Wholesales Motor Baru di Januari 2026 Sentuh Setengah Juta Unit
10 Februari 2026, 07:00 WIB
Motor Fabio Quartararo sempat dua kali mengalami kendala teknis di FP1 atau latihan bebas MotoGP India 2023
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor Fabio Quartararo mengalami masalah teknis pada sesi Free Practice 1 atau FP1 MotoGP India 2023. Hal tersebut membuat mental sang pembalap jatuh.
Pembalap asal Perancis ini kehilangan mood akibat kejadian di atas. Bahkan dirinya kaget mendengar pendapat bos Yamaha yang menyebut Yamaha YZR-M1 2024 telah mengalami perkembangan.
Massimo Meregalli selaku manajer tim mengatakan motor tahun depan sudah lebih baik. Padahal sebagai pembalap, Quartararo merasakan langsung.
Meregalli merasa terkesan akan ubahan pada Yamaha YZR-M1 2024 pada sesi tes di Misano beberapa waktu lalu. Berbanding terbalik karena Quartararo tidak bisa bersaing dengan rider di depan.
“Pada akhirnya di sesi tes Misano kita melihat komentar manajer tim dan saya bak hitam dan putih. Opini kita berdua sangat berbeda,” kata Quartararo seperti dikutip Crash.net (22/09).
Lebih lanjut pemilik nomor start 20 tersebut merasa kecewa berat. Karena kuda besi sang rider masih belum bisa bersaing dengan di level tertentu.
Bahkan dibandingkan sebelum tes tidak ada perbedaan sama sekali. Hal ini membuat Juara Dunia MotoGP 2021 mengeluarkan komentar bernada cukup sarkas.
“Jika manajer tim mengatakan ini (motor Yamaha) 2024 lebih baik, mungkin kita memang harus mendengarkan. Karena fakta tidak ada yang tersisa di lintasan,” jelasnya kemudian.
Kemudian ia juga mengatakan bahwa terdapat dua pendapat berbeda versi Meregalli dan Quartararo. Perbedaan tersebut diibaratkan kelir hitam dan putih.
“Pada akhirnya komentar para pembalap lebih penting. Karena kami yang menguji motor, memiliki perasaan bahwa motor lebih enak dikendarai atau tidak,” tutur dia.
Sang pembalap menegaskan jika Yamaha tidak segera melakukan perubahan. Maka musim depan bisa sama saja atau lebih buruk.
Ia mengatakan sebelum datang ke MotoGP India 2023 bahwa sirkuit Buddh tidak cocok bagi Yamaha. Rekan satu tim Franco Morbidelli tersebut justru membandingkan Mandalika.
“Saya pikir bukan faktor lintasan lurusnya. Indonesia tidak punya sehingga kami bisa kompetitif sejak awal,” ungkap Quartararo.
Disebutkan Yamaha lemah dalam sirkuit berkarakter kencang. Trek lurus panjang dan banyak dibutuhkan akselerasi dipercaya membuat pabrikan berlambang garpu tala menderita.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 07:00 WIB
05 Februari 2026, 21:15 WIB
04 Februari 2026, 14:00 WIB
03 Februari 2026, 16:00 WIB
03 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026