Bos GWM Nilai Mobil Cina Masih Tertinggal dari Jepang dan Eropa
23 Februari 2026, 18:00 WIB
Ratusan unit BYD Dolphin diekspor dari Thailand untuk pasar Uni Eropa yang menerapkan tarif impor tinggi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD punya cara sendiri mengakali tingginya tarif impor mobil listrik yang berlaku di Uni Eropa. Salah satunya adalah melakukan perakitan dari fasilitas lain di luar Tiongkok.
Pada Agustus 2025, diketahui BYD sudah mulai mengekspor mobil listrik BYD Dolphin ke pasar Eropa untuk pertama kalinya. Totalnya ada sekitar 900 unit dikirim ke Jerman, Belgia sampai Inggris.
Ini juga menjadi kali pertama kapal BYD Zhengzhou berlayar dari Thailand menuju benua Eropa.
“Ekspor Dolphin buatan Thailand ke Eropa tidak hanya merepresentasikan langkah maju BYD dalam strategi global, tetapi menyorot peran penting Thailand di rantai pasok Electric Vehicle (EV) global,” kata Ke Yubin, General Manager BYD Thailand dikutip dari Carnewschina, Kamis (28/08).
Perlu diketahui, pabrik BYD di Thailand merupakan fasilitas pertama mereka yang dibangun di luar Tiongkok.
Pabrik BYD itu beroperasi sejak Juli 2024 dengan kapasitas 150 ribu kendaraan. Unit rakitan Thailand memenuhi kebutuhan domestik serta ekspor.
Satu tahun setelah operasionalnya berlangsung, BYD mencatatkan rekor pengiriman ke konsumen sebanyak 90 ribu unit.
Kehadiran fasilitas perakitan di luar Cina membantu BYD agar tetap bisa memasarkan lini kendaraannya ke sejumlah pasar global yang menerapkan tarif impor mobil listrik seperti di Uni Eropa.
Berkat strategi tersebut, BYD disebut mampu menjual 545.003 unit EV sepanjang tujuh bulan pertama 2025 yaitu dari Januari sampai Juli 2025.
Sebagai informasi, BYD tak hanya membangun pabrik di Thailand namun juga Indonesia dan Malaysia.
Di dalam negeri pabrik BYD di kawasan Subang ditargetkan selesai 2026 dan dapat segera memasarkan mobil listrik rakitan lokal.
Sama seperti di Thailand, pabrik BYD nantinya memiliki kapasitas produksi 150 ribu unit dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta permintaan konsumen Tanah Air.
Menyusul setelah itu, BYD juga mengumumkan pembangunan pabrik baru di Malaysia. Adapun luasan fasilitas di negeri Jiran lebih besar dibandingkan di dalam negeri.
Sehingga dipastikan bisa lebih banyak melakukan produksi mobil listrik di sana.
Namun kehadiran pabrik BYD di Indonesia maupun Malaysia membuka peluang ekspor. Khususnya untuk membantu BYD dalam memenuhi permintaan kendaraan elektrifikasi di Eropa.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 18:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil CBU di Indonesia pada 2025 mengoptimalkan kemampuan produksi di RI yakni 2,59 juta unit per tahun
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir pekan, masyarakat tetap bisa mengakses fasilitas SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Lokasinya lebih terbatas di akhir pekan, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini 27 Februari
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Pengawasan ganjil genap Jakarta dilakukan secara ketat menggunakan beragam fasilitas termasuk kamera ETLE