Produsen Mobil Cina Catat Pendapatan Rp 26 Triliun, BYD Terbanyak
28 Januari 2026, 15:00 WIB
Menawarkan beragam lini produk mobil listrik, BYD Indonesia terus meraih respon positif dari masyarakat
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Pasar mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan performa ciamik. Pada tahun ini pangsa pasar EV (Electrcic Vehicle) di dalam negeri mencapai 12 persen.
Mengacu data wholesales Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), pemasaran mobil di Tanah Air sudah menyentuh angkan 710 ribuan.
Sedangkan perniagaan kendaraan setrum sudah menembus angka 83 ribuan. Artinya terdapat peningkatan cukup besar pada tahun ini.
“Kami berhasil mencetak rekor penjualan EV selama dua bulan (Oktober-November). Karena bisa mengirimkan (ke diler) sekitar 10 ribu unit setiap bulan,” ucap Eagle Zhou, President Director PT BYD Motor Indonesia dalam acara Media Gathering di Sentul, Bogor, Jawa Barat (11/12).
Menurutnya BYD di Indonesia sudah mendominasi pasar mobil listrik di Indonesia. Padahal merek asal Cina tersebut baru berumur 2 tahun lebih.
Disebutkan bahwa BYD Indonesia menguasai market share sebesar 57 persen (Januari – Oktober 2025). Menjadikan reputasi yang sebuah brand baru di Indonesia.
“Secara nasional perkembangan pasar EV mencapai 15 persen pada November 2025. Kami bangga bisa menjadi pemain kunci dengan kontribusi signifikan,” jelas Eagle.
Lebih jauh disampaikan jika BYD dan Denza sudah mengirimkan unit ke diler mencapai 47.300 unit. Angka di atas merupakan periode Januari – November 2025.
Dikatakan bahwa angka yang diraih BYD maupun Denza, sudah mampu melampaui pencapaian seluruh BEV di dalam negeri selama 2024.
Karena pada tahun lalu, penjualan seluruh mobil setrum di Tanah Air hanya mencetak jumlah 43 ribuan, dalam satu tahun.
“Pada November 2025, pasar EV secara nasional meraih perkembangan sebesar 15 persen. BYD beruntung bisa memainkan peran yang berarti,” tutur Eagle.
BYD Indonesia hingga saat ini masih menjadi pabrikan pemenerima insentif dari pemerintah. Sehingga banderol kendaraan yang dipasarkan bisa kompetitif.
Namun diketahui pada tahun depan, kondisi pasar akan sedikit berbeda. Karena Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan tidak ada lagi subsidi.
Berbanding terbalik dengan ungkapan Menperin, bahwa insentif dari pemerintah tetap akan keluar di awal 2026.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Januari 2026, 15:00 WIB
27 Januari 2026, 13:00 WIB
27 Januari 2026, 12:10 WIB
27 Januari 2026, 07:00 WIB
26 Januari 2026, 17:01 WIB
Terkini
28 Januari 2026, 20:00 WIB
Toyota mengunggah bocoran mobil terbaru mereka, siluet SUV berukuran besar diyakini versi produksi dari bZ5X
28 Januari 2026, 19:00 WIB
Yamaha akan segera menjajal motor balap dengan mesin V4 berkubikasi 850 cc untuk berlaga di MotoGP 2027
28 Januari 2026, 18:00 WIB
Astra UD Trucks akan melakukan perawatan armada PT Pertamina Patra Niaga di berbagai wilayah strategis
28 Januari 2026, 17:00 WIB
Audi enggan mengikuti tren-tren mobil baru yang mengusung layar infotaiment dan panel meter berukuran besar
28 Januari 2026, 16:01 WIB
Jaecoo Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan sejumlah layanan, terbaru mereka membuka diler di Serpong
28 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
28 Januari 2026, 14:00 WIB
Lepas L8 bakal bersaing dengan semakin banyak merek mobil Cina yang akan debut di Indonesia tahun ini
28 Januari 2026, 13:00 WIB
One way dan contraflow masih menjadi andalan kepolisian dalam memperlancar arus lalu lintas mudik Lebaran 2026