Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Honda gandeng POSCO guna mengembangkan baterai mobil listrik yang lebih ramah lingkungan serta sistem daur ulang.
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Honda Motor CO,. Ltd terus melakukan inovasi. Satu diantaranya adalah menjalin kerja sama dengan POSCO Holding Inc. (POSCO).
Langkah tersebut ditempuh guna mengembangkan baterai mobil listrik. Sehingga bisa mempercepat inisiatif menuju netralitas karbon.
Kemudian kerja samanya juga meliputi teknologi daur ulang. Keduanya bakal memanfaatkan bahan penampung daya yang dapat diperbarui.
Termasuk pengembangan lembaran baja tarik. Diharapkan bisa mengurangi bobot kendaraan milik pabrikan Honda.
Selain itu juga berinovasi dengan lembaran baja otomotif diproduksi melalui proses yang mengurangi emisi gas rumah kaca.
Toshihiro Mibe, CEO Global Honda mengatakan pihaknya telah mengumumkan target agar mewujudkan netralitas karbon untuk semua produknya dan aktivitas perusahaan pada tahun 2050.
“Kami percaya perluasan kemitraan dengan POSCO yang memiliki keahlian luas di bidang bahan baterai, daur ulang maupun baja lembaran serta listrik sheet akan membantu lebih cepat strategi elektrifikasi," ujar Toshihiro dalam keterangan resminya.
Di sisi lain Choi Jeong-Woo selaku Chairman of POSCO Holdings Inc menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik kemitraan dengan Honda yang telah menjadi mitra strategis dalam bisnis baja.
“Kami berharap bahwa 'rangkaian nilai penuh' Grup POSCO untuk bahan baterai mencakup litium dan nikel, bahan katoda serta anoda maupun daur ulang bakal sangat membantu strategi Honda guna mengembangkan elektrifikasi dalam bisnis kendaraan,” ucapnya.
Memang Honda tidak hanya mengembangkan penampung daya mobil listrik dengan POSCO saja. Pasalnya manufaktur asal negeri sakura juga menggandeng GS Yuasa Corp melakukan hal yang sama.
Tak tanggung-tanggung, mereka menggelontorkan dana sebesar 400 miliar Yen atau setara Rp43.3 triliun. Jumlah tersebut digunakan untuk membangun pabrik baru di Jepang ditargetkan mampu memproduksi setidaknya 20 gigawatt hours (GWh).
Sebuah perusahaan gabungan diumumkan sejak Januari 2023 akan menjadi pemain utama guna mengembangkan serta mengelola investasi. Langkah ini diharapkan bisa mendorong Honda dan pabrikan mobil Jepang lain membuat EV di masa depan.
Sebelumnya diberitakan bahwa Honda telah mengakui bahwa pihaknya tertinggal oleh pabrikan mobil asal China dalam mengembangkan kendaraan listrik. Oleh karena itu sejumlah strategi bakal dilakukan mereka
“Mereka berada di depan, lebih dari yang diperkirakan. Cara melawan balik sedang dipikirkan karena bila tidak maka kami akan kalah dari kompetisi ini,” Toshihiro Mibe menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif