Suzuki Dukung Perkembangan Elektrifikasi di Indonesia Timur
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menegaskan pentingnya pemberian insentif mobil hybrid dalam mendorong transisi menuju elektrifikasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana insentif mobil hybrid yang lebih komprehensif mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Gaikindo menilai mobil hybrid masih menjadi jembatan transisi yang tepat sebelum konsumen beralih ke kendaraan listrik murni. Oleh karena itu, kehadiran insentif diperlukan.
Skema insentifnya dapat berupa fiskal maupun non fiskal seperti pembebasan dari aturan ganjil genap serta lahan parkir yang lebih mudah diakses buat pengguna mobil hybrid.
Sementara insentif fiskal dapat membuat pajak ataupun harga akhir mobil hybrid menjadi semakin kompetitif.
“Kalau harga mobilnya lebih terjangkau kan banyak yang beli. Kalau banyak pembeli bisa (penjualan tembus) 1 juta unit lagi, bahkan kalau bisa lebih,” kata Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo saat ditemui di sela GIIAS Makassar 2026, belum lama ini.
Saat ini target penjualan mobil di 2026 ditetapkan di kisaran 800 ribu unit. Masih ada berbagai tantangan dalam mencapai angka 1 juta unit.
Insentif mobil hybrid dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Namun di sisi lain, Gaikindo tidak menampik skema insentif yang akan diterapkan perlu jadi perhatian. Insentif serupa mobil listrik seperti pembebasan pajak berpotensi memotong pendapatan asli daerah.
“Karena yang tadi kami bilang bahwa kami menyadari pemerintah pusat perlu pendapatan dari sektor otomotif. Sementara ini mobil listrik dibebaskan biaya balik nama, PKB,” kata Jongkie.
Jongkie menegaskan pertumbuhan mobil listrik memang perlu diawali dengan mobil hybrid terlebih dulu, baru kemudian teknologi-teknologi lain seperti plug-in hybrid (PHEV) dan range-extender (REEV).
“Dari ICE itu tidak bisa loncat ke REEV. Tahapannya ICE, hybrid, PHEV, REEV baru BEV,” kata Jongkie.
Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU masih jadi perhatian, khususnya untuk masyarakat di luar Jakarta atau Jawa Barat.
Pemerataan SPKLU di wilayah-wilayah luar ibu kota dinilai bisa meyakinkan konsumen untuk beralih ke mobil listrik tanpa khawatir berlebih.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
30 Oktober 2026, 15:00 WIB
Honda Auto Technology merupakan ajang untuk memperkenalkan teknologi yang dikembangkan bagi konsumen
30 Oktober 2026, 13:00 WIB
MAB coba menghadirkan solusi bagi para pengusaha yang sedang menjadi kendaraan niaga listrik untuk berbisnis
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Berbeda pada mobil listrik penumpang, DFSK memberikan logo baru berbentuk huruf S untuk kendaraan niaga mereka
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki ikut gencarkan adopsi lini elektrifikasi, bawa lini mobil hybrid di pameran GIIAS Makassar 2026
30 Oktober 2026, 07:59 WIB
Asuransi Astra berikan manfaat lebih bagi para pelanggan setia untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan
29 Oktober 2026, 21:16 WIB
AiMOGA RObotics terus kembangkan teknologi AI untuk bisa memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat
29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mazda untuk pertama kalinya hadir meramaikan GIIAS Makassar 2026, bawa produk andalannya yakni SUV CX-5
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik