BYD Masih Merajai Pasar Mobil Listrik di Indonesia
11 Desember 2025, 20:06 WIB
Pemerintah belum jelas menerbitkan aturan subsidi mobil listrik timbulkan masalah baru seperti konsumen yang menunda pembelian
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita (14 Desember 2022) menyebutkan rencana besar pemerintah terhadap penjualan mobil listrik di Indonesia. Saat itu disebutkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif untuk kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia.
Adapun rencana dari aturan subsidi mobil listrik yang akan diberikan mulai dari kendaraan BEV atau full listrik sebesar Rp80 juta dan hybrid Rp40 juta. Sementara untuk motor listrik sebesar Rp 8juta dan konversi motor listrik Rp5 juta.
Rencana ini tentu sangat menarik bagi konsumen dan pabrikan. Namun karena baru sebatas wacana dan belum ada aturan yang jelas hingga saat ini malah mulai menimbulkan masalah baru.
Anton Jimmy Suwandi, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebutkan bahwa pihaknya mulai mendapatkan penundaan pembelian dari konsumen yang menanti berlakunya aturan subsidi di atas. Menurutnya karena sudah disampaikan ke publik, akan lebih baik jika aturan ini segera diberlakukan karena banyak konsumen yang bertanya-tanya apakah sebaiknya menunda pembelian atau tidak.
"Kami tentu senang bahwa ada subsidi bagi kendaraan hybrid. Ini sudah disampaikan ke publik, jadi sebenarnya lebih cepat lebih baik (direalisasikan) karena konsumen jadi menunggu atau ragu-ragu. Tadi saya tanya ke teman-teman kejadian ini ada, walau belum banyak," jelas Anton di Semarang Selasa (20 Desember 2022).
Lebih lanjut Anton juga menyebutkan bahwa pihaknya menantikan detail aturan pemberian subsidi dari pemerintah. Mulai dari cara hingga waktu pemberian subsidi dan faktor pemotongan harganya.
Fenomena penundaan pembelian karena menunggu subsidi tentu wajar terjadi. Konsumen mana yang tidak tertarik bahwa kendaraan incaran mereka akan mendapat potongan harga cukup besar.
Contoh hitung-hitungan kasarnya untuk Toyota Innova Zenix Hybrid Tipe G yang dibanderol Rp458 juta turun menjadi Rp418 juta. Sementara Tipe V yang semula Rp532 juta menjadi 492 juta dan Tipe Q dari Rp611 juta turun ke Rp571 juta.
Selain Innova Zenix, TAM masih memiliki belasan varian hybrid, Plug-in Hybrid dan BEV. Melihat fenomena di atas, sepertinya akan ada banyak terjadi penundaan jika aturan tersebut tidak segera diterbitkan atau setidaknya diberikan penjelasan yang pasti dan terperinci dalam waktu dekat. Tunggu kabar selanjutnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Desember 2025, 20:06 WIB
11 Desember 2025, 13:00 WIB
11 Desember 2025, 11:00 WIB
10 Desember 2025, 14:00 WIB
10 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
12 Desember 2025, 13:08 WIB
Dua orang matel tewas dikeroyok di Kalibata, Jakarta Selatan saat berusaha menagih utang kredit kendaraan
12 Desember 2025, 12:00 WIB
Changan Nevo Q07 merupakan model EREV yang berpeluang dikembangkan jadi 7-seater untuk pasar Indonesia
12 Desember 2025, 11:00 WIB
Kementerian ESDM membuka opsi menambah kuota impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo sebesar 10 persen pada 2026
12 Desember 2025, 10:00 WIB
Distribusi LMPV dari pabrik ke diler menunjukkan penurunan tipis, namun beberapa model alami peningkatan
12 Desember 2025, 09:00 WIB
Mitsubishi Fuso percaya diri menghadapi kondisi pasar di tahun depan meski diprediksi masih akan menantang
12 Desember 2025, 08:00 WIB
Polytron mengakui bahwa pihaknya sudah menerima kasus dimana baterai motor rusak dan harus dilakukan perbaikan
12 Desember 2025, 07:00 WIB
Banyaknya pelanggan yang touring membuat Polytron mengembangkan portable fast charging untuk mudahkan pengisian daya
12 Desember 2025, 06:00 WIB
Tak perlu khawatir ketika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung