Ford Umumkan Harga Empat Model Barunya di GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
Tesla masih belum memberikan kepastian, justru Ford investasi di Indonesia dukung segmen ekosistem EV
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Ford investasi di Indonesia pada segmen ekosistem kendaraan listrik, meski Tesla jadi nama yang ditunggu-tunggu khususnya pasca diskusi Elon Musk selaku CEO Tesla bersama Presiden Joko Widodo.
Pabrikan asal Amerika Serikat ini bergabung dengan PT Vale Indonesia dan Zhejiang Huayou Cobalt dari China, berinvestasi senilai US$4.5 miliar atau sekitar Rp67.6 triliun untuk pabrik nikel di Tanah Air.
Ini menjadi investasi pertama Ford di negara Asia Tenggara, menandakan kebutuhan produsen akan material untuk membuat baterai EV (Electric Vehicle) jadi lebih terjangkau. Karena hampir 40 persen banderol EV merupakan harga baterai itu sendiri.
Investasi tersebut juga bermaksud untuk mengurangi biaya produksi dan mengejar ketertinggalan dari pemimpin penjualan kendaraan listrik yakni Tesla.
Perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan telah mengembangkan industri hilir logam, yang bertujuan untuk mendukung produksi baterai serta kendaraan listrik.
Ketiga pihak tersebut tergabung di pabrik pengolahan dan pemurnian mineral nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan bakal memproduksi 120.000 ton MHP (mixed hydroxide precipitate) per tahun.
“Ford bisa membantu memastikan bahwa nikel yang kami pakai untuk baterai EV ditambang dan diproduksi dengan standar ESG sebagai bagian dari bisnis kami di seluruh dunia,” ucap Christopher Smith, Chief Government Affair Officer Ford seperti dikutip dari Reuters, Jumat (31/03).
Untuk diketahui, Indonesia sendiri telah melarang ekspor biji nikel yang belum diproses sejak 2020. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan untuk investor serta calon investor, serta menarik produsen EV global seperti Tesla dan BYD.
Investasi Ford di Indonesia menjadi upaya untuk mengamankan bahan baku. Mengingat mereka sendiri mempunyai target produksi 2 juta unit mobil listrik hingga 2026.
Pihak pabrikan punya rencana untuk berinvestasi lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp750 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik secara global hingga akhir 2026.
Tahun ini target produksinya adalah 600.000 unit kendaraan listri. Sebelumnya di pertengahan 2022 Ford sudah mengamankan 100 persen kapasitas sel baterai tahunan untuk mendukung target 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
20 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Mei 2026, 19:00 WIB
05 Mei 2026, 20:37 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika