4 Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia Tahun Ini, Ada Baleno
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Terdapat beberapa pertimbangan ketika Mazda ingin menambah diler baru untuk melayani masyarakat di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia masih belum juga membaik. Ambil contoh pada September 2024, hanya ada 72.366 unit saja.
Angka di atas jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Sebab di Agustus 2024 membukukan 76.808 kendaraan roda empat.
Berangkat dari hal tersebut banyak pabrikan yang melakukan penyesuaian strategi. Hal ini demi membuat mereka tetap bisa berjualan.
Namun hal berbeda justru dilakukan oleh Mazda. Jenama asal Jepang itu baru saja meresmikan diler anyar di Fatmawati, Jakarta Selatan.
Menurut mereka ada beberapa hal yang diperhitungkan. Apalagi jika mempertimbangkan kondisi penjualan motor di Tanah Air.
“Pada waktu membuka diler ini kami mempertimbangkan Primary Market Area. Kemudian segmentasi dari masyarakat di daerah itu seperti apa,” ungkap Ricky Thio, COO (Chief Operating Officer) PT EMI (Eurokars Motor Indonesia) di Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Lalu Mazda turut menghitung tingkat produktivitas dari penjualan serta layanan bengkel pada calon diler baru mereka..
Sebab kedua hal itu yang mendorong pertumbuhan diler Mazda di Tanah Air. Sehingga dapat melayani konsumen setia.
“Kalau bengkel saya mau pastikan produktivitasnya cukup tinggi. Jadi kebutuhan atau profit dari bengkel ini bisa maksimal,” lanjut Ricky.
Hal senada turut dilontarkan Nugroho, Direktur Sun Motor Jakarta. Ia mengungkapkan pihaknya tidak masalah mendirikan diler baru.
Apalagi saat penjualan mobil sedang tidak bergairah. Pasalnya mereka melihat ada potensi peningkatan ke depannya.
“Sun Motor sudah berpengalaman sejak 1980-an atau sekitar 40 tahunan. Kami telah mengalami naik atau turunnya industri otomotif,” kata dia.
Nugroho menerangkan kalau volume kendaraan roda empat di Indonesia masih cukup rendah. Jadi potensi buat meningkat lumayan besar.
Kendati demikian ia tidak memungkiri bahwa kondisi ekonomi di Tanah Air saat ini memang belum stabil. Jadi cukup mempengaruhi penjualan mobil.
Di sisi lain untuk menggoda konsumen, mereka turut menghadirkan berbagai program menarik. Ambil contoh promo jasa servis sebesar 10-15 persen dan suku cadang hingga 10 persen.
Kemudian bunga nol persen selama satu tahun untuk pembelian mobil Mazda tertentu dengan masa angsuran sampai tujuh tahun.
Selain itu pelanggan yang melakukan perawatan berkala selama masa pembukaan bakal mendapatkan souvenir spesial.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
19 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
30 Desember 2025, 10:00 WIB
Yamaha tengah mencari formulasi yang tepat buat memasarkan motor listrik Neos kepada konsumen di Indoensia
30 Desember 2025, 09:00 WIB
Enduro Service tawarkan beragam layanan seperti penggantian oli mobil dan motor sampai ganti air filter
30 Desember 2025, 08:00 WIB
Fitur dashcam pada Suzuki XL7 Hybrid bekas menjadi salah satu pelanggan melakukan pembelian ketimbang model lain