JETOUR Bawa Lini Produk Lengkap di Auto China 2026
29 April 2026, 15:49 WIB
Setidaknya ada enam model lain di luar D9 yang didaftarkan oleh Denza ke DJKI, ada produk Fang Cheng Bao
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Denza resmi masuk pasar Indonesia pada 22 Januari 2025. Mereka memboyong satu model MPV (Multi Purpose Vehicle) mewah bertenaga listrik yakni Denza D9.
Merupakan sub merek dari BYD, Denza sendiri menyasar segmen konsumen berbeda, karena menawarkan lini produk premium. Banderolnya juga lebih tinggi dari model-model BYD, dengan Denza D9 dijual seharga Rp 950 juta on the road Jakarta.
Walaupun belum diumumkan model lain apa yang berpotensi dihadirkan, data dari DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) mengungkapkan ada enam model lain di luar D9 didaftarkan oleh Denza.
Mengacu pada informasi dari laman PDKI Indonesia, diakses hari ini Jumat (24/1) nama pemohon tercatat adalah BYD Company Limited dari China.
Model-model yang dimaksud adalah Denza B5, B8, N9, Z9, Z9GT dan D9L. Keenamnya merupakan gabungan dari SUV (Sport Utility Vehicle) dan hatchback bertenaga listrik murni.
Kemungkinan ini menjadi langkah BYD untuk mencegah namanya dipakai oleh pihak lain. Mengingat belum lama ini namanya dipakai oleh PT Worcas Nusa Abadi.
Di pasar global, biasanya BYD menawarkan produk mereka dalam berbagai tipe. Jadi tidak cuma BEV (Battery Electric Vehicle) tetapi juga PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan EREV (Extended Range Electric Vehicle).
Karena Denza menyasar kelas premium, ada kemungkinan harganya bakal berbeda dari BYD yang dilego Rp 300 jutaan sampai Rp 700 jutaan.
Meskipun begitu, bisa dipastikan harga Denza bakal bersaing dari merek lain di kelas yang sama. Sebagai perbandingan, salah satu rivalnya adalah Maxus Mifa 9 ditawarkan sekitar Rp 1 miliar.
Sedangkan brand premium lain seperti Zeekr juga memboyong MPV tetapi ditawarkan dengan harga lebih tinggi. Ketika debut di GJAW 2024, estimasi banderolnya mulai dari Rp 2,1 miliar ke atas.
Baru-baru ini diketahui bahwa Denza B5 sebelumnya dijual di China di bawah sub merek BYD lain yakni Fang Cheng Bao. Saat itu namanya adalah Bao 5.
Pihak BYD pernah mengungkapkan bahwa mereka berminat untuk membawa lebih banyak model dan sub merek ke Indonesia supaya dapat menjangkau berbagai segmen konsumen.
“Kita mau produk yang lengkap ke konsumen. Karena EV (Electric Vehicle) bukan hanya untuk beberapa orang saja, tetapi buat kita semua,” kata Jacob Ma, Head of Training and Assistant President Director BYD Motor Indonesia beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 April 2026, 15:49 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
24 April 2026, 20:33 WIB
23 April 2026, 19:17 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air