Insentif Mobil Hybrid Berpeluang Dorong Penjualan ke 1 Juta Unit
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Gaikindo menyebut subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo butuh waktu supaya lebih diketahui masyrakat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Subsidi mobil listrik yang digagas Presiden Joko Widodo belum berjalan sesuai rencana. Sebab bantuannya kini masih sepi peminat.
Hal tersebut dikatakan Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan beberapa waktu lalu. Padahal insentif dari Jokowi diharapkan dapat memberi dampak positif.
Melihat fakta di atas Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) angkat bicara. Dia menuturkan kalau subsidi mobil listrik perlu waktu cukup lama supaya penyerapan berada di titik optimal.
“Elektrik ini kan barang baru, Teknologi hidrogen jika disubsidi juga belum tentu laku. Memang beda situasinya dengan mobil konvensional,” ujar Nangoi di Jakarta Pusat, Kamis (25/5).
Kendati demikian Gaikindo mengapresiasi langkah Jokowi dan para pembantunya guna mendorong adopsi kendaraan elektrik. Sehingga mempercepat minat masyarakat untuk beralih.
Selain itu Nangoi mengungkapkan kalau pihaknya tidak tinggal diam dalam membantu mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dia terus berkoordinasi dengan anggotanya agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sebelumnya Moeldoko menyebutkan ada beberapa penyebab subsidi mobil listrik sepi peminat. Satu diantaranya karena sosialisasi ke masyarakat yang minim.
Ditambah programnya baru saja diluncurkan. Membuat insentif mobil setrum sepi peminat.
Oleh sebab itu Moeldoko mengatakan bakal lebih intensif melakukan komunikasi mengenai kebijakan tersebut.
"Kita akan gas untuk komunikasi ke publik agar semakin paham bagaimana mekanisme dilakukan nanti," ujar Moeldoko di Katadata.
Lebih jauh dia mengakui permintaan serta penawaran mobil setrum belum seimbang. Pasalnya baru beberapa perusahaan yang siap memproduksi dan jumlahnya pun tidak seperti diinginkan.
Kemudian faktor membuat subsidi mobil listrik sepi peminat karena mekanisme belum sempurna. Menurut Moeldoko sekarang masih terdapat kesalahpahaman dengan produsen mengenai penyaluran insentifnya.
Berangkat dari hal tersebut pemerintah sudah melaksanakan pertemuan khusus selama dua hari untuk mendongkrak minat masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Jokowi dan jajarannya berencana mengubah mekanisme pengenaan pemangkasan PPN di insentif mobil listrik. Selain itu bakal mempercepat biaya restitusi kepada pihak diler menjadi paling lama satu bulan.
Termin tersebut lebih progresif dari mekanisme eksisting saat ini yang membutuhkan waktu selama satu tahun.
“Nah itu kami sedang rumuskan, jangan ada pengertian satu tahun kalau bisa dipercepat satu bulan. Kemarin kami diskusi panjang lebar dengan Kementerian Keuangan,” Moeldoko menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Terkini
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Gaikindo menegaskan pentingnya pemberian insentif mobil hybrid dalam mendorong transisi menuju elektrifikasi
30 Oktober 2026, 15:00 WIB
Honda Auto Technology merupakan ajang untuk memperkenalkan teknologi yang dikembangkan bagi konsumen
30 Oktober 2026, 13:00 WIB
MAB coba menghadirkan solusi bagi para pengusaha yang sedang menjadi kendaraan niaga listrik untuk berbisnis
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Berbeda pada mobil listrik penumpang, DFSK memberikan logo baru berbentuk huruf S untuk kendaraan niaga mereka