Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Sebelumnya bernegosiasi dengan pihak Tesla terkait investasi, ke depannya Luhut berencana gaet BYD ke RI
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemerintah Indonesia saat ini masih terus menggencarkan percepatan elektrifikasi dengan beragam metode. Salah satunya adalah pemberian insentif KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai).
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memaparkan diharapkan tidak hanya menarik konsumen baru namun juga investor.
“Menarik produsen KBLBB untuk membangun pabrik di Indonesia sehingga lebih banyak pilihan. Akan berlangsung secara bertahap,” ucap Luhut saat konferensi pers, Senin (20/03).
Namun di samping itu perlu disadari bahwa ekosistem juga tidak boleh ketinggalan. Ini harus maju bersama seiring dengan semakin banyaknya jumlah pengguna EV (electric vehicle) di masa depan.
Baterai menjadi salah satu faktor yang membuat harga kendaraan listrik masih tinggi. Bahkan komponen ini nilainya bisa mencakup 50 persen dari harga keseluruhan untuk mobil listrik.
Luhut optimis bahwa baterai lithium untuk kendaraan listrik nantinya bisa diproduksi di dalam negeri. Mengingat bahan baku baterai tersebut yakni nikel bisa didapatkan dari dalam negeri.
Ia juga meyakini Indonesia bisa menjadi salah satu produsen baterai lithium terbesar di dunia. Ini akan menjadi langkah yang diambil untuk mendukung ekosistem EV di masa depan.
Rangkaian rencana ini diharapkan bisa mempersiapkan Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain dalam konteks ekosistem kendaraan listrik.
Setelah sebelumnya bernegosiasi dengan Tesla dan belum membuahkan hasil, baru-baru ini Luhut justru memberi sinyal adanya kemajuan terkait diskusi tersebut.
Meski begitu belum dapat diungkapkan secara gamblang khususnya bicara minat Tesla membangun pabrik di Indonesia. Karena pemerintah Indonesia dikatakan masih terikat perjanjian kerahasiaan atau NDA (non-disclosure agreement).
Tidak hanya Tesla, Luhut mengklaim sudah ada pabrik mobil yang memproduksi EV di Indonesia yaitu Hyundai dan Wuling. Pabrikan asal Korea Selatan itu juga dikatakan akan membangun pabrik baru lagi.
“Satu lagi target BYD, kita harapkan bisa masuk,” ujar Luhut.
BYD sendiri merupakan produsen mobil listrik asal China. Sebelumnya ada tiga negara di kawasan Asean yang berusaha menarik BYD sebagai investor.
Sejumlah upaya yang dilakukan untuk menarik investor di antaranya adalah pembebasan pajak hingga akses ke bahan baku pembuatan komponen mobil listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya