Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Sebuah studi dari J.D. Power ungkap keluhan konsumen bahwa kualitas mobil listrik China menurun sejak 2023
Oleh Serafina Ophelia
EREV merupakan salah satu jenis kendaraan yang terbilang cukup populer di Tiongkok. Cara kerjanya mirip mobil hybrid, dibekali generator untuk mengisi daya baterai.
Hal itu membuatnya diklaim unggul ketimbang PHEV karena tidak butuh charging kemudian konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang jauh lebih baik.
Mesin bensin disematkan pada mobil EREV berfungsi sebagai Booster. Komponen elektrik lain membantu kendaraan bekerja ketika membawa beban berat.
Mudahnya ini merupakan kebalikan dari Mild Hybrid di mana teknologi tersebut justru menjadi Booster buat mesin bensin. Sedangkan pada HEV biasa, sistem hybrid bekerja menggantikan mesin ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tertentu.
Di 2024, kualitas EREV memimpin karena beragam faktor termasuk performa mesin yang baik serta fitur pintar di dalamnya.
Kendala terkait Driving Assistance ini mencakup kamera mundur atau kamera parkir memiliki resolusi rendah, lensa mudah kotor dan peringatan radar atau sensor terlalu keras.
Sedangkan bicara Infotainment masalah ada di Voice Recognition tidak akurat, layar sentuh tidak responsif serta navigasi tidak akurat.
Aroma kabin tidak baik dan kabin kurang kedap merupakan dua kendala yang paling sering ditemukan, bahkan selalu ada selama enam tahun berturut-turut.
Namun apabila dibandingkan tahun lalu angkanya justru berkurang masing-masing 2,2 PP100 dan 1,8 PP100.
Generasi muda kelahiran setelah 1995 banyak merasa senang dengan desain kendaraan. Namun kepuasan terhadap kualitas mobil justru berkurang, poin utamanya yakni kendali setir, grip ban mobil sampai pengaturan suspensi.
Saat ini kehadiran mobil listrik China semakin marak di Indonesia. Bermula dari Wuling Air ev sampai kemudian BYD yang bawa tiga model tahun ini, konsumen disuguhkan beragam pilihan dengan harga mulai Rp 200 jutaan.
Bukan rahasia bahwa masih ada konsumen meragukan kualitas mobil buatan China karena pengalaman di masa lampau. Namun sejauh ini para produsen mampu membuktikan ketahanannya.
Banyak manufaktur menjanjikan jaminan seperti garansi komponen baterai berlaku seumur hidup guna menambah ketenangan konsumen.
Kemudian komitmen mendirikan diler berstatus 3S (Sales, Services, Sparepart) sehingga kendala mobil listrik China bisa ditangani dengan mudah.
Sebagai informasi, responden studi ini adalah 9.791 pemilik BEV, PHEV atau EREV yang membeli periode Juli 2023-Januari 2024. Sampelnya 105 model dari 48 merek, sementara studi dilakukan mulai Desember 2023 sampai Maret 2024 di 81 kota di China.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik