Upaya Ferrari Gaet Generasi Muda, Kolaborasi dengan PUBG
17 Juli 2026, 16:23 WIB
Pemilik mobil mewah seperti BMW, Mercedes-Benz, Rolls-Royce hingga disebut hacker topi putih mudah dibajak
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Adalah Sam Curry yang melakukan penelitian bahwa beberapa merek mobil mewah seperti BMW, Mercedes-Benz, Ferrari hingga Rolls-Rayce mudah dibajak.
Peneliti dan kerap disebut hacker topi putih mengungkapkan banyak sistem software banyak manufaktur kendaraan sangat rentan.
Hacker topi putih merupakan sebutan bagi seorang pakar keamanan komputer yang meretas (hack) untuk mengevaluasi kelemahan guna menyarankan peningkatan sistem.
Umumnya white hat hacker bekerja dalam sebuah organisasi, perusahaan atau pekerja lepas. Dikutip berbagai sumber bahwa biasanya perusahaan menugaskan peretas tersebut di atas untuk menguji sistem mereka.
Temuan terbaru Sam Curry dalam blognya disebutkan bahwa beberapa merek bisa dengan mudah diretas.
“Selama beberapa bulan kami menemukan banyak mobil yang memiliki kerentanan. Upaya kami meliputi eksplorasi keamanan sistem telematika, API otomotif hingga infrastruktur pendukungnya,” tulis Sam dalam blog pribadinya.
Temuannya mulai pada merek mobil asal Jepang dan Korea seperti Honda, Infiniti, Nissan, Acura dan Kia. Adapun fitur yang bisa diretas meliputi membuka dan menutup kunci pintu jarak jauh, menghidupkan maupun mematikan mesin hingga menemukan lokasi kendaraan.
Lebih jauh fungsi kendaraan yang bisa dibajak adalah menyalakan lampu jauh dan membunyikan klakson. Seluruh aksi di atas bisa dilakukan hanya dengan menggunakan nomor VIN mobil.
Lalu melalui nomor VIN peretas juga bisa mendapatkan nama, nomor telepon, alamat email hingga alamat fisik dari pemiliknya. Khusus untuk Kia peretas bisa mengakses tampilan kamera 360 dari jarak jauh dan melihat gambar langsung dari dalam unit.
Pada merek BMW dan Rolls-Royce peretas bisa mengakses laman diler dan masuk mengambil VIN konsumen. Setelah mendapatkan akses, aplikasi apapun yang dikunci bisa dimiliki oleh peretas.
Untuk Ferrari aksinya bisa lebih jauh lagi. Hacker bisa mengambil alih akun setiap pemilik Ferrari.
Lemahnya sistem keamanan brand asal Italia ini memungkinkan peretas bisa membuat, memodifikasi hingga menghapus akses pengguna.
Pentingnya data milik konsumen yang bisa diretas tentunya sangat mengkhawatirkan. Karena hal tersebut berkaitan dengan keamanan para pemilik mobil dan sepatutnya dilindungi.
Terlebih untuk para pemilik kendaraan mewah seperti BMW, Rolls-Royce hingga Ferrari.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Juli 2026, 16:23 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
28 Mei 2026, 07:00 WIB
07 Desember 2025, 15:00 WIB
20 November 2025, 22:09 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini