Toyota dan Garuda Indonesia Hadirkan Layanan Antar Jemput Bandara
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Toyota, Daihatsu maupun Honda dapat menempuh beragam siasat demi menggairahkan pasar mobil LCGC di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) kurang maksimal pada 2025. Bahkan sampai terkoreksi cukup dalam.
Situasi di atas membuat para pabrikan seperti Toyota, Daihatsu sampai Honda harus gigit jari sepanjang tahun lalu.
“Banjirnya EV murah impor dengan insentif penuh menjadi penyebab utama, karena harganya bisa menyentuh Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, hampir menyamai LCGC,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, Rabu (04/02).
Lebih jauh Yannes menjabarkan, turunnya minat mobil LCGC di 2025 karena daya beli masyarakat yang melemah.
Selain itu, bunga kredit yang tinggi turut membuat segmen kendaraan roda empat entry-level ini tertekan pada 2025.
Berangkat dari fakta di atas, ada beberapa siasat yang bisa dilakukan para pabrikan, agar peminat Toyota Calya, Daihatsu Sigra maupun Honda Brio Satya meningkat.
“Untuk merebut kembali pasar di 2026, produsen LCGC harus menghadirkan varian hybrid dengan harga tetap di bawah Rp 250 juta,” Yannes menuturkan.
Agar lebih ideal, Toyota sampai Daihatsu juga bisa menghadirkan beragam produk dengan banderol antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
Tidak ketinggalan memberikan penyegaran desain maupun fitur. Kemudian mengoptimalkan produksi lokal demi menurunkan biaya harus dikeluarkan.
“Mengingat model bisnis banting harga secara agresif sulit dilakukan, sehingga para APM perlu segera mencari segmen (konsumen) baru,” tegas Yannes.
Yannes mengutarakan, produsen kendaraan roda empat bisa menawarkan mobil LCGC untuk konsumen di segmen fleet atau perusahaan.
Selanjutnya turut menyasar first car buyer di pedesaan, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas. Jadi dapat memaksimalkan pemasaran ke berbagai daerah.
Dengan begitu, strategi di atas dinilai lebih realistis demi mendongkrak penjualan mobil LCGC pada 2026. Lalu agar dapat bersaing bersama EV entry level.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) mobil LCGC di periode Januari sampai Desember 2025 hanya 122.686 unit.
Jumlah di atas terkoreksi cukup dalam jika dibandingkan dengan perolehan di 2024. Dua tahun lalu, pasar kendaraan roda empat LCGC berhasil mencatat angka wholesales sebesar 176.766 unit.
Berarti ada penurunan sekitar 54.083 unit atau mencapai 30,6 persen antara total 2024 serta 2025.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
05 Agustus 2026, 11:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
04 Agustus 2026, 11:00 WIB
03 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Menurut Alva pemerintah bisa memberikan insentif motor listrik kepada produsen atau membangun ekosistem
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Untuk harga Honda Super-One single tone ada di angka Rp 438 juta dengan status One The Road DKI Jakarta
06 Agustus 2026, 11:44 WIB
Memanfaatkan ajang GIIAS 2026 Leapmotor boyong dua SUV EV baru B10 dan C10 dibanderol mulai dari Rp 449 Juta
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
Chery Tiggo V diperkenalkan di GIIAS 2026, SUV multifungsi yang dirancang menyesuaikan kebutuhan konsumen RI
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
BYD tingkatkan layanan purna jual untuk mengakomodir servis maupun perbaikan lini PHEV yang mulai dijual di RI
06 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung membantu para pengendara mobil dan motor untuk mengurus dokumen berkendara hari ini
06 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk perpanjangan, nyaman pakai fasilitas SIM keliling Jakarta
06 Agustus 2026, 06:00 WIB
Masih ada aturan ganjil genap Jakarta untuk bisa mengurangi kepadatan di jalan-jalan protokol di jam sibuk