Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Meskipun terdampak pelemahan daya beli dan ekonomi, Mazda pertahankan penjualan stabil sepanjang 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mazda menjadi pabrikan Jepang yang berhasil mempertahankan angka penjualan sepanjang 2025. Di periode Januari-November 2025, retail-nya berada di angka 2.874 unit.
Tidak dapat dipungkiri, saat ini industri otomotif tengah menghadapi tantangan. Pelemahan daya beli beli dan kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya berdampak besar terhadap penjualan mobil baru.
“Di Indonesia, sebagian besar orang masih menganggap mobil sebagai means of mobility, elemen penting dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia dalam siaran resminya, dikutip Kamis (18/12).
Namun dia mengungkapkan banyak konsumen juga melihat mobil sebagai gaya hidup dan bukan sekadar alat untuk mobilitas, sejalan dengan nilai yang ditawarkan oleh Mazda melalui lini kendaraannya.
Hal tersebut menjadi salah satu kunci Mazda mempertahankan penjualan yang stabil di 2025.
Tercatat di data Gaikindo, penjualan Mazda secara retail per bulan stabil di angka 200 sampai 300 unit. Angka terendahnya adalah 205 pada April 2025.
Ricky turut menjelaskan, penurunan market share Mazda di Oktober 2025 adalah 0,12 persen. Angka itu diklaim lebih rendah dibandingkan sejumlah pabrikan Jepang lain.
Data internal PT Eurokars Motor Indonesia menyebutkan bahwa banyak manufaktur asal Negeri Sakura mengalami koreksi pangsa pasar 2-3 persen.
Sementara secara penjualan retail atau distribusi dari diler ke konsumen, segmen premium baik dari Jepang maupun Eropa alami kontraksi 39 persen sampai 44 persen. Mazda hanya berada di angka 29 persen.
Ricky menegaskan faktor-faktor seperti Total Ownership Cost (TOC) mencakup biaya servis sampai harga jual kembali, menjadi pertimbangan konsumen sebelum melakukan pembelian mobil saat ini.
Oleh karena itu Mazda berusaha menawarkan TOC yang efisien dan dapat menguntungkan bagi konsumen.
Meskipun begitu, dirinya berharap pasar otomotif masih bisa pulih lagi di 2026 dengan dukungan dari semua pihak terkait.
“Kurva daya beli diharapkan kembali naik. Dengan ekosistem yang sehat dan kolaboratif, industri ini akan menemukan momentumnya,” tegas Ricky.
Total: 2.874 unit
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta