Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Ada upaya melengserkan Akio Toyota dari jabatannya oleh pemegang saham akibat skandal manipulasi data Toyota
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Akio Toyoda, Chairman of Toyota Motor Corporation akan menemui beberapa pemegang saham yang merasa tidak puas dengan kinerja perusahaan pekan ini. Beberapa dari mereka bahkan dikabarkan bakal menuntut pemungutan suara untuk melengserkannya.
Pengambilan suara diharapkan bisa dilakukan pada rapat pemegang saham tahunan pada 18 Juni 2024.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Toyota belakangan ini memang tengah mengalami banyak masalah. Pabrikan asal Jepang tersebut baru saja meminta maaf atas penipuan tes sertifikasi kendaraan.
Meski mereka memastikan bahwa skandal tersebut tidak menyebabkan masalah keselamatan dan tak perlu malakukan recall, tetap saja dampaknya sangat terasa. Bahkan Toyota menghentikan produksi beberapa modelnya.
Harga saham Toyota yang berhasil naik dalam lima tahun terakhir menjadi 3.800 yen kini mengalami penurunan. Sahamnya sekarang hanya dibanderol 3.000 Yen.
Institutional Shareholder Services, sebuah perusahaan yang memberikan masukan kepada investor melihat bahwa Toyoda harus bertanggung jawab terhadap skandal manipulasi data Toyota. Meski para direksi mengklaim akan melakukan perubahan namun langkah itu dinilai tidak cukup mencegah terulangnya kecurangan di masa depan.
“Kecenderungan perusahaan untuk melestarikan budaya perusahaannya memang patut dicurigai. Toyoda harus bertanggung jawab atas hal itu,” tegas perusahaan dilansir dari AP News.
Meski demikian keinginan untuk menyingkirkan Toyoda dari kursinya sangat sulit. Pasalnya mayoritas pemegang saham Toyota adalah perusahaan Jepang seperti bank dan lembaga keuangan sehingga tidak akan menentang perusahaan otomotif terbesar dunia tersebut.
Sementara Toyota Industries, sebuah perusahaan group menjadi pemenang saham nomor dua. Dengan ini kombinasi keduanya tentu akan sulit untuk menggantikan Toyoda.
Tak hanya itu, penjualan Toyota juga sebenarnya tidak terlalu terdampak. Berdasarkan laporan Kazunori Maki, analis otomotif di SMBC Nikko Securities pengiriman yang ditangguhkan oleh perusahaan hanya berdampak pada 1 hingga 2 persen di seluruh dunia.
Kemudian pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, keuntungan Toyota meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 4,9 triliun yen ($31,9 miliar). Angka ini melebihi proyeksi karena peningkatan penjualan kendaraan dan lemahnya Yen Jepang sehingga meningkatkan pendapatan luar negeri.
Meskipun Toyota masih tertinggal dalam peralihan ke kendaraan listrik, perusahaan berhasil mencatatkan angka penjualan 9,4 juta kendaraan pada tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan