Penjualan Suzuki Naik di Februari 2026, Carry Berkilau
25 Maret 2026, 07:32 WIB
Animo elektrifikasi dinilai naik, Gaikindo yakni penjualan mobil hybrid bisa capai 70 ribu unit tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – GIIAS 2024 diklaim menorehkan capaian positif dengan jumlah kenaikan pengunjung sementara ada di dua sampai lima persen dibandingkan tahun lalu.
Meski total transaksi belum diumumkan, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mengungkapkan bahwa banyaknya merek serta produk baru masuk dapat mendorong penjualan termasuk elektrifikasi jenis hybrid.
Data Gaikindo juga menunjukkan bahwa penjualan mobil hybrid berhasil sentuh angka 32 ribu unit pada Januari-Mei 2024 dan berpeluang lebih tinggi jelang akhir tahun nanti.
“Jadi kalau saya lihat mungkin hybrid di akhir tahun bisa sekitar 65 ribu-70 ribu (unit),” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD belum lama ini.
Sebagai perbandingan sepanjang 2023 penjualan mobil hybrid mencapai angka 54.656 unit. Dengan jumlah yang disebutkan oleh Nangoi, maka penjualan mobil hybrid diprediksi akan meningkat sebesar 28,07 persen.
Menurut dia ada beberapa alasan penjualan mobil hybrid bisa naik, seperti kesadaran masyarakat bahwa HEV (Hybrid Electric Vehicle) lebih hemat bahan bakar, emisi gas buang rendah dan harga semakin kompetitif.
Sementara jika bicara BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik berbasis baterai masih harus menghadapi tantangan. Diketahui konsumen masih mengkhawatirkan infrastruktur.
Kemudian harga mobil listrik cenderung lebih tinggi ketimbang hybrid. Sebagai contoh di harga Rp 200 jutaan ada Wuling Air ev berukuran ringkas, namun yang lebih besar seperti SUV (Sport Utility Vehicle) 5-seater Omoda E5 di Rp 400 jutaan.
Model lain seperti Toyota bZ4X masih dilego tinggi di kisaran Rp 1 miliar. Pilihan lain Hyundai Ioniq 5 di kisaran Rp 700 juta-Rp 800 jutaan.
Sedangkan model hybrid seperti yang terlaris saat ini Innova Zenix dilego mulai Rp 400 jutaan dan berkonfigurasi tiga baris atau 7-seater.
“Perhitungan saya mungkin akhir tahun (penjualan mobil listrik) bisa mencapai angka 30 ribu. Cukup bagus peningkatannya, tetapi memang dibandingkan hybrid, HEV jauh lebih meningkat,” kata dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di 2022 jumlah BEV terjual adalah 10 ribu unit, kemudian naik menjadi 17 ribu di 2023.
Ia yakin angka tersebut masih bisa didongkrak naik melihat per Mei 2024 penjualan BEV sudah menyentuh angka 13 ribu.
Sebagai informasi pameran GIIAS 2024 berlangsung mulai 18-28 Juli diramaikan beragam merek baru terkhusus dari China. Banyak di antaranya menawarkan lini kendaraan ramah lingkungan guna mendukung komitmen elektrifikasi pemerintah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Maret 2026, 07:32 WIB
24 Maret 2026, 07:45 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
03 Maret 2026, 12:34 WIB
01 Maret 2026, 12:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini