Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 9 Oktober 2026, Simak Dendanya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Penerapan Ganjil Genap Bandung kembali dilakukan pada akhir pekan untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung kembali menerapkan ganjil genap pada akhir pekan ini. Penerapan ganjil genap kembali diterapkan untuk mengurangi volume kendaraan warga yang akan masuk ke Bandung.
Pembatasan juga diklaim untuk meminimalisasi penularan Covid-19 yang saat ini masih terus merangkat naik. Terlebih Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penularan tertinggi di Indonesia.
“Ganjil genap sudah ada Perwali-nya maka dilakukan bersama-sama dengan TNI dan Pemkot mengurangi volume kendaran masuk ke Bandung agar Covid tidak meningkat lagi,” tegas Aswin Sipayung, Kapolrestabes Bandung.
Penerapan ganjil genap Bandung dilakukan di lima gerbang tol yakni di Gate Tol Pasteur, Gate Tol Pasirkoja, Gate Tol Mochamad Toha dan Gate Tol Buahbatu serta Gate Tol Kopo. Kelima gerbang tol tersebut dikenal sebagai gerbang masuk utama masyarakat menujuk Bandung.
Aswin menambahkan, ganjil genap di Kota Bandung cukup efektif menurunkan mobilitas. Selain itu, di dalam Kota Bandung ada 3 ruas jalan yang dilakukan penutupan di jam tertentu yakni Jalan Asia Afrika, Lengkong Kecil dan Jalan Dipatiukur.
“Rekayasa lalu lintas dari Dishub sejauh ini hanya 3 ruas jalan, salah satunya di Asia Afrika agar kendaraan tidak menumpuk,” ujarnya.
Penerapan ganjil genap memang sejatinya cukup untuk menekan mobilitas masyarakaty khususnya wisatawan dari luar kota. Pasalnya Bandung memang merupakan salah satu pusat destinasi wisata yang selalu padat di akhir pekan.
Di tempat yang sama, Asep Gufron, Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung pun memastikan penutupan ruas jalan di Kota Bandung akan dilanjutkan. Hal ini karena Covid-19 di Bandung terbilang cukup cepat penularannya.
Berdasarkan data miliknya, 85 persen kasus harian di Bandung memang didominasi oleh varian Omicron. Sementara itu, tingkat keterisian di rumah sakit ada di angka 37 persen sehingga diperlukan tindakan signifikan untuk mengatasinya.
“Varian Omicron hasil tes kemarin, 85 persen Omicron dan sisanya ini masih dicek lagi. Yang jelas dominan varian Omicron,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
07 Oktober 2026, 06:09 WIB
06 Oktober 2026, 06:00 WIB
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih