Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Setidaknya ada enam model lain di luar D9 yang didaftarkan oleh Denza ke DJKI, ada produk Fang Cheng Bao
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Denza resmi masuk pasar Indonesia pada 22 Januari 2025. Mereka memboyong satu model MPV (Multi Purpose Vehicle) mewah bertenaga listrik yakni Denza D9.
Merupakan sub merek dari BYD, Denza sendiri menyasar segmen konsumen berbeda, karena menawarkan lini produk premium. Banderolnya juga lebih tinggi dari model-model BYD, dengan Denza D9 dijual seharga Rp 950 juta on the road Jakarta.
Walaupun belum diumumkan model lain apa yang berpotensi dihadirkan, data dari DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) mengungkapkan ada enam model lain di luar D9 didaftarkan oleh Denza.
Mengacu pada informasi dari laman PDKI Indonesia, diakses hari ini Jumat (24/1) nama pemohon tercatat adalah BYD Company Limited dari China.
Model-model yang dimaksud adalah Denza B5, B8, N9, Z9, Z9GT dan D9L. Keenamnya merupakan gabungan dari SUV (Sport Utility Vehicle) dan hatchback bertenaga listrik murni.
Kemungkinan ini menjadi langkah BYD untuk mencegah namanya dipakai oleh pihak lain. Mengingat belum lama ini namanya dipakai oleh PT Worcas Nusa Abadi.
Di pasar global, biasanya BYD menawarkan produk mereka dalam berbagai tipe. Jadi tidak cuma BEV (Battery Electric Vehicle) tetapi juga PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan EREV (Extended Range Electric Vehicle).
Karena Denza menyasar kelas premium, ada kemungkinan harganya bakal berbeda dari BYD yang dilego Rp 300 jutaan sampai Rp 700 jutaan.
Meskipun begitu, bisa dipastikan harga Denza bakal bersaing dari merek lain di kelas yang sama. Sebagai perbandingan, salah satu rivalnya adalah Maxus Mifa 9 ditawarkan sekitar Rp 1 miliar.
Sedangkan brand premium lain seperti Zeekr juga memboyong MPV tetapi ditawarkan dengan harga lebih tinggi. Ketika debut di GJAW 2024, estimasi banderolnya mulai dari Rp 2,1 miliar ke atas.
Baru-baru ini diketahui bahwa Denza B5 sebelumnya dijual di China di bawah sub merek BYD lain yakni Fang Cheng Bao. Saat itu namanya adalah Bao 5.
Pihak BYD pernah mengungkapkan bahwa mereka berminat untuk membawa lebih banyak model dan sub merek ke Indonesia supaya dapat menjangkau berbagai segmen konsumen.
“Kita mau produk yang lengkap ke konsumen. Karena EV (Electric Vehicle) bukan hanya untuk beberapa orang saja, tetapi buat kita semua,” kata Jacob Ma, Head of Training and Assistant President Director BYD Motor Indonesia beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027