Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Ganjar Pranowo memberi komentar mengenai insentif mobil listrik Jokowi saat berkunjung ke pameran IIMS 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ganjar Pranowo membuat kejutan dengan hadir langsung dalam ajang IIMS 2024. Calon Presiden nomor urut tiga tersebut terlihat berkeliling di JIExpo Kemayoran Jakarta pada Kamis (22/2) sore.
Pasangan Mahfud MD ini melihat-lihat motor dan mobil yang dipajang di IIMS 2024. Mulai berkunjung ke booth Chery, Suzuki sampai Hyundai.
Dia terlihat seorang diri berkeliling pameran otomotif IIMS 2024. Ganjar tidak ditemani sang wakil, Mahfud MD atau anak dan istri.
Politikus PDI Perjuangan satu ini lantas memberi pujian buat industri otomotif Tanah Air. Dia menyebut perkembangannya cukup pesat.
Akan tetapi Ganjar Pranowo memiliki pendapat lain mengenai peralihan penggunaan mobil listrik di Indonesia. Dia menjelaskan hal paling krusial adalah ketersedian infrastruktur.
"Sekarang yang diperlukan adalah infrastruktur, sehingga orang mau menggunakan kendaraan elektrik. Saya juga seorang pengguna mobil listrik, tetapi tidak setiap hari saya pakai," ungkap Ganjar di IIMS 2024.
Lebih jauh Ganjar Pranowo mengapresiasi insentif mobil listrik diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun dia merasa bantuan tersebut masih kurang tepat.
Sebab masih segelintir orang yang menikmatinya sampai sekarang. Sehingga subsidi kendaraan setrum tidak tepat sasaran.
“Menurut saya jika mau subsidinya bagi mereka yang mampu tidak terlalu tepat, tetapi kalau itu mendorong industri berkembang boleh-boleh saja. Tinggal kita batasi, berapa lama waktu diperlukan," tegas Ganjar Pranowo.
Calon Presiden satu ini juga mengungkapkan terkait transisi industri otomotif menuju mobil listrik dan hal itu membutuhkan waktu tidak sebentar.
"Sementara yang menikmati memang relatif orang-orang mampu, kalau spiritnya transisi itu baik,” pungkas mantan Gubernur Jawa Tengah.
Patut diketahui Presiden Jokowi baru aja menetapkan aturan baru, yakni mengenai insentif mobil listrik impor.
Nantinya kendaraan ramah lingkungan CBU (Completely Built Up) dan CKD (Completely Knock Down) akan dibebaskan tarif bea masuk serta pajak penjualan barang mewah atau PPnBM.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Investasi, keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No.6 Tahun 2023.
Di dalamnya diatur mengenai Pedoman serta Tata Kelola Pemberian Insentif Impor dan/atau Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat dalam Rangka Percepatan Investasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi