Bocoran Terbaru BYD Atto 1 Generasi Kedua
28 September 2026, 17:49 WIB
Imbas pemberlakuan tarif impor 100 persen di AS, produsen mobil listrik China incar pasar Asia dan Australia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik China menciptakan tren baru di era elektrifikasi. Ada banyak model tersedia dan ditawarkan dengan banderol lebih kompetitif dibandingkan rival lain, ditambah lagi penyematan teknologi modern pada kendaraannya.
Hal itu memang justru dianggap sebagai ancaman bagi Amerika Serikat dan Uni Eropa. Bahkan ada kebijakan terkait tarif impor hingga 100 persen khusus mobil listrik China, sehingga manufaktur kesulitan jual BEV (Battery Electric Vehicle) di sana.
Imbas hal itu, beragam merek China mulai incar pasar lain seperti Asia dan Australia. Di RI sendiri, tahun ini kedatangan EV asal Tiongkok bukan jadi hal baru lagi buat masyarakat.
Dimulai dari BYD (Build Your Dreams) sampai merek premium Zeekr, mereka memboyong model andalan bertenaga listrik dan memiliki visi rakit lokal agar bisa menerima beragam keuntungan dari kebijakan pemerintah, seperti pembebasan tarif impor.
Beberapa pasar yang nampaknya jadi incaran manufaktur China adalah Australia dan Asia Tenggara. Di Australia, kehadiran mobil listrik China justru jadi stimulan persaingan sehat sehingga menawarkan banyak pilihan ke konsumen.
"Ketersediaan kendaraan produksi China meningkatkan pilihan pembeli, sehingga konsumen Australia bisa beli mobil sesuai kebutuhan pekerjaan, rekreasi dan keluarga mereka," ucap seorang perwakilan FCAI (Federal Chamber of Automatic Industries) Australia dikutip dari Carscoops, Senin (1/7).
Di negara tersebut, permintaan terhadap EV juga terlihat terus meningkat. Sepanjang 2023 ada 98.000 unit EV terjual, didorong adanya insentif serta komitmen pengembangan infrastruktur pengisian daya sebesar 500 juta USD.
Tesla masih mendominasi penjualan EV di Australia, namun siap menampung kehadiran beragam mobil listrik China yang ditawarkan dengan banderol lebih terjangkau.
Setelah MG dan BYD, sejumlah merek lain yang berniat masuk pasar Australia yakni XPeng, Geely, Changan dan Leapmotor.
Bicara soal ketersediaan SPKLU, Scott Dwyer, Research Director di Institute for Sustainable Futures University of Technology Sydney memperingatkan potensi perubahan yang merugikan.
"Tantangannya adalah memastikan bahwa pengembangan infrastruktur pengecasan EV tetap berjalan lebih cepat dibandingkan penjualan kendaraan listrik," kata Scott.
Singkatnya penjualan mobil listrik bisa membaik jika diiringi dengan pengembangan ekosistem pendukung yakni SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Sebagai informasi per April 2024 jumlah stasiun pengisian daya di Australia saat ini sekitar 2.000 unit. Dikutip dari Drive, Selasa (2/7) infrastruktur tersebut akan lebih berkembang pesat di 2024.
Sementara di Indonesia jumlahnya adalah 1.380 unit. Lebih rincinya unit SPKLU tersebar di 956 lokasi terhitung per April 2024 dan masih akan terus ditambah sepanjang tahun ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
Terkini
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya