Chery Q Dikirim ke Konsumen Bulan Ini, Bantu Dorong Penjualan
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah telah menetapkan mandatori Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen, untuk mobil-mobil listrik yang menikmati insentif.
Nantinya aturan tersebut harus mulai dipenuhi oleh para produsen Electric Vehicle (EV), pada tahun depan atau 2027.
Berangkat dari hal tersebut, Leapmotor memastikan bahwa mereka akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Salah satunya dengan melakukan analisis pemasok komponen di dalam negeri, guna mengejar sisa target hingga akhir tahun.
“Harapannya pada sisa bulan di akhir tahun hingga Januari 2027, kita sudah akan mengikuti aturan tersebut,” ungkap Samuel Christian Wowor, Head of Brand Leapmotor Indonesia di Sentul, Jawa Barat, Selasa (20/10).
Akan tetapi, Samuel belum bisa merinci komponen mana yang bakal dilokalisasi untuk mobil listrik Leapmotor.
Hal itu karena mereka tengah berkoordinasi lebih jauh dengan tim sales planning, agar rencana tersebut bisa terealisasi secara maksimal.
Lebih jauh disebutkan, saat ini lini elektrifikasi Leapmotor sudah mengantongi TKDN sebesar 40 persen.
Ke depan, Leapmotor B10 dan C10 akan lebih banyak menggunakan komponen buatan dalam negeri atau lokal.
Salah satu cara yang mungkin ditempuh oleh Leapmotor adalah dengan menggunakan baterai lokal.
Mengingat penggunaan penampung daya produksi dalam negeri, memiliki kontribusi cukup besar dalam meningkatkan TKDN.
Meski begitu, jenama asal Cina ini belum mau membocorkan lebih jauh rencana mereka dalam memenuhi mandatori tersebut.
Di sisi lain, upaya mereka mencapai TKDN 60 persen bakal membawa banyak dampak terhadap harga mobil listrik Leapmotor.
“Kemungkinan harganya tidak sama, kemungkinan bisa naik juga. Tapi sampai sekarang belum final,” tutur Samuel.
Menurut Samuel, hal tersebut terjadi karena Leapmotor membutuhkan suntikan dana segar untuk meningkatkan investasi di Tanah Air.
“Setiap kali ada lokalisasi lebih tinggi, itu kan berarti kita berbicara investasi lagi. Jadi ada modal lagi yang kemungkinan biayanya akan terserap ke harga kendaraannya sendiri,” tegas Samuel.
Kendati demikian, Samuel belum bisa memberikan informasi secara rinci mengenai rencana tersebut.
Namun biasanya kian tinggi TKDN dalam sebuah produk, semakin besar pula peluang untuk menekan harga mobil listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Toprak Razgatlioglu, ia mengalami cedera dan dijadwalkan menjalani operasi