Denza D9, NEV Premium buat Pebisnis di Fortune Indonesia Summit 2026
17 Februari 2026, 12:00 WIB
BYD akan melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah mobil listrik yang diimpor di Januari-Desember 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD merupakan salah satu merek yang menjadi penerima subsidi mobil listrik impor dari pemerintah.
Berkat aturan itu, mobil listrik BYD bisa dijual dengan harga kompetitif walaupun masih diimpor secara CBU (Completely Built Up). Namun perlu diingat program tersebut berakhir di Desember 2025.
Setelah insentif dihentikan, seluruh merek termasuk BYD harus melakukan perakitan lokal dan memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen.
Apabila belum mampu memenuhi persyaratan itu, maka bank guarantee dari BYD hangus dan ada peluang harga mobil BYD meroket di 2026.
Namun beberapa waktu lalu dikabarkan bahwa BYD belum mendapatkan kesepakatan bersama supplier lokal untuk lokalisasi komponen. Padahal jumlah impornya cukup besar yaitu 27.595 unit, tidak termasuk BYD E6.
Di September 2025 sendiri BYD mengimpor 4.831 unit, naik 211,6 persen dari Agustus di 1.550 unit.
Impor tertinggi BYD terjadi di Juli 2025. Saat itu buat pertama kalinya tembus 7.235 unit.
Sementara Multi Purpose Vehicle (MPV) mewah Denza D9 diimpor sebanyak 9.065 unit.
Sama seperti BYD, impor Denza D9 cetak rekor tertinggi sepanjang Juli 2025 yaitu 2.082 unit.
Jadi BYD harus memenuhi kewajibannya merakit lokal mobil sesuai sesuai jumlah yang diimpor utuh ke Indonesia.
Secara keseluruhan BYD perlu melakukan perakitan setidaknya 36 ribu mobil ke atas di 2026.
Sebagai informasi, pabrik BYD di Subang, Jawa Barat memiliki kapasitas produksi sampai 150 ribu unit per tahun.
Nantinya fasilitas tersebut akan merakit seluruh lini model BYD yang telah dijual di Indonesia termasuk Dolphin sampai Atto 1.
Hanya saja pihak BYD belum memaparkan dengan jelas model mana yang akan menjadi prioritas utama.
Jika melihat data impor dari Gaikindo, di periode Januari-September 2025 Sealion 7 menyumbangkan hasil terbesar di antara model-model lainnya.
Total impor Sealion 7 di tahun ini adalah 10.900 unit, menandakan positifnya permintaan konsumen terhadap salah satu model teranyar BYD.
Sedangkan MPV BYD M6 lebih tinggi lagi di 14.038 unit. Membuatnya dan Sealion 7 berpeluang dijadikan prioritas produksi lokal di 2026.
Total: 36.660 unit
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Februari 2026, 12:00 WIB
17 Februari 2026, 07:00 WIB
15 Februari 2026, 16:00 WIB
14 Februari 2026, 20:24 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 21:00 WIB
Pembatasan angkutan barang akan dilakukan mulai 13 hingga 29 Maret 2026 untuk dukung arus Mudik Lebaran
17 Februari 2026, 19:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY memastikan bahwa program zero ODOL masih berjalan sesuai rencana
17 Februari 2026, 17:00 WIB
NMAA tidak hanya sekadar memamerkan mobil modifikasi di ajang Osaka Auto Messe 2026, namun disertakan budaya
17 Februari 2026, 15:00 WIB
Dedi Mulyadi memamerkan moge milik pribadinya saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah pelosok Jabar
17 Februari 2026, 13:00 WIB
IIMS 2027 masih digelar di JIExpo Kemayoran, tetapi rencananya memanfaatkan lahan tambahan seluas 20.000 m2
17 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tertarik dengan Denza B5 karena mobil tersebut memiliki desain yang tangguh
17 Februari 2026, 12:00 WIB
MPV bertenaga listrik Denza D9 hadir di Fortune Indonesia Summit 2026, incar konsumen pelaku bisnis di RI
17 Februari 2026, 11:00 WIB
Kegiatan ekspor mobil CBU Daihatsu sepanjang 2025 dikatakan mengalami peningkatan sebesar belasan persen