Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Animo elektrifikasi dinilai naik, Gaikindo yakni penjualan mobil hybrid bisa capai 70 ribu unit tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – GIIAS 2024 diklaim menorehkan capaian positif dengan jumlah kenaikan pengunjung sementara ada di dua sampai lima persen dibandingkan tahun lalu.
Meski total transaksi belum diumumkan, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mengungkapkan bahwa banyaknya merek serta produk baru masuk dapat mendorong penjualan termasuk elektrifikasi jenis hybrid.
Data Gaikindo juga menunjukkan bahwa penjualan mobil hybrid berhasil sentuh angka 32 ribu unit pada Januari-Mei 2024 dan berpeluang lebih tinggi jelang akhir tahun nanti.
“Jadi kalau saya lihat mungkin hybrid di akhir tahun bisa sekitar 65 ribu-70 ribu (unit),” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD belum lama ini.
Sebagai perbandingan sepanjang 2023 penjualan mobil hybrid mencapai angka 54.656 unit. Dengan jumlah yang disebutkan oleh Nangoi, maka penjualan mobil hybrid diprediksi akan meningkat sebesar 28,07 persen.
Menurut dia ada beberapa alasan penjualan mobil hybrid bisa naik, seperti kesadaran masyarakat bahwa HEV (Hybrid Electric Vehicle) lebih hemat bahan bakar, emisi gas buang rendah dan harga semakin kompetitif.
Sementara jika bicara BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik berbasis baterai masih harus menghadapi tantangan. Diketahui konsumen masih mengkhawatirkan infrastruktur.
Kemudian harga mobil listrik cenderung lebih tinggi ketimbang hybrid. Sebagai contoh di harga Rp 200 jutaan ada Wuling Air ev berukuran ringkas, namun yang lebih besar seperti SUV (Sport Utility Vehicle) 5-seater Omoda E5 di Rp 400 jutaan.
Model lain seperti Toyota bZ4X masih dilego tinggi di kisaran Rp 1 miliar. Pilihan lain Hyundai Ioniq 5 di kisaran Rp 700 juta-Rp 800 jutaan.
Sedangkan model hybrid seperti yang terlaris saat ini Innova Zenix dilego mulai Rp 400 jutaan dan berkonfigurasi tiga baris atau 7-seater.
“Perhitungan saya mungkin akhir tahun (penjualan mobil listrik) bisa mencapai angka 30 ribu. Cukup bagus peningkatannya, tetapi memang dibandingkan hybrid, HEV jauh lebih meningkat,” kata dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di 2022 jumlah BEV terjual adalah 10 ribu unit, kemudian naik menjadi 17 ribu di 2023.
Ia yakin angka tersebut masih bisa didongkrak naik melihat per Mei 2024 penjualan BEV sudah menyentuh angka 13 ribu.
Sebagai informasi pameran GIIAS 2024 berlangsung mulai 18-28 Juli diramaikan beragam merek baru terkhusus dari China. Banyak di antaranya menawarkan lini kendaraan ramah lingkungan guna mendukung komitmen elektrifikasi pemerintah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung