Kenaikan Penjualan Mobil Bukan Indikator Pulihnya Ekonomi RI
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Selain LCGC, Daihatsu sebut ada kriteria mobil tertentu yang jadi daya tarik tersendiri buat konsumen daerah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Elektrifikasi di sektor otomotif belum merata ke seluruh wilayah Indonesia. Di daerah seperti luar Jakarta dan pulau Jawa, mobil listrik belum jadi pilihan utama.
Salah satunya adalah kondisi infrastruktur dan kondisi jalan belum mendukung. Sehingga mobil bermesin bensin dengan banderol terjangkau seperti LCGC (Low Cost Green Car) jadi pilihan.
Lalu, anggapan soal kendaraan berpenggerak roda belakang lebih kuat melibas berbagai medan jalan masih kuat dianut oleh konsumen daerah.
Hal ini kemudian disebut menjadi salah satu kekuatan Daihatsu yang memiliki produk dengan kriteria tersebut, yakni Terios.
Perlu diketahui, meskipun telah mengalami penyegaran pada 2023 Terios tetap mempertahankan penggerak roda belakang atau RWD (Rear Wheel Drive).
Model lain seperti Xenia tadinya pakai RWD, tetapi sudah berganti ke FWD (Front Wheel Drive) karena beberapa alasan, seperti membuat bobot kendaraan jadi semakin ringan.
“Memang salah satu keunggulan Terios saat ini adalah adanya varian X yang menjadi best seller, terutama transmisi manual,” buka Tri Mulyono, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation, saat ditemui di Jakarta Selatan belum lama ini.
Menurut Tri, di beberapa provinsi seperti Bali penjualan Daihatsu Terios berada di nomor satu di segmen SUV (Sport Utility Vehicle).
Hal ini erat kaitannya dengan faktor kontur jalan dilalui konsumen di daerahnya setiap hari.
“Mereka memiliki persepsi bahwa penggerak belakang lebih nyaman untuk kebutuhan mereka. Itu kenapa penjualannya (Terios) masih bagus,” ucap Tri.
Per Maret 2025, penjualan Daihatsu secara ritel di kuartal pertama berhasil tembus 36.917 unit. Terios berada di posisi ketiga dengan kontribusi sebanyak 4.439 unit.
Penjualannya masih didominasi dari wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) ditambah Karawang dan Banten. Totalnya 23 persen dari keseluruhan penjualan.
Kemudian menyusul setelahnya Kalimantan 17 persen, Sulawesi sampai Papua 16 persen, Sumatera bagian Utara serta Aceh sampai Medan 12 persen.
10 persen lagi berada di selatan Sumatera mencakup Palembang sampai Lampung, Jawa Timur delapan persen, Jawa Tengah dan Yogyakarta lima persen.
“Jawa Barat dan Bali itu masing-masing empat persen. Pertumbuhan di luar Jawa itu memang terjadi pasca pandemi, kontribusi dari pulau-pulau ini memberikan suatu warna berbeda,” kata Tri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
17 Maret 2026, 09:00 WIB
17 Maret 2026, 07:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini