2 Koleksi Mobil Ratu Elizabeth II Dilelang, Harganya Fantastis

Beberapa mobil Ratu Elizabeth II dilelang dengan harga fantastis meski usianya sudah tidak muda lagi

2 Koleksi Mobil Ratu Elizabeth II Dilelang, Harganya Fantastis
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 09 September 2022 | 17:51 WIB

TRENOTO – Sepanjang hidupnya, Ratu Elizabeth II dikenal memiliki beberapa mobil mewah yang menjadi koleksinya. Beberapa diantaranya pun telah dijual melalui lelang dengan harga cukup fantastis.

Setidaknya ada 2 mobil koleksinya yang ditawarkan dengan harga tinggi yaitu Rolls-Royce Phantom V serta Bentley Mulsanne. Kedua mobil Ratu Elizabeth II tersebut telah dilelang pada 2015 dan 2016 namun harganya selangit.

Rolls-Royce Phantom V

Photo : Viva

Boleh dikatakan bahwa ini adalah salah satu model yang paling sering Ia gunakan. Namun kisahnya bersama sang Ratu berakhir pada 2015 dan dilelang dengan harga cukup fantasis karena ditawarkan mulai dari 60.000 pounsterling atau setara Rp1.033 miliar.

Mobil ini dilengkapi oleh mesin V8 berkapasitas 6.200 cc yang dikawinkan dengan transmisi otomantis 6 percepatan. Mesin tersebut menjanjikan perfoma luar biasa guna memenuhi kebutuhan mobilitasnya sebagai seorang Ratu.

Mobil tersebut pun dikabarkan sangat langka karena hanya diproduksi sebanyak 516 unit pada 1959 hingga 1968. Pada eranya, mobil ini terbilang sangat canggih karena sudah dilengkapi telepon dan pendingin udara.

Bentley Mulsanne

Photo : Detik

Mobil berkelir hijau ini digunakan oleh Ratu saat peringatan kenaikan tahta dan saat berkunjung ke kantor David Cameron, Perdana Menteri Inggris. Ketika itu Ratu serta Perdana Menteri melakukan rapat kabinet pertamanya.

Sama seperti koleksi lain miliknya, kendaraan ini menggunakan mesin berperfoma tinggi. Di balik kap, terdapat mesin berkapasitas 6.750 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 500 hp, cukup untuk memenuhi kebutuhan berkendara sang Ratu.

Mobil ini hanya betugas selama 2 tahun dan melalui perjalanan sejauh 8.000 km. Tidak heran bila saat dilelang pada 2016, harga mobil terbilang masih tinggi yaitu 200.00 poundsterling atau setara Rp 3.4 miliar.

Mengemudi Tanpa SIM

Selain memiliki banyak koleksi kendaraan, Ratu Elizabeth II dikenal memiliki kemampuan mengemudi yang baik. Dalam beberapa kesempatan Ia mengendari mobilnya sendiri.

Ia pun menjadi satu-satunya orang di Inggris yang dapat berkendara secara legal meski tidak memiliki SIM serta mobil tanpa pelat nomor. Bahkan diketahui Ia tidak pernah mengikuti ujian SIM.


Terkini

mobil
Penjualan Toyota

Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis

Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya

mobil
Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil

news
GIICOMVEC 2026

GIICOMVEC 2026 Bakal Hadirkan Ragam Inspirasi Bisnis

Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI

news
Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif