Kata Bos Yamaha Usai Quartararo dan Rins Pergi di Akhir Musim
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Motor Fabio Quartararo sempat dua kali mengalami kendala teknis di FP1 atau latihan bebas MotoGP India 2023
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor Fabio Quartararo mengalami masalah teknis pada sesi Free Practice 1 atau FP1 MotoGP India 2023. Hal tersebut membuat mental sang pembalap jatuh.
Pembalap asal Perancis ini kehilangan mood akibat kejadian di atas. Bahkan dirinya kaget mendengar pendapat bos Yamaha yang menyebut Yamaha YZR-M1 2024 telah mengalami perkembangan.
Massimo Meregalli selaku manajer tim mengatakan motor tahun depan sudah lebih baik. Padahal sebagai pembalap, Quartararo merasakan langsung.
Meregalli merasa terkesan akan ubahan pada Yamaha YZR-M1 2024 pada sesi tes di Misano beberapa waktu lalu. Berbanding terbalik karena Quartararo tidak bisa bersaing dengan rider di depan.
“Pada akhirnya di sesi tes Misano kita melihat komentar manajer tim dan saya bak hitam dan putih. Opini kita berdua sangat berbeda,” kata Quartararo seperti dikutip Crash.net (22/09).
Lebih lanjut pemilik nomor start 20 tersebut merasa kecewa berat. Karena kuda besi sang rider masih belum bisa bersaing dengan di level tertentu.
Bahkan dibandingkan sebelum tes tidak ada perbedaan sama sekali. Hal ini membuat Juara Dunia MotoGP 2021 mengeluarkan komentar bernada cukup sarkas.
“Jika manajer tim mengatakan ini (motor Yamaha) 2024 lebih baik, mungkin kita memang harus mendengarkan. Karena fakta tidak ada yang tersisa di lintasan,” jelasnya kemudian.
Kemudian ia juga mengatakan bahwa terdapat dua pendapat berbeda versi Meregalli dan Quartararo. Perbedaan tersebut diibaratkan kelir hitam dan putih.
“Pada akhirnya komentar para pembalap lebih penting. Karena kami yang menguji motor, memiliki perasaan bahwa motor lebih enak dikendarai atau tidak,” tutur dia.
Sang pembalap menegaskan jika Yamaha tidak segera melakukan perubahan. Maka musim depan bisa sama saja atau lebih buruk.
Ia mengatakan sebelum datang ke MotoGP India 2023 bahwa sirkuit Buddh tidak cocok bagi Yamaha. Rekan satu tim Franco Morbidelli tersebut justru membandingkan Mandalika.
“Saya pikir bukan faktor lintasan lurusnya. Indonesia tidak punya sehingga kami bisa kompetitif sejak awal,” ungkap Quartararo.
Disebutkan Yamaha lemah dalam sirkuit berkarakter kencang. Trek lurus panjang dan banyak dibutuhkan akselerasi dipercaya membuat pabrikan berlambang garpu tala menderita.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 07:00 WIB
22 Juni 2026, 11:47 WIB
21 Juni 2026, 09:55 WIB
12 Juni 2026, 09:00 WIB
10 Juni 2026, 17:00 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah