Daihatsu Rocky Hybrid Mulai Jangkau Konsumen Anak Muda

Dengan harga yang diklaim kompetitif, Daihatsu sebut Rocky Hybrid mampu menjangkau berbagai jenis konsumen

Daihatsu Rocky Hybrid Mulai Jangkau Konsumen Anak Muda

KatadataOTO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan produk elektrifikasi perdana mereka, Rocky Hybrid beberapa waktu lalu.

Dengan banderol di Rp 299 jutaan, Daihatsu Rocky Hybrid diharapkan dapat memberikan pilihan baru buat konsumen.

Per pertengahan September 2025, pihak Daihatsu mengklaim Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Rocky Hybrid mencapai kisaran 300 unit dan menggaet ribuan pembeli potensial atau peminat.

“Sejauh ini kami melihat respons konsumen yang sangat baik,” kata Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Planning Director PT ADM kepada KatadataOTO belum lama ini.

Daihatsu Rocky Hybrid
Photo : Istimewa

Dia melanjutkan, Rocky Hybrid turut mendapatkan perhatian dari masyarakat yang ingin mencoba teknologi elektrifikasi harga terjangkau.

Kehadiran Rocky Hybrid juga diharapkan dapat membantu mendorong penjualan Daihatsu jelang tutup tahun dan mempertahankan capaian retail sales sepanjang 2025.

Bagi konsumen Daihatsu, harga menjadi salah satu faktor penting sebab mayoritas mengandalkan kredit atau cicilan.

Sehingga Rocky Hybrid diharapkan dapat memenuhi kriteria harga kompetitif sekaligus menjangkau pembeli baru peminat kendaraan ramah lingkungan.

Bicara soal peminat Rocky Hybrid, Agung mengungkapkan jenis konsumennya cukup beragam.

“Bukan hanya keluarga muda saja, bahkan kami mendapatkan SPK dari beberapa anak muda yang ingin kendaraan teknologi advance namun (harga) sangat terjangkau,” tegas Agung.

Sekadar informasi, Daihatsu Rocky Hybrid punya tampilan eksterior tidak berbeda jauh dari Rocky bermesin konvensional.

Jantung pacunya pun tidak berubah, pakai mesin WA-VEX berkubikasi 1.200 cc tiga silinder.

Kemudian dipadukan motor elektrik berdaya 78 kW (104,6 hp) serta torsi puncak 170 Nm, lalu baterai Lithium-ioin 4,3 Ah.

Selain menawarkan teknologi hybrid, Rocky teranyar turut disematkan fitur-fitur pendukung mumpuni sesuai kebutuhan.

Daihatsu Rocky Hybrid
Photo : KatadataOTO

Seperti teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) bernama Smart Assist, mencakup 19 fitur. Di antaranya adalah Adaptive Cruise Control dan Cornering Trace Assist.

Daihatsu Rocky Hybrid sudah bisa dipesan di diler-diler terdekat apabila konsumen berminat.

Saat ini, Rocky Hybrid masih berstatus Completely Built Up (CBU) Jepang. Belum ada informasi soal rencana perakitan lokal model elektrifikasi tersebut di fasilitas PT ADM di dalam negeri.


Terkini

mobil
Mobil Cina

Penjualan Mobil Cina Diproyeksikan Lampaui Jepang Tahun Ini

Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit

otosport
Francesco Bagnaia

Saran untuk Francesco Bagnaia Agar Kompetitif Lagi di MotoGP 2026

Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026

mobil
VinFast

VinFast Komitmen Produksi Lokal Model-Model EV Tersubsidi

VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan

modifikasi
Yamaha Xmax

Modifikasi Yamaha Xmax Hedon, Biayanya Senilai Dua Innova Zenix

Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru

motor
Motor listrik

Pasar Motor Listrik 2025 Anjlok, Subsidi Jadi Biang Kerok

Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen

mobil
Baterai lithium

Permintaan Baterai Lithium Mobil Listrik Bakal Merosot di 2026

Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun

mobil
Mobil yang Disuntik Mati

4 Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia Tahun Ini, Ada Baleno

Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya

mobil
Insentif Otomotif

Insentif Otomotif Disarankan Fokus Pada Mobil Dengan TKDN Tinggi

Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang