iCAR V23 Dipasarkan Dengan Tiga Pilihan Varian Menarik
29 Mei 2026, 21:12 WIB
Menawarkan beragam lini produk mobil listrik, BYD Indonesia terus meraih respon positif dari masyarakat
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Pasar mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan performa ciamik. Pada tahun ini pangsa pasar EV (Electrcic Vehicle) di dalam negeri mencapai 12 persen.
Mengacu data wholesales Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), pemasaran mobil di Tanah Air sudah menyentuh angkan 710 ribuan.
Sedangkan perniagaan kendaraan setrum sudah menembus angka 83 ribuan. Artinya terdapat peningkatan cukup besar pada tahun ini.
“Kami berhasil mencetak rekor penjualan EV selama dua bulan (Oktober-November). Karena bisa mengirimkan (ke diler) sekitar 10 ribu unit setiap bulan,” ucap Eagle Zhou, President Director PT BYD Motor Indonesia dalam acara Media Gathering di Sentul, Bogor, Jawa Barat (11/12).
Menurutnya BYD di Indonesia sudah mendominasi pasar mobil listrik di Indonesia. Padahal merek asal Cina tersebut baru berumur 2 tahun lebih.
Disebutkan bahwa BYD Indonesia menguasai market share sebesar 57 persen (Januari – Oktober 2025). Menjadikan reputasi yang sebuah brand baru di Indonesia.
“Secara nasional perkembangan pasar EV mencapai 15 persen pada November 2025. Kami bangga bisa menjadi pemain kunci dengan kontribusi signifikan,” jelas Eagle.
Lebih jauh disampaikan jika BYD dan Denza sudah mengirimkan unit ke diler mencapai 47.300 unit. Angka di atas merupakan periode Januari – November 2025.
Dikatakan bahwa angka yang diraih BYD maupun Denza, sudah mampu melampaui pencapaian seluruh BEV di dalam negeri selama 2024.
Karena pada tahun lalu, penjualan seluruh mobil setrum di Tanah Air hanya mencetak jumlah 43 ribuan, dalam satu tahun.
“Pada November 2025, pasar EV secara nasional meraih perkembangan sebesar 15 persen. BYD beruntung bisa memainkan peran yang berarti,” tutur Eagle.
BYD Indonesia hingga saat ini masih menjadi pabrikan pemenerima insentif dari pemerintah. Sehingga banderol kendaraan yang dipasarkan bisa kompetitif.
Namun diketahui pada tahun depan, kondisi pasar akan sedikit berbeda. Karena Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan tidak ada lagi subsidi.
Berbanding terbalik dengan ungkapan Menperin, bahwa insentif dari pemerintah tetap akan keluar di awal 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Mei 2026, 21:12 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
27 Mei 2026, 14:46 WIB
26 Mei 2026, 19:13 WIB
Terkini
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
29 Mei 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator sebagai SUV 7 penumpang menawarkan banyak kemudahan dalam perjalanan sehari-hari
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Chery melalui perusahaan patungan yang berbasis di Singapura menyiapkan kei car untuk diluncurkan di 2027
29 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung masih menjadi salah satu alternatif bagi para pengendara yang ingin mengurus dokumen
29 Mei 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, ada dispensasi