GAW 2026 Digelar Serentak di 10 Kota Demi Dongkrak Penjualan
22 September 2026, 20:01 WIB
Tidak bisa jualan di Amerika Serikat, produsen mobil China sukses ekspor ke Amerika Latin, Afrika, Asia termasuk Timur Tengah
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Menurut The Economist, produsen-produsen mobil China terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan. Dari awalnya tanpa catatan alias hampir nol, kini pertumbuhannya menguasai 8 persen pasar di Timur Tengah serta Afrika, 6 persen di Amerika Selatan dan 4 persen di kawasan Asia Tenggara.
Jadi meskipun terdapat gonjang ganjing tarif guna mengganggu para produsen mobil China di Amerika Serikat, mereka terus mengembangkan sayap ke belahan dunia lainnya. Terbukti banyak negara di bumi bagian selatan tidak anti produk-produk otomotif China. Atau di negara-negara target baru tersebut tidak ada industri otomotif lokal yang harus dilindungi.
Ekspor mobil-mobil dari China pun tercatat mulai melampaui Jerman dan Jepang sebagai pengekspor kendaraan penumpang terkemuka. Mereka juga memiliki pertumbuhan sangat pesat.
Tercatat 4,7 juta unit mobil diekspor dari Tiongkok pada 2024, jumlah ini meningkat 3 kali lipat dari 2021. Dengan catatan BYD yang telah melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik di dunia, banyak analisa memperkirakan bukan tidak mungkin Volkswagen dan Toyota akan dilewati dalam waktu dekat.
Apalagi Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika yang disasar brand brand otomotif China merupakan target menarik. Memang daya beli di daerah tidak sekuat di negara-negara barat, namun justru memiliki pertumbuhan cepat ditambah industri mobil domestiknya tergolong terbatas.
Menarik untuk disimak, ekspansi besar dari brand-brand otomotif China ke pasar dunia Tak lain didasari dari pasar dalam negeri mereka yang melambat. Tercatat sekitar 23 juta kendaraan terjual di China pada 2024 di mana dari angka itu terlihat menurunnya pertumbuhan.
Dari sini produsen mobil China dihadapkan dengan masalah kelebihan kapasitas yang sangat besar. Karena diperkirakan mereka mampu memproduksi mobil hingga 45 juta unit per tahun, dan saat ini dipatok hanya 60 persen dari jumlah tersebut.
Strategi lain dari pabrikan-pabrikan China tentu ekspansi untuk membuat pabrik-pabrik baru di negara-negara tujuan penjualan mereka. Tujuannya tentu tak lain untuk menghindari tarif impor dari negara bersangkutan dan memangkas biaya pengiriman unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 20:01 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya