Ganjil Genap Jakarta 26 Februari 2026 Dinilai Masih Efektif
26 Februari 2026, 06:00 WIB
Penerapan Ganjil Genap Bandung kembali dilakukan pada akhir pekan untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung kembali menerapkan ganjil genap pada akhir pekan ini. Penerapan ganjil genap kembali diterapkan untuk mengurangi volume kendaraan warga yang akan masuk ke Bandung.
Pembatasan juga diklaim untuk meminimalisasi penularan Covid-19 yang saat ini masih terus merangkat naik. Terlebih Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penularan tertinggi di Indonesia.
“Ganjil genap sudah ada Perwali-nya maka dilakukan bersama-sama dengan TNI dan Pemkot mengurangi volume kendaran masuk ke Bandung agar Covid tidak meningkat lagi,” tegas Aswin Sipayung, Kapolrestabes Bandung.
Penerapan ganjil genap Bandung dilakukan di lima gerbang tol yakni di Gate Tol Pasteur, Gate Tol Pasirkoja, Gate Tol Mochamad Toha dan Gate Tol Buahbatu serta Gate Tol Kopo. Kelima gerbang tol tersebut dikenal sebagai gerbang masuk utama masyarakat menujuk Bandung.
Aswin menambahkan, ganjil genap di Kota Bandung cukup efektif menurunkan mobilitas. Selain itu, di dalam Kota Bandung ada 3 ruas jalan yang dilakukan penutupan di jam tertentu yakni Jalan Asia Afrika, Lengkong Kecil dan Jalan Dipatiukur.
“Rekayasa lalu lintas dari Dishub sejauh ini hanya 3 ruas jalan, salah satunya di Asia Afrika agar kendaraan tidak menumpuk,” ujarnya.
Penerapan ganjil genap memang sejatinya cukup untuk menekan mobilitas masyarakaty khususnya wisatawan dari luar kota. Pasalnya Bandung memang merupakan salah satu pusat destinasi wisata yang selalu padat di akhir pekan.
Di tempat yang sama, Asep Gufron, Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung pun memastikan penutupan ruas jalan di Kota Bandung akan dilanjutkan. Hal ini karena Covid-19 di Bandung terbilang cukup cepat penularannya.
Berdasarkan data miliknya, 85 persen kasus harian di Bandung memang didominasi oleh varian Omicron. Sementara itu, tingkat keterisian di rumah sakit ada di angka 37 persen sehingga diperlukan tindakan signifikan untuk mengatasinya.
“Varian Omicron hasil tes kemarin, 85 persen Omicron dan sisanya ini masih dicek lagi. Yang jelas dominan varian Omicron,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 06:00 WIB
25 Februari 2026, 06:00 WIB
24 Februari 2026, 06:00 WIB
23 Februari 2026, 06:00 WIB
20 Februari 2026, 06:00 WIB
Terkini
26 Februari 2026, 16:00 WIB
Mitsubishi Xpander memiliki banyak keunggulan yang membuat kendaraan ini diterima oleh keluarga modern RI
26 Februari 2026, 13:00 WIB
Lebaran jadi momentum tepat untuk konsumen melakukan pembelian mobil baru, TAF tawarkan sejumlah kemudahan
26 Februari 2026, 12:59 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
26 Februari 2026, 12:00 WIB
Jaecoo terus meningkatkan kapasitas produksi kendaraan agar pemesanan di 2025 bisa selesai sebelum libur Lebaran
26 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo resmikan diler terbaru mereka yang ke 25 dengan beragam fasilitas menarik termasuk layanan home service
26 Februari 2026, 10:39 WIB
Bagnaia bertekad membuktikan kalau dia masih bisa kompetitif dalam menjelani seri MotoGP Thailand 2026
26 Februari 2026, 09:00 WIB
Rangkaian program cicilan dari TAF siap mudahkan konsumen untuk beli mobil baru sebelum musim mudik lebaran
26 Februari 2026, 08:00 WIB
Memulai bisnis di Indonesia sejak 1971, AHM memasuki usia ke-55 tahun ini dan bakal menorehkan rekor baru