Daihatsu Catatkan Kenaikan di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
19 Juni 2026, 17:00 WIB
Toyota, Daihatsu maupun Honda dapat menempuh beragam siasat demi menggairahkan pasar mobil LCGC di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) kurang maksimal pada 2025. Bahkan sampai terkoreksi cukup dalam.
Situasi di atas membuat para pabrikan seperti Toyota, Daihatsu sampai Honda harus gigit jari sepanjang tahun lalu.
“Banjirnya EV murah impor dengan insentif penuh menjadi penyebab utama, karena harganya bisa menyentuh Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, hampir menyamai LCGC,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, Rabu (04/02).
Lebih jauh Yannes menjabarkan, turunnya minat mobil LCGC di 2025 karena daya beli masyarakat yang melemah.
Selain itu, bunga kredit yang tinggi turut membuat segmen kendaraan roda empat entry-level ini tertekan pada 2025.
Berangkat dari fakta di atas, ada beberapa siasat yang bisa dilakukan para pabrikan, agar peminat Toyota Calya, Daihatsu Sigra maupun Honda Brio Satya meningkat.
“Untuk merebut kembali pasar di 2026, produsen LCGC harus menghadirkan varian hybrid dengan harga tetap di bawah Rp 250 juta,” Yannes menuturkan.
Agar lebih ideal, Toyota sampai Daihatsu juga bisa menghadirkan beragam produk dengan banderol antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
Tidak ketinggalan memberikan penyegaran desain maupun fitur. Kemudian mengoptimalkan produksi lokal demi menurunkan biaya harus dikeluarkan.
“Mengingat model bisnis banting harga secara agresif sulit dilakukan, sehingga para APM perlu segera mencari segmen (konsumen) baru,” tegas Yannes.
Yannes mengutarakan, produsen kendaraan roda empat bisa menawarkan mobil LCGC untuk konsumen di segmen fleet atau perusahaan.
Selanjutnya turut menyasar first car buyer di pedesaan, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas. Jadi dapat memaksimalkan pemasaran ke berbagai daerah.
Dengan begitu, strategi di atas dinilai lebih realistis demi mendongkrak penjualan mobil LCGC pada 2026. Lalu agar dapat bersaing bersama EV entry level.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) mobil LCGC di periode Januari sampai Desember 2025 hanya 122.686 unit.
Jumlah di atas terkoreksi cukup dalam jika dibandingkan dengan perolehan di 2024. Dua tahun lalu, pasar kendaraan roda empat LCGC berhasil mencatat angka wholesales sebesar 176.766 unit.
Berarti ada penurunan sekitar 54.083 unit atau mencapai 30,6 persen antara total 2024 serta 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Juni 2026, 17:00 WIB
13 Juni 2026, 07:38 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
08 Juni 2026, 16:36 WIB
Terkini
21 Juni 2026, 13:23 WIB
Pembalap Cargloss Racing Eric Saputra berhasil meraih kemenangan pertamanya di sirkuit Mandalika, Lombok
21 Juni 2026, 09:55 WIB
Yamaha Indonesia menggelar program edukasi berkeselamatan di jalan raya untuk berbagai kalangan masyarakat
20 Juni 2026, 20:35 WIB
Francesco Bagnaia memenangkan Sprint Race MotoGP Ceko 2026, Marco Bezzecchi gagal menyelesaikan balapan
20 Juni 2026, 18:05 WIB
Indomobil eMotor Tyranno X baru saja meluncur dan bisa langsung dibeli oleh para konsumen di Tanah Air
20 Juni 2026, 13:00 WIB
GAC Aion KS Tubun resmi dibuka, usung konsep unik yang memanjakan mitra pengemudi Grab pengguna mobil listrik
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Wuling menyatakan telah menyelesaikan kendala pemindahan kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok
20 Juni 2026, 09:54 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk melanjutkan kemenangannya pada ajang MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Sebagai mobil listrik iCAR V23, memberikan lebih banyak benefit bagi konsumen dalam melakukan mobilitas