Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Kendaraan listrik akan digantikan Cidomo di Gili Trawangan karena banyaknya kritikan dari wisatawan asing
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Cidomo di Gili Trawangan akan digantikan sepenuhnya dengan kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya Djohan Sjamsu, Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat menilai bahwa angkutan tersebut mendapat banyak kritikan.
Perlu diketahui bahwa Cidomo merupakan akronim dari cikar, dokar dan mobil. Alat transportasi ini menyerupai kereta penumpang dengan menggunakan dua ban kemudian ditarik seekor kuda.
Karena menggunakan tenaga hewan sebagai penggeraknya maka ada beberapa wisatawan asing yang menilainya sebagai penyiksaan. Kritikan ini banyak disampaikan oleh turis asing dari barat.
Dilansir dari Antara, digantinya Cidomo dengan kendaraan listrik diyakini tidak akan merusak lingkungan. Pasalnya tidak ada polusi udara yang dikeluarkan meski Cidomo tak lagi digunakan.
Djohan Sjamsu pun menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan maupun pendapatannya. Sebab pengelolaannya akan diserahkan pada pengusaha serta masyarakat lokal.
Tentu kami beri kesempatan kepada pengusaha lokal untuk mengelolanya. Diberikan prioritas, agar tidak kehilangan usaha dan pendapatannya,” tegasnya.
Ia pun menegaskan bahwa pengemudinya haruslah orang lokal. Pasalnya jalan di Gili Trawangan tidak terlalu luas sehingga dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Tentu pengemudi-nya orang lokal bukan wisatawan. Apalagi jalan Gili Trawangan juga tidak terlalu lebar dan luas, sehingga tidak bisa wisatawan sendiri yang bawa," tegasnya.
Tak hanya itu, ia berencana membatasi penggunaan sepeda listrik di destinasi pariwisata andalan di NTB. Tujuannya adalah agar pengusaha besar tidak mendominasi sehingga masyarakat lokal bisa memiliki usaha dari sektor tersebut.
"Tidak ada pelarangan tapi jumlahnya saja dibatasi,” tegasnya.
Tak hanya itu pihaknya juga meminta pemilik hotel tidak menyediakan sepeda listrik, namun diserahkan kepada masyarakat yang mengelola.
"Kita tidak ingin karena kalau begitu nanti masyarakat tidak dapat pendapatan. Kami mau semua bagi-bagi rizki," katanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini