Biang Kerok Penjualan Mobil Listrik Tesla Keok dari BYD di 2025
08 Januari 2026, 18:00 WIB
BYD tingkatkan investasi di Indonesia untuk bangun pabrik yang lebih lengkap dibanding rencana sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – BYD berencana meningkatkan investasi di Indonesia sekaligus menambah kapasitas produksi pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Dengan pabrikkan menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada pertumbuhan industri kendaraan listrik beserta ekosistemnya di Tanah Air.
Peningkatan investasi membuka peluang untuk pengembangan fasilitas baterai dan teknologi kendaraan listrik lain seperti Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Rencana itu disampaikan perusahaan asal China pada Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang berkunjung ke Kantor Pusat BYD di Shenzhen.
“Dengan tambahan investasi dan penguatan industri kami berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi pabrik BYD di Indonesia serta membuka peluang pengembangan teknologi seperti baterai untuk ragam New Energy Vehicle termasuk EV maupun PHEV,” ungkap Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific dalam keterangan resminya.
Ia pun optimis bahwa penambahan kapasitas bakal memenuhi beragam kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas potensi ekspor. Sehingga ke depannya Indonesia bisa menjadi hub untuk kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara.
“Pembangunan pabrik BYD di Indonesia nantinya merupakan salah satu yang tercepat, karena sebelumnya untuk membuat pabrik di China serta Thailand membutuhkan waktu 10 hingga 16 bulan. Namun jika didukung pemerintah, kami yakin bisa menyelesaikan pembangunan pabrik dan memulai produksi komersial pada awal 2026,” ungkapnya kemudian.
Sementara itu Rosan Perkasa Roeslani mengungkap bahwa pihaknya akan memberi dukungan terhadap perusahaan yang hendak berinvestasi di Indonesia. Bentunya beragam mulai dari percepatan penerbitan perizinan hingga insentif penanaman modal.
“Selain berdampak pada pemberian nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja, investasi ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mencapai target pengurangan emisi karbon pada 2060. Terlebih perusahaan tidak hanya melihat pasar Indonesia tetapi juga buat ekspor,” tegasnya.
Pabrik BYD di Indonesia ini akan menjadi pabrik otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan luas lahan fasilitas produksi adalah 108 Ha. Namun adanya peningkataan investasi, perusahaan pun berubah pandangan.
Mereka berencana memperluas lahan menjadi 126 ha yang akan digunakan beragam kebutuhan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 19:17 WIB
06 Januari 2026, 17:00 WIB
06 Januari 2026, 16:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
09 Januari 2026, 07:00 WIB
Harga SUV murah per Januari 2026 masih cenderung stabil, hanya dua merek melakukan penyesuaian harga
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih tersedia seperti biasa di lima lokasi berbeda
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diterapkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Ibu Kota
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan SIM keliling Bandung terus hadir untuk memudahkan para pengendara di kota Kembang
08 Januari 2026, 19:07 WIB
Shammie terus berjuang keras hingga SS4 untuk bisa membawa hasil positif pada ajang Rally Dakar 2026
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Kebijakan pemerintah federal di Amerika Serikat disebut bikin penjualan mobil listrik Tesla kalah dari BYD
08 Januari 2026, 17:00 WIB
Setelah badai cedera menerpa, kondisi fisik Marc Marquez dirasa sudah tidak seprima seperti dahulu kala
08 Januari 2026, 16:40 WIB
Kunci tertinggal di kabin diduga jadi salah satu penyebab Hyundai Stargazer menyala otomatis ketika diparkir