BYD Atto 1 Generasi Kedua Resmi Debut, Bisa Pakai Flash Charging
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah mereknya didaftarkan di PDKI, NJKB BYD Seagull saat ini sudah terdaftar di Samsat-PKB Jakarta
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu, nama mobil listrik BYD Dolphin Mini telah didaftarkan oleh BYD Company Limited di laman PDKI (Pangkalan Data Kekayaan Intelektual).
Dolphin Mini sendiri merupakan nama lain dari mobil listrik termurah BYD, yakni Seagull. Model ini sudah dipasarkan di berbagai negara, terdekatnya adalah Malaysia.
Setelah mereknya terdaftar, model berkode EQ-ETD-1 (4X2) AT dan EQ-STD-1 (4X2) AT tercantum di laman Samsat-PKB, dengan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) masing-masing Rp 233 juta dan Rp 218 juta.
Diduga kuat, keduanya adalah Dolphin Mini alias Seagull. EQ sendiri merupakan kode model Seagull.
Perlu diingat NJKB bukan merupakan harga jual saat dipasarkan ke masyarakat. Karena angka tersebut belum termasuk biaya-biaya lain seperti pajak.
Jika dibandingkan dengan Dolphin yang menjadi mobil listrik BYD termurah di Indonesia, NJKB Seagull masih lebih rendah.
Di Malaysia, BYD Dolphin Mini ditawarkan mulai RM 99.900. Dalam kurs rupiah angka ini setara Rp 367,7 jutaan.
Hanya saja pihak BYD Indonesia belum membeberkan secara gamblang mobil listrik terbaru yang akan mereka tawarkan ke konsumen tanah air.
Dolphin Mini sebelumnya diduga meluncur pada perhelatan IIMS (Indonesia International Motor Show) 2025. Tetapi manufaktur asal Tiongkok itu justru memboyong Sealion 7.
Sebagai informasi, Seagull atau Dolphin Mini berdimensi lebih kecil dari Dolphin, berukuran P x L x T 3.780 mm x 1.715 mm x 1.580 mm. Sedangkan Dolphin di 4.290 mm x 1.770 mm x 1.570 mm.
Model tersebut digadang jadi pesaing baru Wuling Air ev. Tetapi dari segi desain, Seagull tampil lebih dinamis dan menyerupai hatchback.
Konfigurasinya tidak jauh beda dari mobil listrik Wuling Air ev. Seagull menggunakan Blade Battery 30 kWh, tawarkan daya jelajah 300 km (NEDC) dalam satu kali pengisian daya.
Sedangkan Wuling Air ev yang dijual mulai Rp 180 jutaan disematkan baterai 17,3 kWh sampai 26,7 kWh tergantung varian, jarak tempuhnya 200 km-300 km.
Jika BYD Seagull masuk ke Indonesia dengan skema insentif impor seperti ketiga model lain, maka besar kemungkinan harganya akan kompetitif dan mendekati Wuling Air ev.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
23 Oktober 2026, 09:00 WIB
Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia