Bukan Tesla, Ford Investasi di Indonesia

Tesla masih belum memberikan kepastian, justru Ford investasi di Indonesia dukung segmen ekosistem EV

Bukan Tesla, Ford Investasi di Indonesia
Serafina Ophelia

TRENOTO – Ford investasi di Indonesia pada segmen ekosistem kendaraan listrik, meski Tesla jadi nama yang ditunggu-tunggu khususnya pasca diskusi Elon Musk selaku CEO Tesla bersama Presiden Joko Widodo.

Pabrikan asal Amerika Serikat ini bergabung dengan PT Vale Indonesia dan Zhejiang Huayou Cobalt dari China, berinvestasi senilai US$4.5 miliar atau sekitar Rp67.6 triliun untuk pabrik nikel di Tanah Air.

Ini menjadi investasi pertama Ford di negara Asia Tenggara, menandakan kebutuhan produsen akan material untuk membuat baterai EV (Electric Vehicle) jadi lebih terjangkau. Karena hampir 40 persen banderol EV merupakan harga baterai itu sendiri.

Investasi tersebut juga bermaksud untuk mengurangi biaya produksi dan mengejar ketertinggalan dari pemimpin penjualan kendaraan listrik yakni Tesla.

Photo : Carscoops

Perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan telah mengembangkan industri hilir logam, yang bertujuan untuk mendukung produksi baterai serta kendaraan listrik.

Ketiga pihak tersebut tergabung di pabrik pengolahan dan pemurnian mineral nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan bakal memproduksi 120.000 ton MHP (mixed hydroxide precipitate) per tahun.

Baca juga: Elon Musk Umumkan Rencana Investasi, Indonesia Absen

“Ford bisa membantu memastikan bahwa nikel yang kami pakai untuk baterai EV ditambang dan diproduksi dengan standar ESG sebagai bagian dari bisnis kami di seluruh dunia,” ucap Christopher Smith, Chief Government Affair Officer Ford seperti dikutip dari Reuters, Jumat (31/03).

Untuk diketahui, Indonesia sendiri telah melarang ekspor biji nikel yang belum diproses sejak 2020. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan untuk investor serta calon investor, serta menarik produsen EV global seperti Tesla dan BYD.

Ford Punya Target Produksi EV

Investasi Ford di Indonesia menjadi upaya untuk mengamankan bahan baku. Mengingat mereka sendiri mempunyai target produksi 2 juta unit mobil listrik hingga 2026.

Photo : Istimewa

Pihak pabrikan punya rencana untuk berinvestasi lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp750 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik secara global hingga akhir 2026.

Tahun ini target produksinya adalah 600.000 unit kendaraan listri. Sebelumnya di pertengahan 2022 Ford sudah mengamankan 100 persen kapasitas sel baterai tahunan untuk mendukung target 2023.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika