Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Geely dan Changan disebut sebagai dua merek yang jadi kompetitor kuat BYD sepanjang kuartal ketiga 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Tiongkok, BYD disebut tengah mengalami penurunan keuntungan yang cukup tajam di kuartal ketiga 2025.
Berdasarkan keterangan dari pihak BYD, profit mereka di Cina ada di angka 7,82 miliar yuan atau sekitar Rp 18,2 triliun, turun 33 persen dari periode sama di 2024.
Sementara secara keseluruhan total pendapatan kotor atau revenue BYD di negara asalnya mengalami penurunan tiga persen.
Jika dilihat dari sisi jumlah unit, BYD telah mengantar 1,15 juta kendaraan ramah lingkungan ke tangan konsumen. Ini mencakup mobil listrik maupun hybrid.
Meskipun angkanya mengesankan, ini turun 1,8 persen dari capaian di kuartal ketiga 2024.
"BYD mengurangi target penjualan mereka di 2025 sebanyak 16 persen menjadi 4,6 juta. Namun mereka masih mengharapkan penjualan EV dan PHEV bisa dua kali lebih banyak dari tahun lalu," tulis laporan Reuters dikutip Sabtu (01/11).
BYD disebut menghadapi dua kompetitor kuat di negara asalnya yakni Geely Automobile Holdings dan Chongqing Changan Automobile.
Kedua merek itu masing-masing mencatatkan kenaikan penjualan 96 persen dan 84 persen.
Ada berbagai faktor dinilai dapat menjadi penyebab terjadinya penurunan penjualan lini produk BYD.
Misal, persaingan ketat di Cina ditambah kedatangan berbagai merek baru yang menawarkan opsi kendaraan harga kompetitif dan desain mumpuni.
Sengitnya kompetisi di Tiongkok tampaknya membuat BYD gencar di berbagai negara lain seperti Indonesia.
Bukan tanpa tantangan, meskipun penjualannya terbilang baik BYD mulai mendapatkan rival yang tidak hanya menawarkan mobil listrik tetapi juga hybrid.
Di Indonesia, per September 2025 Chery menggeser BYD sebagai mobil Cina terlaris dengan menjual 2.102 unit.
BYD menyusul di bawahnya dengan angka penjualan retail (pengiriman dari diler ke konsumen) 2.036 unit.
Penjualan retail BYD mengalami penurunan dari capaian di Agustus 2025 yaitu sebanyak 2.746 unit.
Namun dengan pengiriman Atto 1 yang sudah mulai berjalan, tidak menutup kemungkinan angka penjualan BYD bisa membaik di Oktober 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
Terkini
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan