Pengiriman 10 Ribu Jaecoo J5 EV Dikebut, Biar Bisa Dipakai Mudik
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Jika mengalami kecelakaan baterai mungkin harus dibuang, menjadi salah satu dilema pengguna kendaraan listrik
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Baterai kendaraan listrik menjadi salah satu komponen krusial pada EV (electric vehicle). Harganya juga bisa mencakup 50 persen dari keseluruhan harga satu unit kendaraan.
Namun untuk kebanyakkan mobil listrik, ternyata akan sangat sulit untuk memperbaiki baterai apabila terlibat kecelakaan meskipun mungkin kerusakannya terbilang minor. Ini jadi dilema tersendiri untuk pengguna kendaraan listrik.
Di Inggris, hal ini menyebabkan banyak perusahaan asuransi kemudian harus mengeliminasi sejumlah kendaraan yang jarak tempuhnya masih sedikit Ini jadi mengurangi keuntungan penggunaan EV.
Dikutip dari Reuters, Senin (20/03) baterai-baterai tidak terpakai sudah mulai menumpuk di sejumlah negara, meskipun seharusnya menjadi bagian dari ekonomi sirkular.
Matthew Avery, Research Director Thatcham Research memaparkan bahwa seharusnya konsumen membeli kendaraan listrik untuk alasan keberlanjutan.
“Tapi EV menjadi tidak bergitu sustainable jika kita harus membuang baterai setelah terlibat kecelakaan minor,” ucap Matthew.
Baterai mobil listrik sendiri biayanya terbilang besar. Mengingat biayanya bisa hampir setengah dari harga mobil, mengganti baterai juga menjadi opsi yang terbilang tidak ekonomis.
Beberapa pabrikan seperti Ford dan General Motors mengatakan bahwa mereka membuat baterai yang mudah diperbaiki. Sementara kebalikannya, ahli menyebut baterai pada Tesla Model Y tidak bisa diperbaiki.
Tesla sendiri sengaja membuat baterai menjadi satu bagian struktur dengan bodi mobil untuk mengurangi biaya produksi, namun ini justru menambah risiko jika terjadi kerusakan baterai akibat kecelakaan.
Pabrikan sedan listrik tersebut belum memberikan komentar apapun terkait banyaknya kekhawatiran dari perusahaan asuransi tersebut.
“Jumlah kasus serupa akan terus naik, jadi penanganan terhadap baterai menjadi masalah krusial,” ucap Cristoph Lauterwasser, Managing Director Allianz Center for Technology.
Di Tanah Air sebenarnya pabrikan kendaraan listrik memberikan asuransi untuk baterai untuk menjamin ketenangan konsumen.
Sebagai contoh, Toyota sebagai salah satu produsen EV (electric vehicle) memberikan garansi terpisah untuk mobil listrik bZ4X.
TAM (Toyota Astra Motor) sebelumnya memaparkan bahwa garansinya adalah 8 tahun atau 160.000 kilometer tergantung mana yang terlebih dulu dicapai. Ini bisa diklaim di seluruh diler Toyota tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Daihatsu memamerkan kelengkapan fasilitas mereka termasuk Part Center yang betujuan untuk menyediakan suku cadang di Indonesia
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Aito M9 menjadi salah satu kandidat kuat mobil baru DFSK yang segera dipasarkan di semester kedua tahun ini
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota merajai 10 merek mobil terlaris pada Februari 2026, mereka berhasil mencatatkan retail 44.878 unit
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM