Upaya Ferrari Gaet Generasi Muda, Kolaborasi dengan PUBG
17 Juli 2026, 16:23 WIB
Terus mengalami penurunan drastis, Citroen hengkang dari Australia setelah hanya menjual 87 mobil di 2024
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Prancis, Citroen hengkang dari Australia karena terus mengalami penurunan penjualan. Per Juli 2024 mereka hanya berhasil melepas 87 unit sepanjang 2024.
Sebagai perbandingan angka tersebut bahkan ada di bawah capaian mobil mewah di Australia seperti Lamborghini, Ferrari dan Maserati.
Dilansir dari Carscoops, Jumat (16/8) Citroen memasarkan empat model di Australia yakni C3, C4 Crossover, C5 Aircross dan C5 X Fastback Crossover.
Namun penjualan bakal berhenti di 1 November 2024. Keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan panjang dan sambil melihat kebutuhan serta perilaku masyarakat setempat dalam membeli kendaraan baru.
Meski begitu, Inchcape Australia sebagai distributor menegaskan konsumen tidak perlu khawatir karena garansi lima tahun dan layanan servis masih tersedia di 35 titik.
“Sambil merayakan kayanya sejarah Citroen di pasar Australia kita harus melihat ke masa mendatang dan mempertimbangkan perkembangan pasar yang terus berevolusi, dinamis dan kompetitif serta perubahan permintaan konsumen,” kata David Owen, General Manager Citroen Australia.
Penjualan Citroen masih lebih rendah dibandingkan Peugeot yang juga berada di bawah naungan grup Stellantis yaitu 1.341 unit sepanjang 2024.
“Kami tahu pemilik Citroen di Australia tetap ada, mobilnya juga masih beroperasi di jalan. Tim Citroen Australia dan jaringan ritel berkomitmen untuk tetap melayani konsumen melayani perbaikan kendaraan,” kata Owen.
Sementara di Indonesia, Peugeot sudah lebih dulu angkat kaki dan hentikan semua aktivitas penjualan mulai 2 Mei 2024. Mereka saat ini hanya menyediakan layanan purnajual bagi para pemilik di Tanah Air.
Sedangkan Citroen kembali ke pasar Indonesia menjelang akhir 2022 memamerkan beberapa modelnya yakni C3, C5 Aircross dan mobil listrik e-C4.
Mengikuti komitmen elektrifikasi pemerintah, Citroen telah menghadirkan mobil listrik e-C3 guna memenuhi kebutuhan konsumen akan mobil listrik harga terjangkau. Nantinya mereka berniat merakit lokal model tersebut.
Hingga sekarang Citroen mengklaim punya target alokasi impor e-C3 sebanyak 1.000 unit di 2024 sebelum kemudian diprodusi lokal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Juli 2026, 16:23 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
28 Mei 2026, 07:00 WIB
15 Maret 2026, 18:00 WIB
07 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika