Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Kendaraan listrik akan digantikan Cidomo di Gili Trawangan karena banyaknya kritikan dari wisatawan asing
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Cidomo di Gili Trawangan akan digantikan sepenuhnya dengan kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya Djohan Sjamsu, Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat menilai bahwa angkutan tersebut mendapat banyak kritikan.
Perlu diketahui bahwa Cidomo merupakan akronim dari cikar, dokar dan mobil. Alat transportasi ini menyerupai kereta penumpang dengan menggunakan dua ban kemudian ditarik seekor kuda.
Karena menggunakan tenaga hewan sebagai penggeraknya maka ada beberapa wisatawan asing yang menilainya sebagai penyiksaan. Kritikan ini banyak disampaikan oleh turis asing dari barat.
Dilansir dari Antara, digantinya Cidomo dengan kendaraan listrik diyakini tidak akan merusak lingkungan. Pasalnya tidak ada polusi udara yang dikeluarkan meski Cidomo tak lagi digunakan.
Djohan Sjamsu pun menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan maupun pendapatannya. Sebab pengelolaannya akan diserahkan pada pengusaha serta masyarakat lokal.
Tentu kami beri kesempatan kepada pengusaha lokal untuk mengelolanya. Diberikan prioritas, agar tidak kehilangan usaha dan pendapatannya,” tegasnya.
Ia pun menegaskan bahwa pengemudinya haruslah orang lokal. Pasalnya jalan di Gili Trawangan tidak terlalu luas sehingga dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Tentu pengemudi-nya orang lokal bukan wisatawan. Apalagi jalan Gili Trawangan juga tidak terlalu lebar dan luas, sehingga tidak bisa wisatawan sendiri yang bawa," tegasnya.
Tak hanya itu, ia berencana membatasi penggunaan sepeda listrik di destinasi pariwisata andalan di NTB. Tujuannya adalah agar pengusaha besar tidak mendominasi sehingga masyarakat lokal bisa memiliki usaha dari sektor tersebut.
"Tidak ada pelarangan tapi jumlahnya saja dibatasi,” tegasnya.
Tak hanya itu pihaknya juga meminta pemilik hotel tidak menyediakan sepeda listrik, namun diserahkan kepada masyarakat yang mengelola.
"Kita tidak ingin karena kalau begitu nanti masyarakat tidak dapat pendapatan. Kami mau semua bagi-bagi rizki," katanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini