD M6 mulai diperkenalkan ke konsumen, meskipun harga dan spesifikasinya masih gelap
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Mobil listrik Chery Q hadir meramaikan pasar otomotif RI, tawarkan spesifikasi dan fitur keselamatan mumpuni