Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Bos Bank Mandiri mengaku jika mereka mulai memakai mobil listrik sebagai kendaraan operasional sehari-hari
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Bank Mandiri turut ikut serta dalam mengurangi emisi gas buang. Salah satunya dengan mengganti kendaraan operasional mereka.
Dari semula bermesin konvensional, diubah jadi mobil listrik. Hal tersebut agar sejalan sama misi pemerintah di Tanah Air.
“Dalam kegiatan operasional kita coba mengganti kendaraan Bank Mandiri menjadi EV (Electric Vehicle),” ujar Alexandra Askandar, Wakil Direktur Bank Mandiri pada Katadata SAFE 2024, Rabu (7/8).
Lebih jauh ia menjelaskan kalau langkah tersebut dilakukan secara bertahap. Sebab Bank Mandiri memiliki ribuan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Jadi kita tidak bisa mengganti seluruhnya (Mobil Operasional Menjadi EV),” Alexandra menambahkan.
Sayang Alexandra tidak menjelaskan merek mobil listrik apa yang menjadi andalan karyawan Bank Mandiri. Termasuk jumlah kendaraan di setrum di perusahaan satu ini.
Patut diketahui, penggunaan mobil listrik dapat mengurangi emisi gas buang. Kemudian bisa menghemat energi maupun pengeluaran biaya operasional.
Lalu guna mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Seperti fasilitas pengisian daya yang kian banyak di sejumlah lokasi.
Sebagia informasi, adopsi mobil listrik oleh Bank Mandiri bukan yang pertama. Sebab beberapa waktu lalu sejumlah BUMN melakukan hal serupa.
Ambil contoh adalah PLN yang juga memakai kendaraan setrum buat memenuhi kebutuhan mobilitas. Bahkan Kementerian BUMN turut memboyong sejumlah mobil listrik.
Erick Thohir, Menteri BUMN menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan dinas para pejabat Eselon I serta II di lingkungan tempat kerjanya.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengakselerasi transisi energi. Kemudian dinilai lebih hemat ketimbang kendaraan konvensional.
Apalagi setelah ditinjau dari pagu fasilitas Standar Biaya Masukan (SBM) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini sebenarnya menghebat sebanyak 60 persen,” kata Erick beberapa waktu lalu.
Erick menjelaskan kalau mobil listrik jadi kendaraan dinas Kementerian BUMN bakal lebih dimasifkan. Sebab tidak hanya diperuntukan buat pejabat Eselon I juga II saja.
Melainkan sebagai mobil operasional di seluruh perusahaan BUMN. Dengan begitu bisa sesuai dengan amanat Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2022.
Di dalamnya dijelaskan mengenai Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung