Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Recurrent, cuaca panas dapat mengurangi jarak tempuh mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi jarak tempuh mobil listrik karena berbagai faktor, seperti dipaparkan oleh Recurrent.
Sebelumnya pada Januari 2024, tim riset EV (Electric Vehicle) ini telah meneliti pengaruh cuaca dingin ekstrem terhadap daya jelajah. Ternyata jarak tempuh sejumlah model berkurang cukup banyak.
Dalam hasil studi terbaru Recurrent, ditemukan bahwa mobil listrik bisa kehilangan dua persen sampai lima persen dari keseluruhan jarak tempuh di kondisi temperatur 32°C
Namun jika melihat informasi baterai dari sekitar 7.500 mobil listrik, EV bisa kehilangan jangkauan 20 persen sampai 30 persen apabila cuaca sangat panas.
Hasil ini didapatkan dari kendaraan yang terdaftar dan terhubung dengan sistem Recurrent untuk kebutuhan riset dan studi.
Lebih lengkap, berikut paparan hasil temuan berkurangnya daya jelajah mobil listrik pada suhu tertentu.
Tim riset Recurrent tetap menegaskan bahwa mobil listrik keluaran sekarang lebih tahan suhu panas karena dibekali teknologi untuk mendinginkan baterai.
Faktor lain mempengaruhi adalah penggunaan Air Conditioner. Pemakaian AC esktrem membutuhkan energi lebih besar sehingga dapat mengurangi jarak tempuh.
Namun ada beberapa kondisi dapat menyebabkan kerusakan terkhusus bila Anda merupakan pengguna mobil listrik di negara beriklim panas.
Misalnya membiarkan mobil listrik dalam kondisi baterai rendah. Karena pada akhirnya sistem Thermal Management butuh energi untuk mendinginkan baterai.
Pemilik juga harus hindari kebiasaan meninggalkan mobil parkir di area luar yang terkena paparan sinar matahari secara langsung.
Dalam kondisi suhu rendah, pemilik kendaraan cenderung mengatur suhu kabin jadi lebih hangat. Ini memakan lebih banyak energi ketimbang mendinginkan temperatur.
Maka disarankan bagi pengguna mobil listrik di wilayah bersuhu rendah untuk menghangatkan kabin ketika mobil masih dalam kondisi diisi daya atau sering disebut Preconditioning.
Kemudian manfaatkan fitur lain seperti Seat Warmer dan Heated Steering Wheel. Sehingga penghangat kabin bisa dimatikan agar menghemat energi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota