Update Pabrik BYD: Sudah Mulai Trial Produksi Unit
12 Februari 2026, 13:02 WIB
Geely dan Changan disebut sebagai dua merek yang jadi kompetitor kuat BYD sepanjang kuartal ketiga 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Tiongkok, BYD disebut tengah mengalami penurunan keuntungan yang cukup tajam di kuartal ketiga 2025.
Berdasarkan keterangan dari pihak BYD, profit mereka di Cina ada di angka 7,82 miliar yuan atau sekitar Rp 18,2 triliun, turun 33 persen dari periode sama di 2024.
Sementara secara keseluruhan total pendapatan kotor atau revenue BYD di negara asalnya mengalami penurunan tiga persen.
Jika dilihat dari sisi jumlah unit, BYD telah mengantar 1,15 juta kendaraan ramah lingkungan ke tangan konsumen. Ini mencakup mobil listrik maupun hybrid.
Meskipun angkanya mengesankan, ini turun 1,8 persen dari capaian di kuartal ketiga 2024.
"BYD mengurangi target penjualan mereka di 2025 sebanyak 16 persen menjadi 4,6 juta. Namun mereka masih mengharapkan penjualan EV dan PHEV bisa dua kali lebih banyak dari tahun lalu," tulis laporan Reuters dikutip Sabtu (01/11).
BYD disebut menghadapi dua kompetitor kuat di negara asalnya yakni Geely Automobile Holdings dan Chongqing Changan Automobile.
Kedua merek itu masing-masing mencatatkan kenaikan penjualan 96 persen dan 84 persen.
Ada berbagai faktor dinilai dapat menjadi penyebab terjadinya penurunan penjualan lini produk BYD.
Misal, persaingan ketat di Cina ditambah kedatangan berbagai merek baru yang menawarkan opsi kendaraan harga kompetitif dan desain mumpuni.
Sengitnya kompetisi di Tiongkok tampaknya membuat BYD gencar di berbagai negara lain seperti Indonesia.
Bukan tanpa tantangan, meskipun penjualannya terbilang baik BYD mulai mendapatkan rival yang tidak hanya menawarkan mobil listrik tetapi juga hybrid.
Di Indonesia, per September 2025 Chery menggeser BYD sebagai mobil Cina terlaris dengan menjual 2.102 unit.
BYD menyusul di bawahnya dengan angka penjualan retail (pengiriman dari diler ke konsumen) 2.036 unit.
Penjualan retail BYD mengalami penurunan dari capaian di Agustus 2025 yaitu sebanyak 2.746 unit.
Namun dengan pengiriman Atto 1 yang sudah mulai berjalan, tidak menutup kemungkinan angka penjualan BYD bisa membaik di Oktober 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 13:02 WIB
12 Februari 2026, 11:00 WIB
11 Februari 2026, 21:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 21:00 WIB
Salah seorang tenaga penjual membocorkan, diskon Vespa matic berlaku untuk LX150, Primavera sampai Sprint
12 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun banyak pesaing seperti rental mobil lokal, Trac berkomitmen kembangkan penyewaan mobil perorangan
12 Februari 2026, 19:00 WIB
Target Mitsubishi meraup 3.000 pemesanan di IIMS 2026 didukung dua model SUV yakni Xpander dan Destinator
12 Februari 2026, 18:00 WIB
Meskipun pasarnya masih kecil, Mitsubishi L100 EV disebut punya peminat di area kota dan terjual 100 unit
12 Februari 2026, 17:00 WIB
Diler baru Mitsubishi Fuso yang berada di Sukoharjo dinilai bisa memenuhi kebutuhan para konsumen di Tanah Air
12 Februari 2026, 16:00 WIB
Astra Honda Motor mengaku tetap akan mendukung pemerintah mengenai keputusan insentif motor listrik tahun ini
12 Februari 2026, 15:00 WIB
Nissan Serena diberi diskon Rp 40 juta di IIMS 2026 untuk memudahkan pelanggan melakukan pembelian kendaraan
12 Februari 2026, 14:00 WIB
Mitsubishi Destinator anniversary edition di ajang IIMS 2026 dan ditawarkan dengan selisih harga Rp 8 juta