Kata Bos Yamaha Usai Quartararo dan Rins Pergi di Akhir Musim
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Nissan mulai cari mitra baru setelah isu pembatalan merger dengan Honda berhembus akibat tidak ditemukan kesepakatan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan dikabarkan tengah mencari mitra baru setelah isu pembicaraan merger dengan Honda mengalami jalan buntu. Selama ini perusahaan memang tengah berupaya mengembalikan kondisi melalui beragam cara.
Melakukan merger dengan pabrikan lain seperti Honda merupakan salah satu caranya. Bahkan langkah ini berpotensi membuat mereka menjadi perusahaan otomotif terbesar ketiga di dunia.
Sayangnya setelah sempat mengalami penundaan, ide merger tersebut menghadapi beragam kendala. Bahkan isu pembatalan rencana santer terdengar setelah pertemuan Makoto Uchida, CEO Nissan dan Toshihiro Mibe, CEO Honda beberapa waktu lalu.
Makoto Uchida mengungkap bahwa dirinya ingin mengakhiri diskusi setelah Honda mengusulkan untuk menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan. Padahal sebelumnya merger akan menjadikan mereka sebagai perusahaan yang setara.
Dilansir dari dari Reuters, Nissan pun langsung berencana untuk bekerjasama dengan mitra baru termasuk perusahaan teknologi.
Hal ini dinilai merupakan sebuah langkah menarik karena kendaraan listrik memang sangat erat kaitaannya dengan perkembangan teknologi perangkat lunak.
Foxconn dari Taiwan pun dikabarkan menjadi perusahaan yang tengah didekati Nissan untuk dijadikan mitra. Rekam jejak positifnya pun dianggap sebagai nilai tambah.
Saat ini mereka memproduksi iPhone Apple dan tengah berupaya memperluas bisnisnya ke kendaraan listrik. Mereka bahkan pernah mengajukan penawaran ke Nissan namun ditolak pada Desember 2024.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan dan Honda sebenarnya berencana melakukan merger. Awal kesepakatannya adalah kedua perusahaan bakal mendirikan perusahaan induk lalu saling berbagi teknologi maupun platform agar pengembangan kendaraan bisa lebih kompetitif.
Tetapi sejumlah tantangan muncul setelah Renault, pemilik saham Nissan mengungkap ingin meningkatkan nilai sahamnya sebelum merger dilakukan.
Tekanan juga datang dari Honda setelah mereka meminta pada Nissan untuk membeli kembali saham yang dimiliki Renault.
Berhembusnya kabar pembatalan merger menyebabkan saham Nissan langsung turun empat persen di Tokyo Stock Exchange. Sebaliknya, Honda justru stabil dan diakhiri kenaikan lebih dari delapan persen.
Fenomena itu dinilai menjadi bentuk kelegaan para investor karena Honda tidak jadi digabung membentuk satu perusahaan baru dengan Nissan maupun Mitsubishi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
24 Juni 2026, 13:14 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM