Pengiriman 10 Ribu Jaecoo J5 EV Dikebut, Biar Bisa Dipakai Mudik
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Pemerintah belum jelas menerbitkan aturan subsidi mobil listrik timbulkan masalah baru seperti konsumen yang menunda pembelian
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita (14 Desember 2022) menyebutkan rencana besar pemerintah terhadap penjualan mobil listrik di Indonesia. Saat itu disebutkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif untuk kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia.
Adapun rencana dari aturan subsidi mobil listrik yang akan diberikan mulai dari kendaraan BEV atau full listrik sebesar Rp80 juta dan hybrid Rp40 juta. Sementara untuk motor listrik sebesar Rp 8juta dan konversi motor listrik Rp5 juta.
Rencana ini tentu sangat menarik bagi konsumen dan pabrikan. Namun karena baru sebatas wacana dan belum ada aturan yang jelas hingga saat ini malah mulai menimbulkan masalah baru.
Anton Jimmy Suwandi, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebutkan bahwa pihaknya mulai mendapatkan penundaan pembelian dari konsumen yang menanti berlakunya aturan subsidi di atas. Menurutnya karena sudah disampaikan ke publik, akan lebih baik jika aturan ini segera diberlakukan karena banyak konsumen yang bertanya-tanya apakah sebaiknya menunda pembelian atau tidak.
"Kami tentu senang bahwa ada subsidi bagi kendaraan hybrid. Ini sudah disampaikan ke publik, jadi sebenarnya lebih cepat lebih baik (direalisasikan) karena konsumen jadi menunggu atau ragu-ragu. Tadi saya tanya ke teman-teman kejadian ini ada, walau belum banyak," jelas Anton di Semarang Selasa (20 Desember 2022).
Lebih lanjut Anton juga menyebutkan bahwa pihaknya menantikan detail aturan pemberian subsidi dari pemerintah. Mulai dari cara hingga waktu pemberian subsidi dan faktor pemotongan harganya.
Fenomena penundaan pembelian karena menunggu subsidi tentu wajar terjadi. Konsumen mana yang tidak tertarik bahwa kendaraan incaran mereka akan mendapat potongan harga cukup besar.
Contoh hitung-hitungan kasarnya untuk Toyota Innova Zenix Hybrid Tipe G yang dibanderol Rp458 juta turun menjadi Rp418 juta. Sementara Tipe V yang semula Rp532 juta menjadi 492 juta dan Tipe Q dari Rp611 juta turun ke Rp571 juta.
Selain Innova Zenix, TAM masih memiliki belasan varian hybrid, Plug-in Hybrid dan BEV. Melihat fenomena di atas, sepertinya akan ada banyak terjadi penundaan jika aturan tersebut tidak segera diterbitkan atau setidaknya diberikan penjelasan yang pasti dan terperinci dalam waktu dekat. Tunggu kabar selanjutnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Aito M9 menjadi salah satu kandidat kuat mobil baru DFSK yang segera dipasarkan di semester kedua tahun ini
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota merajai 10 merek mobil terlaris pada Februari 2026, mereka berhasil mencatatkan retail 44.878 unit
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Menurut data di laman resmi AISI, para produsen berhasil mendistribusikan 587.354 motor baru di Februari
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Sampai saat ini, sudah 7.000 Jaecoo J5 EV yang sudah berhasil terkirim ke garasi para konsumen di Indonesia