Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel
01 April 2026, 15:00 WIB
Airlangga Hartarto ungkap alasan pemerintah batal beri insentif kendaraan hybrid setelah ditunggu pelaku industri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah batal beri insentif kendaraan hybrid di Indonesia. Keputusan itu diambil setelah Kementerian Koordinator Perekonomian melihat tingginya minat di segmen tersebut meski tidak mendapat bantuan dari pemerintah.
Oleh sebab itu mereka pun memutuskan untuk tidak memberi kemudahan lain dan membiarkan kendaraan hybrid tumbuh dengan sendirinya.
“Kebijakan sudah dikeluarkan dan tidak ada perubahan maupun tambahan lain. Penjualan mobil hybrid saat ini sudah dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar sudah berjalan dengan mekanisme sekarang,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (06/08).
Sebaliknya, ia justru melihat kondisi pasar mobil listrik di Indonesia belum optimal. Padahal segmen tersebut sudah mendapat insentif cukup besar dari pemerintah.
“Yang harus didorong adalah mobil listrik agar meningkat lebih cepat lagi. Tapi dari pameran otomotif kemarin, hasilnya relatif bagus untuk mendorong pertumbuhan,” tambahnya kemudian.
Tak bisa dipungkiri bahwa pasar mobil hybrid di Indonesia memang cenderung lebih cepat tumbuh. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terlihat bahwa wholesalesnya mencapai 25.751 unit.
Angka tersebut naik signifikan dibandingkan periode serupa tahun lalu yang hanya mencapai 17.305 unit.
Sedangkan pertumbuhan pasar kendaraan listrik juga mengalami kenaikan tetapi jumlahnya tidak sebesar hybrid. Tercatat dalam enam bulan pertama sudah ada 11.940 unit dikirim dari pabrik ke diler.
Angka tersebut naik 104,13 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya 5.849 unit. Meski demikan pencapaiannya masih jauh dari target pemerintah yaitu sebanyak 50.000 unit hingga akhir tahun nanti.
Sayangnya pertumbuhan signifikan pada kedua segmen tersebut rupanya belum bisa membuat industri otomotif bergerak positif. Pasalnya penjualan mobil baru di Tanah Air masih turun 19,4 persen dari 506.427 unit menjadi 408.012 unit.
“Industri otomotif dalam 6 bulan turun cukup signifikan. Kemudian ekspor juga mengalami tekanan tetapi diharapkan semua bisa mengejar di semester kedua,” pungkas Airlangga kemudian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
24 Maret 2026, 07:45 WIB
03 Maret 2026, 12:34 WIB
23 Februari 2026, 19:00 WIB
23 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026