Saham BYD Meroket Pasca Peluncuran Platform Fast Charging
20 Maret 2025, 07:00 WIB
Tesla masih belum memberikan kepastian, justru Ford investasi di Indonesia dukung segmen ekosistem EV
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Ford investasi di Indonesia pada segmen ekosistem kendaraan listrik, meski Tesla jadi nama yang ditunggu-tunggu khususnya pasca diskusi Elon Musk selaku CEO Tesla bersama Presiden Joko Widodo.
Pabrikan asal Amerika Serikat ini bergabung dengan PT Vale Indonesia dan Zhejiang Huayou Cobalt dari China, berinvestasi senilai US$4.5 miliar atau sekitar Rp67.6 triliun untuk pabrik nikel di Tanah Air.
Ini menjadi investasi pertama Ford di negara Asia Tenggara, menandakan kebutuhan produsen akan material untuk membuat baterai EV (Electric Vehicle) jadi lebih terjangkau. Karena hampir 40 persen banderol EV merupakan harga baterai itu sendiri.
Investasi tersebut juga bermaksud untuk mengurangi biaya produksi dan mengejar ketertinggalan dari pemimpin penjualan kendaraan listrik yakni Tesla.
Perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan telah mengembangkan industri hilir logam, yang bertujuan untuk mendukung produksi baterai serta kendaraan listrik.
Ketiga pihak tersebut tergabung di pabrik pengolahan dan pemurnian mineral nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan bakal memproduksi 120.000 ton MHP (mixed hydroxide precipitate) per tahun.
“Ford bisa membantu memastikan bahwa nikel yang kami pakai untuk baterai EV ditambang dan diproduksi dengan standar ESG sebagai bagian dari bisnis kami di seluruh dunia,” ucap Christopher Smith, Chief Government Affair Officer Ford seperti dikutip dari Reuters, Jumat (31/03).
Untuk diketahui, Indonesia sendiri telah melarang ekspor biji nikel yang belum diproses sejak 2020. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan untuk investor serta calon investor, serta menarik produsen EV global seperti Tesla dan BYD.
Investasi Ford di Indonesia menjadi upaya untuk mengamankan bahan baku. Mengingat mereka sendiri mempunyai target produksi 2 juta unit mobil listrik hingga 2026.
Pihak pabrikan punya rencana untuk berinvestasi lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp750 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik secara global hingga akhir 2026.
Tahun ini target produksinya adalah 600.000 unit kendaraan listri. Sebelumnya di pertengahan 2022 Ford sudah mengamankan 100 persen kapasitas sel baterai tahunan untuk mendukung target 2023.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Maret 2025, 07:00 WIB
12 Maret 2025, 09:00 WIB
11 Maret 2025, 08:00 WIB
04 Maret 2025, 17:00 WIB
24 Februari 2025, 09:00 WIB
Terkini
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada