BMW Sematkan Voice Command Baru, Seperti Ngobrol dengan Manusia
07 Januari 2026, 20:00 WIB
BYD Atto 1 jadi primadona baru masyarakat Indonesia, mobil listrik ini sudah terpesan ribuan unit di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penerimaan Atto 1 sangat baik di Indonesia. Mobil listrik ini menjadi primadona baru bagi masyarakat di Tanah Air.
Bahkan permintaan tinggi terhadap Electric Vehicle (EV) itu diprediksi masih akan terjadi, sampai penghujung 2025 nanti.
“Sampai hari ini saya lihat secara progress peningkatan penjualan, relatively sama,” ungkap Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia di GJAW 2025.
Luther pun mengaku senang atas keberhasilan BYD Atto 1. Sebab dapat menjadi pilihan baru masyarakat di dalam negeri.
Ia mengatakan ada beberapa faktor mengapa BYD Atto 1 jadi primadona baru. Semisal konsumen di Indonesia mulai percaya, setelah melihat langsung mobil listrik tersebut di jalan.
“Sekarang ini belakangan diler-diler mengatakan malah lebih banyak. Karena sudah lihat ada yang mungkin merasakan langsung, sudah ke diler,” Luther melanjutkan.
Permintaan terhadap BYD Atto 1 diprediksi masih akan positif. Bakal meraup banyak pemesanan di Desember 2025.
Apalagi sekarang sedang digelar pameran GJAW 2025. Membuat masyarakat semakin penasaran dengan mobil listrik BYD itu.
“Jadi kita confidence ini akan berjalan lebih panjang. Bukan hanya karena ada penumpukan (pemesanan),” tegas Luther.
Sekadar mengingatkan, di November 2025 banderol tipe terendah BYD Atto 1 terkerek sekitar Rp 4 juta. Semula Rp 195 juta menjadi Rp 199 juta.
Menurut Luther, hal ini terjadi disebabkan karena beberapa hal. Seperti nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Selain itu Luther mengungkapkan bahwa, banderol produk tersebut pada masa awal peluncuran memang diposisikan sebagai harga pengenalan.
Seiring meningkatnya respons pasar, BYD melakukan evaluasi menyeluruh. Hal ini demi memperkuat infrastruktur pelayanan.
Mulai dari perluasan jaringan diler, peningkatan layanan purna jual sampai kesiapan distribusi unit di tengah antrean pemesanan yang mengular.
“Ini semua adalah intinya memang karena permintaan yang cukup signifikan supaya kita bisa memberikan pelayanan yang tetap konsisten,” lanjut dia.
Perlu diketahui, menurut data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Oktober 2025 mobil listrik mungil tersebut berhasil terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 9.396 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Januari 2026, 20:00 WIB
07 Januari 2026, 19:17 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 14:00 WIB
06 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
08 Januari 2026, 07:00 WIB
Meluncur sebagai Toyota Hilux Travo di Thailand, pikap generasi kesembilan ini terdaftar di laman DJKI
08 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta digelar pada puluhan ruas jalan utama untuk atasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota
08 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi, jadi pastikan Anda tidak telat ketika menyambanginya
08 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tidak ada dispensasi keterlambatan, pastikan tepat waktu memperpanjang masa berlaku
07 Januari 2026, 20:00 WIB
BMW menyematkan Intelligent personal assistant baru di iX3 yang terintegrasi dengan ekosistem milik Amazon
07 Januari 2026, 19:17 WIB
Insentif mobil listrik dari pemerintah jadi salah satu daya tarik, namun belum ada kepastian di 2026
07 Januari 2026, 18:00 WIB
Kepadatan energi baterai pada sebuah EV menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya yang diperlukan
07 Januari 2026, 17:00 WIB
Toyota memastikan para staf ekspatriat mereka di Venezuela dalam kondisi aman usai kejadian belakangan ini