Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Jika mengalami kecelakaan baterai mungkin harus dibuang, menjadi salah satu dilema pengguna kendaraan listrik
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Baterai kendaraan listrik menjadi salah satu komponen krusial pada EV (electric vehicle). Harganya juga bisa mencakup 50 persen dari keseluruhan harga satu unit kendaraan.
Namun untuk kebanyakkan mobil listrik, ternyata akan sangat sulit untuk memperbaiki baterai apabila terlibat kecelakaan meskipun mungkin kerusakannya terbilang minor. Ini jadi dilema tersendiri untuk pengguna kendaraan listrik.
Di Inggris, hal ini menyebabkan banyak perusahaan asuransi kemudian harus mengeliminasi sejumlah kendaraan yang jarak tempuhnya masih sedikit Ini jadi mengurangi keuntungan penggunaan EV.
Dikutip dari Reuters, Senin (20/03) baterai-baterai tidak terpakai sudah mulai menumpuk di sejumlah negara, meskipun seharusnya menjadi bagian dari ekonomi sirkular.
Matthew Avery, Research Director Thatcham Research memaparkan bahwa seharusnya konsumen membeli kendaraan listrik untuk alasan keberlanjutan.
“Tapi EV menjadi tidak bergitu sustainable jika kita harus membuang baterai setelah terlibat kecelakaan minor,” ucap Matthew.
Baterai mobil listrik sendiri biayanya terbilang besar. Mengingat biayanya bisa hampir setengah dari harga mobil, mengganti baterai juga menjadi opsi yang terbilang tidak ekonomis.
Beberapa pabrikan seperti Ford dan General Motors mengatakan bahwa mereka membuat baterai yang mudah diperbaiki. Sementara kebalikannya, ahli menyebut baterai pada Tesla Model Y tidak bisa diperbaiki.
Tesla sendiri sengaja membuat baterai menjadi satu bagian struktur dengan bodi mobil untuk mengurangi biaya produksi, namun ini justru menambah risiko jika terjadi kerusakan baterai akibat kecelakaan.
Pabrikan sedan listrik tersebut belum memberikan komentar apapun terkait banyaknya kekhawatiran dari perusahaan asuransi tersebut.
“Jumlah kasus serupa akan terus naik, jadi penanganan terhadap baterai menjadi masalah krusial,” ucap Cristoph Lauterwasser, Managing Director Allianz Center for Technology.
Di Tanah Air sebenarnya pabrikan kendaraan listrik memberikan asuransi untuk baterai untuk menjamin ketenangan konsumen.
Sebagai contoh, Toyota sebagai salah satu produsen EV (electric vehicle) memberikan garansi terpisah untuk mobil listrik bZ4X.
TAM (Toyota Astra Motor) sebelumnya memaparkan bahwa garansinya adalah 8 tahun atau 160.000 kilometer tergantung mana yang terlebih dulu dicapai. Ini bisa diklaim di seluruh diler Toyota tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik