Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Diler di Amerika Serikat mulai enggan tawarkan mobil listrik ke pelanggan karena terlalu banyak tantangan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski mengalami perlambatan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa penjualan kendaraan listrik di dunia terus tumbuh. Termasuk juga di Amerika Serikat populasinya sudah cukup besar.
Model yang ditawarkan pun sudah semakin beragam sehingga masyarakat bisa lebih mudah memilih sesuai kebutuhannya. Jenis kendaraannya pun dipercaya terus bertambah di tahun-tahun mendatang.
Namun berdasarkan studi CDK Global, diler-diler di negeri Paman Sam justru kurang semangat menawarkan mobil listrik. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan pada 250 diler, 49 persen diantaranya justru tidak tertarik untuk menawarkan model tersebut.
Bahkan di beberapa negara bagian khususnya di daerah Selatan, mereka hampir tidak menunjukkan minat sama sekali untuk menjual mobil listrik. Hanya 12 persen diler di kawasan Alabama, Mississippi, Tennessee dan Kentucky menyatakan tim penjualan mereka semangat menawarkan Electric Vehicle.
Dilansir dari Carscoops, ada banyak alasan mengapa para tim penjualan di diler-diler Amerika enggan menawarkan mobil listrik. Salah satunya adalah infrastruktur pengisian daya yang masih belum merata di kawasan tersebut.
Kondisi itu membuat mereka sulit untuk meyakinkan pelanggan bahwa mobil listrik merupakan kendaraan masa depan pengganti ICE.
Tak hanya itu, di beberapa negara juga memiliki masalah lain seperti suhu yang lebih rendah ketika musim dingin tiba. Masyarakat pun khawatir terhadap jarak tempuh ketika situasi tersebut benar terjadi.
Situasi di Amerika Serikat sedikit berbeda dibanding Indonesia. Kendaraan listrik di Tanah Air belakangan masih terus berkembang dengan cukup masif.
Insentif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan kendaraan listrik terbukti cukup ampuh dalam menarik minat pelanggan. Bagaimana tidak, harga mobil listrik kini sudah semakin terjangkau masyarakat.
Pembangunan stasiun pengisian daya pun belakangan ini sudah semakin masif dan tersebar di berbagai daerah. Langkah itu menjadikan mereka yang hendak berkendara jarak jauh menjadi lebih tenang.
Berdasarkan data Gaikindo, pada semester 1 2024 penjualan mobil listrik mencapai 11.940 unit atau naik 104,13 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya 5.849 unit. Angka tersebut sebenarnya masih di bawah target pemerintah sebesar 50.000 unit hingga akhir tahun.
Meski demikian diharapkan pada semester kedua penjualan kendaraan bakal kembali bertambah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung